Tangis Bocah SD Anak Yatim yang Digugat ke Pengadilan: Kok Kakek-Nenek Tega...

Bernadette Sariyem

Senin, 07 Juli 2025 | 15:14 WIB
Tangis Bocah SD Anak Yatim yang Digugat ke Pengadilan: Kok Kakek-Nenek Tega...
Heryanto (dua dari kanan) dan adiknya ZI (paling kanan) saat di PN Indramayu. Keduanya digugat oleh kakek-neneknya sendiri karena sengketa rumah almarhum ayahnya. [Suara.com]

Suara.com - ZI alias Zaki, bocah SD berusia 12 tahun beserta sang kakak, Heryanto (20), digugat kakek-nenek mereka sendiri ke PN Indramayu, karena sengketa rumah peninggalan almarhum ayahnya.

Di tengah-tengah gugatan tersebut, sebuah pertanyaan penuh luka menggantung di benak Heryant dan adiknya di Desa Karangsong, Indramayu.

“Kenapa kakek dan nenek kok tega banget sama saya dan adik saya?”

Pertanyaan itu terus berulang, menyiratkan kebingungan dan sakit hati yang mendalam.

Adiknya, ZI (12), yang masih duduk di bangku kelas 5 SD, kini harus menyandang status sebagai tergugat dalam sebuah sengketa hukum yang dilayangkan oleh kakek dan nenek kandung mereka sendiri.

ZI, bocah SD berusia 12 tahun digugat kakek dan neneknya sendiri ke PN Indramayu. Kakek dan neneknya ingin merebut rumah peninggalan ayah ZI yang telah meninggal dunia. [Suara.com]
ZI, bocah SD berusia 12 tahun digugat kakek dan neneknya sendiri ke PN Indramayu. Kakek dan neneknya ingin merebut rumah peninggalan ayah ZI yang telah meninggal dunia. [Suara.com]

Objek sengketa itu adalah rumah yang menjadi satu-satunya tempat mereka bernaung.

Rumah peninggalan almarhum ayah mereka, Suparto, yang telah mereka tinggali selama 15 tahun.

Bagi Heryatno dan ZI, rumah itu bukan sekadar bangunan, melainkan saksi bisu perjalanan hidup mereka, tempat mereka tumbuh besar di bawah asuhan sang ibu, Rastiah (37), setelah ayah mereka wafat.

Heryanto menceritakan, selama belasan tahun menempati rumah itu, tak pernah ada masalah.

baca juga

Hubungan dengan kakek dan neneknya pun berjalan harmonis, selayaknya hubungan cucu dengan orang tua dari ayah mereka.

Namun, kehangatan itu seolah sirna seketika saat surat panggilan dari Pengadilan Negeri Indramayu datang ke rumah mereka.

“Saya sendiri sangat menyayangkan. Kok nenek dan kakek tega bangetr sama saya dan adik," kata dia dengan suara bergetar, Minggu akhir pekan lalu (6/7/2025).

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemui ZI (12) bocah SD anak yatim yang digugat kakek-neneknya sendiri ke PN Indramayu, karena ingin merampas rumah peninggalan ayahnya. [Instagram/Dedi Mulyadi]
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemui ZI (12) bocah SD anak yatim yang digugat kakek-neneknya sendiri ke PN Indramayu, karena ingin merampas rumah peninggalan ayahnya. [Instagram/Dedi Mulyadi]

Ia tak habis pikir, bagaimana mungkin orang yang seharusnya menjadi pelindung dan panutan justru menjadi pihak yang ingin merenggut tempat tinggal mereka, bahkan dengan menyeret seorang anak kecil ke dalam pusaran konflik hukum.

Keinginannya sederhana, ia tidak menginginkan perang di pengadilan. Ia hanya merindukan kedamaian dan ketenangan keluarganya kembali.

“Saya ingin sekali masalah ini selesai secara damai. Supaya kami semua tenang, enggak terus berkepanjangan seperti ini,” ungkapnya penuh harap.

Gugatan ini secara resmi terdaftar di Pengadilan Negeri Indramayu dengan nomor perkara 34/Pdt.G/2025/PNIdm. Juru Bicara PN Indramayu, Adrian Anju Purba, membenarkan adanya perkara ini.

"Iya betul di PN Indramayu, sedang berlangsung perkaranya. ZI jadi tergugat ketiga," kata dia.

Ironi dari kasus ini semakin terasa saat sidang perdana digelar pada 2 Juli 2025. Majelis hakim terpaksa menunda persidangan karena ZI, sang tergugat cilik, tidak hadir di ruang sidang.

Sebuah pemandangan yang seharusnya tidak pernah terjadi di lembaga peradilan manapun. Sidang pun dijadwalkan ulang pada 16 Juli 2025, menanti kehadiran lengkap para pihak.

Di tengah keputusasaan, aksi simpatik ZI yang membentangkan spanduk minta tolong akhirnya sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Tersentuh oleh perjuangan bocah tersebut, Dedi Mulyadi langsung turun tangan. Ia mengundang ZI dan keluarganya ke kediamannya, memberikan dukungan moral dan bantuan nyata.

Dalam pertemuan itu terungkap, gugatan ini bisa terjadi karena adanya celah hukum.

Dokumen kepemilikan rumah tersebut ternyata masih atas nama nenek ZI dari pihak ayah. Hal inilah yang menjadi dasar bagi sang kakek dan nenek untuk menuntut hak atas rumah tersebut dan meminta cucu-cucunya sendiri untuk pergi.

Kini, berkat campur tangan Dedi Mulyadi, Zaki dan keluarganya mendapatkan pendampingan hukum gratis dari seorang pengacara yang bersedia membantu tanpa dibayar. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bocah SD Anak Yatim Digugat Kakek-Nenek, Dedi Mulyadi: Saya Bantu, Jangan Takut!

Bocah SD Anak Yatim Digugat Kakek-Nenek, Dedi Mulyadi: Saya Bantu, Jangan Takut!

News | Senin, 07 Juli 2025 | 14:50 WIB

Bocah SD Digugat Kakek-Neneknya ke Pengadilan, Terancam Kehilangan Rumah Almarhum Ayah

Bocah SD Digugat Kakek-Neneknya ke Pengadilan, Terancam Kehilangan Rumah Almarhum Ayah

News | Senin, 07 Juli 2025 | 14:29 WIB

Sekolah Swasta di Jabar Terancam Gulung Tikar Gara-gara Kebijakan 'Nyeleneh' Dedi Mulyadi?

Sekolah Swasta di Jabar Terancam Gulung Tikar Gara-gara Kebijakan 'Nyeleneh' Dedi Mulyadi?

News | Senin, 07 Juli 2025 | 12:49 WIB

Sekolah Swasta di Jawa Barat Terancam Bubar, Gegara Kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi?

Sekolah Swasta di Jawa Barat Terancam Bubar, Gegara Kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi?

News | Senin, 07 Juli 2025 | 11:17 WIB

Dedi Mulyadi Izinkan Kelas 50 Siswa di Jabar, P2G: Kualitas Pendidikan Bisa Hancur!

Dedi Mulyadi Izinkan Kelas 50 Siswa di Jabar, P2G: Kualitas Pendidikan Bisa Hancur!

News | Senin, 07 Juli 2025 | 10:20 WIB

Membongkar Akar Konflik Wagub Erwan dan Sekda Herman: Berebut Kewenangan atau Ada yang Lain?

Membongkar Akar Konflik Wagub Erwan dan Sekda Herman: Berebut Kewenangan atau Ada yang Lain?

News | Sabtu, 05 Juli 2025 | 16:35 WIB

Dedi Mulyadi Dobrak 'Aturan' Kelas 50 Siswa di SMA/SMK Negeri, Demi Pemerataan Pendidikan?

Dedi Mulyadi Dobrak 'Aturan' Kelas 50 Siswa di SMA/SMK Negeri, Demi Pemerataan Pendidikan?

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 22:39 WIB

Terkini

Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan

Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:34 WIB

Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi

Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:27 WIB

Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap

Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:18 WIB

Dunia Pelototi Kasus Pembunuhan Jurnalis Rico Pasaribu: Investigasi Bongkar Kejanggalan Serius

Dunia Pelototi Kasus Pembunuhan Jurnalis Rico Pasaribu: Investigasi Bongkar Kejanggalan Serius

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:06 WIB

DPRD DKI Gelar Rapat Paripurna HUT ke-499 Kota Jakarta

DPRD DKI Gelar Rapat Paripurna HUT ke-499 Kota Jakarta

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:04 WIB

Polemik Ijazah Jokowi Dinilai Memperkeruh Situasi Nasional, Komunikasi Presiden Ikut Tersorot

Polemik Ijazah Jokowi Dinilai Memperkeruh Situasi Nasional, Komunikasi Presiden Ikut Tersorot

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:02 WIB

PKB Heran Jokowi Mendadak Lempar Wacana Prabowo-Gibran 2 Periode: Kemajon!

PKB Heran Jokowi Mendadak Lempar Wacana Prabowo-Gibran 2 Periode: Kemajon!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:00 WIB

Kado HUT Jakarta ke-499, Stasiun KRL JIS Resmi Beroperasi!

Kado HUT Jakarta ke-499, Stasiun KRL JIS Resmi Beroperasi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 16:42 WIB

Langkah Tak Biasa Kapolri Listyo, Ziarah ke Makam Gus Dur hingga Soeharto Jadi Sorotan

Langkah Tak Biasa Kapolri Listyo, Ziarah ke Makam Gus Dur hingga Soeharto Jadi Sorotan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 16:40 WIB

Mencekam! Detik-detik BMW Listrik Diamuk Warga di Jakbar, Nekat Tancap Gas Meski Dihadang Barrier

Mencekam! Detik-detik BMW Listrik Diamuk Warga di Jakbar, Nekat Tancap Gas Meski Dihadang Barrier

News | Senin, 22 Juni 2026 | 16:35 WIB