Indonesia Dukung Mekanisme Pendanaan Baru untuk Hutan Tropis: Apa Itu TFFF dan Mengapa Penting?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 11 Juli 2025 | 13:22 WIB
Indonesia Dukung Mekanisme Pendanaan Baru untuk Hutan Tropis: Apa Itu TFFF dan Mengapa Penting?
Hutan hujan tropis di Pulau Kalimantan (Dok. Rendy K/Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Indonesia menyatakan dukungannya terhadap Tropical Forest Forever Facility (TFFF), sebuah skema pendanaan inovatif yang bertujuan menyelamatkan hutan tropis dengan pendekatan ekonomi. Langkah ini dinilai bisa memperkuat target iklim Indonesia melalui program FOLU Net Sink 2030.

TFFF dirancang untuk memberi insentif berbasis hasil kepada negara-negara tropis guna mencegah deforestasi dan degradasi hutan.

Skema ini menggunakan mekanisme blended finance, gabungan dana publik dan swasta, dengan potensi dana jangka panjang hingga 125 miliar dolar AS.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pelestarian hutan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Ilustrasi Hutan Hujan (unsplash/german rodriguez)
Ilustrasi Hutan Hujan (unsplash/german rodriguez)

Kementerian Luar Negeri RI menyambut pendekatan tersebut secara positif.

“TFFF diharapkan dapat membantu mengatasi kesenjangan pendanaan, mendukung pelestarian lingkungan, pertumbuhan ekonomi inklusif, dan pembangunan berkelanjutan melalui mekanisme blended finance (pendanaan campuran),” kata Juru Bicara Kemlu, Rolliansyah Soemirat, Kamis (10/7) seperti di

Rolliansyah atau Roy menyebut TFFF sebagai solusi yang bisa memperkuat sistem pendanaan konservasi hutan yang sudah ada. Sebagai pemilik hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, Indonesia memandang konservasi hutan sebagai prioritas moral dan strategis.

Meski demikian, ia menyoroti tantangan utama yang masih dihadapi.

“Pelindungan hutan tropis merupakan tanggung jawab moral semua negara, namun, pendanaan yang belum memadai dan inkonsistensi masih menjadi tantangan utama dalam konservasi dan pemberdayaan masyarakat adat dan lokal,” jelasnya.

baca juga

TFFF akan diluncurkan secara resmi dalam Konferensi Iklim PBB COP30 di Brasil pada November 2025. Saat ini, pembahasan teknis masih berlangsung, dan Indonesia aktif terlibat dalam diskusi.

“Apabila sudah selesai, maka harapannya Indonesia dapat memanfaatkan pembiayaan campuran melalui modalitas tersebut,” kata Roy.

TFFF juga diakui dalam Deklarasi Kerangka Kerja Pemimpin BRICS tentang Pendanaan Iklim yang dirilis 7 Juli 2025, sebagai salah satu instrumen yang menjanjikan untuk mendanai upaya konservasi hutan jangka panjang.

Program FOLU Net Sink 2030 yang didukung Indonesia menargetkan sektor kehutanan dan lahan menyerap lebih banyak emisi karbon daripada yang dilepaskan. Pendekatan TFFF dianggap mendukung upaya ini melalui pengurangan deforestasi, pengelolaan hutan berkelanjutan, dan rehabilitasi lahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turun Tangan di Kasus Diplomat Tewas, Ini Instruksi Khusus Kapolri ke Ditreskrimum Polda Metro

Turun Tangan di Kasus Diplomat Tewas, Ini Instruksi Khusus Kapolri ke Ditreskrimum Polda Metro

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 12:19 WIB

Pemerintah Mulai Kembali Tanam Jagung di Lahan Hutan Seluas 168 Ribu Hektare

Pemerintah Mulai Kembali Tanam Jagung di Lahan Hutan Seluas 168 Ribu Hektare

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 17:45 WIB

Yakin Dibunuh, Eks Pimpinan KPK Ungkap Misteri Lakban Mayat Diplomat Kemlu: Simbol Pembungkaman?

Yakin Dibunuh, Eks Pimpinan KPK Ungkap Misteri Lakban Mayat Diplomat Kemlu: Simbol Pembungkaman?

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 17:34 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×