Kebijakan Dedi Mulyadi Jelang MPLS di Jabar, Libatkan TNI/Polri, Siswa Masuk 6.30 WIB

Hairul Alwan

Jum'at, 11 Juli 2025 | 19:11 WIB
Kebijakan Dedi Mulyadi Jelang MPLS di Jabar, Libatkan TNI/Polri, Siswa Masuk 6.30 WIB
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi. [Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel]

Suara.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menggeber sejumlah kebijakan baru pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di provinsi yang ia pimpin.

Dedi Mulyadi mengatur MPLS di Jabar bakal melibatkan Tentara Nasional Indonesia/Polisi Republik Indonesia atau TNI/Polri. Tak hanya itu, jam masuk para siswa juga dimajukan yakni pada 06.30 WIB.

Untuk pelibatan personel TNI/Polri sendiri kabarnya dilakukan untuk penanaman karakter kebangsaan. Dua aturan Dedi Mulyadi pada tahun ajaran 2025/2026 itu menjadi babak baru bagi siswa SMA/SMK/MA sederajat di Jabar.

Sesuai arahan Gubernur Dedi Mulyadi, gerbang sekolah akan dibuka pukul 06.30 WIB, dan di hari-hari pertama, para siswa baru akan disambut tidak hanya oleh guru, tetapi juga oleh anggota TNI dan Polri.

Peran TNI/Polri saat pelaksanaan MPLS sendiri yakni untuk memberikan materi bela negara selama MPLS berlangsung.

Sekda Jawa Barat(Jabar), Herman Suryatman memberikan keterangan soal kebijakan Dedi Mulyadi soal pelibatan TNI/Polri dan jam masuk 06.30 WIB jelang MPLS di Kompleks Dinas Pendidikan Jawa Barat, Bandung, Kamis 10 Juli 2025.. ANTARA/Ricky Prayoga
Sekda Jawa Barat(Jabar), Herman Suryatman memberikan keterangan soal kebijakan Dedi Mulyadi soal pelibatan TNI/Polri dan jam masuk 06.30 WIB jelang MPLS di Kompleks Dinas Pendidikan Jawa Barat, Bandung, Kamis 10 Juli 2025.. ANTARA/Ricky Prayoga

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa penerapan jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB untuk jenjang SMA/SMK akan dimulai serentak dengan pelaksanaan MPLS pada 14 Juli 2025.

Pada MPLS di Provinsi Jabar kali ini akan melibatkan personel TNI dan Polri untuk mendampingi siswa baru selama lima hari ke depan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman mengatakan, pelibatan aparat saat MPLS di jabar bertujuan untuk pendidikan karakter, bukan militerisme.

Kata dia, setiap sekolah akan didampingi oleh 2 hingga 3 personel yang akan menyampaikan materi wawasan kebangsaan.

baca juga

"Kita kolaborasi dengan TNI. Jadi bukan militeristik, karena materinya materi bela negara, materi wawasan kebangsaan agar mereka punya tekad untuk menjemput masa depan," kata Herman usai rapat koordinasi dengan Kodam III Siliwangi dan Kodam Jayakarta.

Langkah ini merupakan bagian dari program "Gapura Panca Waluya" yang bertujuan untuk mencetak generasi muda Jabar unggul.

Dengan pendampingan ini, diharapkan siswa tidak hanya beradaptasi dengan lingkungan sekolah, tetapi juga terbangun jiwa patriotismenya.

"Jiwa kebangsaan akan muncul dan mereka akan satu tekad untuk jadi generasi Panca Waluya, generasi cageur, bageur, bener, pinter dan singer," ujarnya.

Terkait kebijakan jam masuk sekolah lebih pagi, Herman memastikan bahwa seluruh SMA/SMK yang berada di bawah kewenangan provinsi harus mulai menerapkannya sejak hari pertama MPLS.

Sementara untuk jenjang di bawahnya, seperti PAUD, SD, dan SMP, masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pemerintah kabupaten/kota.

"Untuk yang jadi kewenangan provinsi SMA, SMK, jelas dan tak ada persoalan, yang jadi kewenangan kabupaten/kota PAUD, SD, SMP, kami akan konsolidasikan dengan sekda dan kepala dinas setempat," ujarnya. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Kebijakan 50 Siswa di Jabar: Sekolah Swasta Terancam Kosong, DPR Desak Menteri Turun Tangan

Efek Kebijakan 50 Siswa di Jabar: Sekolah Swasta Terancam Kosong, DPR Desak Menteri Turun Tangan

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 20:17 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Lapangan Golf Gunung Salak : Banjir dari Bogor Tapi Proyek Orang Jakarta

Dedi Mulyadi Sindir Lapangan Golf Gunung Salak : Banjir dari Bogor Tapi Proyek Orang Jakarta

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 07:00 WIB

HP Hilang Saat Serahkan Lukisan ke Dedi Mulyadi, Pelukis Depok Ini Justru Dapat Rezeki Nomplok

HP Hilang Saat Serahkan Lukisan ke Dedi Mulyadi, Pelukis Depok Ini Justru Dapat Rezeki Nomplok

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 19:59 WIB

Kumpulan Jawaban Teka-Teki MPLS Lengkap: Ini Arti Buah Harajuku sampai Teh Band

Kumpulan Jawaban Teka-Teki MPLS Lengkap: Ini Arti Buah Harajuku sampai Teh Band

Lifestyle | Kamis, 10 Juli 2025 | 19:36 WIB

10 Jingle MPLS 2025 Ramah yang Kreatif: Lirik Mudah Dihafal, Suasana Jadi Meriah!

10 Jingle MPLS 2025 Ramah yang Kreatif: Lirik Mudah Dihafal, Suasana Jadi Meriah!

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 19:26 WIB

Jakarta Banjir, Gubernur Jabar Sebut Bendungan Ciawi Percuma Jika Hilir Tak Dibenah

Jakarta Banjir, Gubernur Jabar Sebut Bendungan Ciawi Percuma Jika Hilir Tak Dibenah

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:50 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

×