Saran Menohok Rocky Gerung untuk Gibran: Urus 'Brain Care' di Papua, Bukan Cuma Skincare!

Budi Arista Romadhoni

Sabtu, 12 Juli 2025 | 16:43 WIB
Saran Menohok Rocky Gerung untuk Gibran: Urus 'Brain Care' di Papua, Bukan Cuma Skincare!
Kolase foto Rocky Gerung dan Gibran Rakabuming Raka. Ia memberikan saran kepada wakil presiden. (tangkapan layar/ist)

Suara.com - Sinyal langkah politik putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menuju kontestasi nasional terus memantik perbincangan panas.

Di tengah sorotan itu, pengamat politik Rocky Gerung melontarkan kritik tajam yang menantang substansi Gibran sebagai calon pemimpin masa depan.

Bukan lagi sekadar soal elektabilitas atau popularitas, Rocky Gerung menyarankan Gibran untuk melakukan hal yang lebih fundamental: "magang" di Papua.

Menurutnya, ini adalah cara terbaik bagi Wali Kota Solo itu untuk mengasah 'brain care' (perawatan otak), ketimbang sibuk dengan citra superfisial seperti membagikan 'skincare'.

Sindiran keras ini dilontarkan Rocky Gerung saat berdiskusi di kanal YouTube Hendri Satrio Official, menyoroti batalnya rencana kunjungan Gibran ke Bumi Cenderawasih.

Papua sebagai Laboratorium Geopolitik Ideal untuk Gibran

Celurit Gibran Copot saat Panen Tebu
Celurit Gibran Copot saat Panen Tebu

Bagi Rocky Gerung, Papua bukanlah sekadar wilayah di ujung timur Indonesia. Ia melihatnya sebagai "laboratorium" yang sempurna bagi seorang calon pemimpin untuk belajar tentang seluk-beluk persoalan bangsa yang paling kompleks.

Dari isu geopolitik hingga krisis lingkungan, semua ada di sana.

"Kalau Gibran mau maju di tahun 2029, seharusnya dia pergi ke Papua untuk belajar geopolitik, etika lingkungan, dan budaya lokal," tegas Rocky Gerung dikutip pada Sabtu (12/7/2025).

Menurutnya, pengalaman langsung di Papua akan memberikan Gibran pemahaman yang tidak bisa didapat dari ruang rapat ber-AC di Jakarta.

Ia akan dihadapkan pada realitas ketegangan sosial, tantangan pembangunan, hingga kekayaan budaya yang luar biasa. Pemahaman ini, kata Rocky, adalah modal esensial yang harus dimiliki jika Gibran serius membidik kursi kepemimpinan nasional di masa depan.

Usul 'Magang' hingga 2029 dan Sentilan Isu Food Estate

Tak tanggung-tanggung, Rocky menyarankan Gibran mengambil periode waktu yang panjang untuk benar-benar menyelami isu-isu tersebut. Ia mengusulkan agar Gibran mempertimbangkan untuk tinggal dan belajar di Papua hingga pemilihan berikutnya.

"Dia bisa magang di Papua sampai 2029 dan belajar banyak hal di sana, termasuk soal food estate," katanya, menyentil salah satu program strategis pemerintah yang penuh kontroversi.

Saran "magang" ini menjadi simbol kritik terhadap politisi yang kerap melakukan kunjungan singkat hanya untuk pencitraan. Rocky Gerung mendorong Gibran untuk membuktikan kapasitasnya dengan terjun langsung, merasakan denyut nadi masalah, dan mencari solusi dari lapangan, bukan hanya dari laporan staf.

Kerugian di Pihak Gibran dan Sindiran 'Brain Care vs Skincare'

ilustrasi pemerintah indonesia (instagram/gibran_rakabuming)
ilustrasi pemerintah indonesia (instagram/gibran_rakabuming)

Pembatalan rencana Gibran mengunjungi Papua beberapa waktu lalu dinilai Rocky sebagai sebuah kerugian besar. Bukan bagi Papua, melainkan bagi Gibran sendiri yang kehilangan kesempatan emas untuk belajar dan bertumbuh secara politik.

"Pembatalan rencana Gibran ke Papua itu merugikan Gibran sendiri karena kehilangan kesempatan belajar," ujarnya.

Puncak dari kritiknya adalah perbandingan menohok antara substansi dan penampilan. Rocky Gerung menyarankan Gibran untuk mengubah prioritasnya, dari aktivitas yang berfokus pada citra menjadi upaya serius untuk memperkaya wawasan dan intelektualitas.

"Saya sarankan Gibran untuk fokus belajar di Papua daripada kembali ke Jakarta dan melakukan hal-hal seperti bagi-bagi skincare, karena yang dibutuhkan adalah 'brain care'," pungkas Rocky Gerung.

Pernyataan ini secara langsung menyindir kegiatan Gibran yang belum lama ini membagikan produk kecantikan kepada publik. Bagi Rocky, seorang calon pemimpin besar seharusnya disibukkan dengan "perawatan otak", membaca, berdiskusi, dan memahami isu-isu fundamental, bukan terjebak dalam politik pencitraan yang dangkal.

Kritik ini menjadi pengingat keras bahwa jalan menuju kepemimpinan nasional menuntut lebih dari sekadar popularitas dan logistik, melainkan kedalaman intelektual dan pemahaman otentik terhadap persoalan bangsa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blak-blakan! Syahganda Desak Prabowo 'Cuci Gudang' Kabinet Warisan Jokowi Demi Target 8 Persen

Blak-blakan! Syahganda Desak Prabowo 'Cuci Gudang' Kabinet Warisan Jokowi Demi Target 8 Persen

News | Sabtu, 12 Juli 2025 | 15:46 WIB

Cari Sleeping Mask untuk Kulit Kering? Cek 5 Pilihan Murah Ini, Harga Mulai Rp20 Ribuan

Cari Sleeping Mask untuk Kulit Kering? Cek 5 Pilihan Murah Ini, Harga Mulai Rp20 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 12 Juli 2025 | 14:56 WIB

Viva Milk Cleanser Perlu Dibilas atau Tidak? Simak Step yang Benar agar Hasil Maksimal

Viva Milk Cleanser Perlu Dibilas atau Tidak? Simak Step yang Benar agar Hasil Maksimal

Lifestyle | Sabtu, 12 Juli 2025 | 14:00 WIB

Terkini

Silmy Karim Tersangka, Pemerintah Belum Akan Tunjuk Wamen Imipas Baru

Silmy Karim Tersangka, Pemerintah Belum Akan Tunjuk Wamen Imipas Baru

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:37 WIB

Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi

Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:05 WIB

Sabtu Pagi, DPR dan Pemerintah Gelar Pertemuan Bahas Evaluasi Perkembangan Ekonomi

Sabtu Pagi, DPR dan Pemerintah Gelar Pertemuan Bahas Evaluasi Perkembangan Ekonomi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:01 WIB

Napas Jakarta Makin Berat, Pramono Serukan Tinggalkan Kendaraan Pribadi

Napas Jakarta Makin Berat, Pramono Serukan Tinggalkan Kendaraan Pribadi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:46 WIB

Rekomendasi Akhir Pekan di Jakarta: Dari Indofest hingga Pameran Keris Nasional

Rekomendasi Akhir Pekan di Jakarta: Dari Indofest hingga Pameran Keris Nasional

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:18 WIB

KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang

KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:00 WIB

Berjalan Sesuai Rencana, Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Permanen di Jambi Capai 70%

Berjalan Sesuai Rencana, Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Permanen di Jambi Capai 70%

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:47 WIB

Kawal Sekolah Rakyat: Ombudsman Beri Masukan Tata Kelola, Sarpras hingga SDM

Kawal Sekolah Rakyat: Ombudsman Beri Masukan Tata Kelola, Sarpras hingga SDM

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:41 WIB

Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet

Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:41 WIB

Jejak Silmy Karim Palak WNA dalam Proses Izin Tinggal

Jejak Silmy Karim Palak WNA dalam Proses Izin Tinggal

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:00 WIB