Sudirman Said: Jokowi Takut pada Riza Chalid di Drama Papa Minta Saham

Liberty Jemadu | Suara.com

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:35 WIB
Sudirman Said: Jokowi Takut pada Riza Chalid di Drama Papa Minta Saham
Sudirman Said saat masih menjabat sebagai Menteri ESDM membongkar skandal Papa Minta Saham yang melibatkan Muhammad Riza Chalid dan Setya Novanto. Di tengah jalan, ia dimarahi oleh Presiden Joko Widodo. [Suara.com]

Suara.com - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said membongkar peran Presiden ke-7 Joko Widodo dalam menguapnya kasus Papa Minta Saham pada 2015 lalu, yang nyaris saja menjerat pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid.

Sudirman, dalam podcast Terus Terang di channel Youtube Mahfud MD, mengatakan meski sejak awal diminta Jokowi untuk memberantas mafia minyak di Indonesia, tapi Jokowi pula yang kemudian mengisyaratkan agar kasus tersebut tak diperpanjang.

Riza Chalid dibahas kembali setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaa Agung dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah Pertamina. Ini adalah kali pertama Riza Chalid dijerat hukum, setelah berkali-kali lolos dalam beberapa kasus.

Pada awalnya, Sudirman bercerita ia sempat melihat harapan ketika Jokowi menunjuknya sebagai Menteri ESDM. Sebagai eks pegawai Pertamina yang pernah bertugas untuk membereskan mafia dari dalam, ia mengetahui betul para pemain yang mengatur bisnis haram di Pertamina.

Ketika itu Sudirman langsung bergerak melakukan audit terhadap Petral, perusahaan yang dikendalikan Riza Chalid. Ujungnya, Petral kemudian dibubarkan di era Presiden Jokowi.

Lalu ketika rekaman percakapan antara Riza Chalid dan Setya Novanto - yang belakangan dikenal dengan julukan Papa Minta Saham - juga diperoleh, Sudirman mendapat restu Jokowi untuk mengusut tuntas kasus yang di dalamnya Riza Chalid dan Setya Novanto mencatut nama presiden untuk meminta sejumlah saham Freeport.

Tetapi ketika rekaman itu diputar di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di DPR dan menjadi pusat perhatian publik, Jokowi mulai terganggu.

"Tetapi di tengah proses itu, tiba-tiba saya dipanggil presiden, Pak Jokowi. Saya ingat, itu hari Jumat. Karena berhentinya pertemuan karena azan salat Jumat," kenang Sudirman dalam podcast yang tayang perdana Selasa (15/7/2025).

Dalam pertemuan itu, tutur Sudirman, Jokowi dan dirinya duduk berhadap-hadapan. Sudirman mengatakan posisi itu tidak seperti biasaya. Soalnya, Jokowi biasayanya duduk di kepala meja, sementara para menteri di bagian samping.

"Gesture-nya memang sudah tidak bersahabat. Tidak nyaman," kenang Sudirman.

Ia mengatakan dalam pembicaraan itu, Jokowi berbicara sambil menutup mulut menggunakan salah satu tangannya.

"Ini terang-terangan saja, siapa di balik ini semua?" kata Sudirman, menirukan pertanyaan tajam Jokowi dalam pertemuan empat mata itu.

Sudirman yang terkejut, tidak segera merespons. Ia menarik napas panjang, sebelum menjawab atasannya itu.

"Pak Presiden, tidak ada yang memerintahkan. Ini adalah murni tanggung jawab saya sebagai profesional yang ditugasi membersihkan sektor ini. Dan seluruh langkah-langkah ke MKD, ke KPK itu sudah konsultasi dengan Pak Presiden dan Wakil Presiden," Sudirman mengulang jawabannya ketika itu, sembari berharap emosi Jokowi mereda.

Tetapi jawaban itu, demikian kata Sudirman, justru membuat Jokowi semakin meradang. Presiden ketika itu mengulang pertanyaan yang sama, dengan suara lebih keras.

"Enggak. Terus terang saja siapa yang menyuruh ini," Sudirman kembali mengulang pertanyaan Jokowi.

Sudirman kemudian menggunakan pendekatan lain agar bosnya tak lagi emosi, yakni menjawab dengan bahasa Jawa.

"Mboten, mboten Pak Presiden. Ini betul-betul tindakan saya sebagai penanggung jawab sektor," terang Sudirman.

Ia menduga, pertanyaan Jokowi itu bermula dari adanya dugaan bahwa dirinya digerakkan oleh orang atau kelompok yang lebih besar.

Sudirman mengakui ada dugaan bahwa ia merupakan kaki tangan wakil presiden ketika itu, Jusuf Kalla yang selain pengusaha, juga politikus Golkar sama seperti Setya Novanto.

Ia juga dekat dengan eks Dirut Pertamina, Ari Sumarno. Pada saat Ari menjabat sebagai orang nomor satu di Pertamina, Sudirman diminta untuk membereskan perusahaan minyak negara tersebut.

Kepada Jokowi, Sudirman menjelaskan ia memang berdiskusi dengan para tokoh senior tersebut, tetapi tidak satu pun dari mereka yang mengintervensi urusan kementerian.

"Bahkan kalau Bapak curiga mengenai Pak Wapres, tidak pernah sekalipun saya dipanggil Pak Wapres Yusuf Kalla untuk membicarakan bisnis beliau," pungkas Sudirman, yang kemudian membuat emosi Jokowi mereda.

Dalam kesempatan itu, Sudirman juga mengeluh pada Jokowi soal komentar Luhut Binsar Panjaitan - salah satu sekutu presiden dan anggota kabinet - di sebuah koran yang mengatakan ada "plot" di balik kasus Papa Minta Saham.

Tetapi jawaban Jokowi membuat Sudirman tercengang dan kehabisan kata.

"Oh iya, Pak Luhut harus berbicara seperti begitu karena kan temannya (Setya) Novanto," Sudirman lagi-lagi mengulang kata-kata Jokowi.

Tetapi yang lebih mengejutkan lagi, adalah ketika Jokowi akhirnya mengakui ia gentar menghadapi duo Riza Chalid dan Setya Novanto. Ketakutan itu disampaikan Jokowi saat mewanti-wanti Sudirman soal risiko dalam kasus Papa Minta Saham.

"Beliau mengatakan, pokoknya hati-hati saja karena ini kan yang namanya pekerjaan enggak ada yang sempurna, pasti ada risiko-risiko," terang Sudirman.

Kemudian Jokowi, yang saat itu masih menjabat sebagai presiden, kepada Sudirman Said mengatakan sebagai berikut:

"Ya itu nanti bagaimana? Novanto kan orang kuat. Sendirian saja kuat. Riza Chalid juga orang kuat. Kalau bersatu (bagaimana)?"

Sudirman mengatakan hal ini perlu diungkap ke publik saat ini, agar Presiden Prabowo Subianto bisa mengambil pelajaran. Karena Jokowi ketika itu, dengan power atas polisi, kejaksaan, intelijen dan militer, bahkan gentar di hadapan Riza Chalid serta Setya Novanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinyal Keras untuk Riza Chalid, Kejagung Siapkan Status DPO Jika Abai Panggilan sebagai Tersangka

Sinyal Keras untuk Riza Chalid, Kejagung Siapkan Status DPO Jika Abai Panggilan sebagai Tersangka

News | Senin, 14 Juli 2025 | 23:16 WIB

Riza Chalid Tersangka, Sudirman Said Sentil Nyali Penegak Hukum: Ini Soal Kemauan!

Riza Chalid Tersangka, Sudirman Said Sentil Nyali Penegak Hukum: Ini Soal Kemauan!

News | Senin, 14 Juli 2025 | 13:13 WIB

Ingat Lagi Jawaban Jaksa Agung era Jokowi saat Kejar Riza Chalid: Sulitlah, Dia Tidak Ada di Rumah!

Ingat Lagi Jawaban Jaksa Agung era Jokowi saat Kejar Riza Chalid: Sulitlah, Dia Tidak Ada di Rumah!

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 19:44 WIB

Dirut PT IBI Toto Nugroho Tersangka Bareng Riza Chalid, Pabrik Baterai Lanjut Terus?

Dirut PT IBI Toto Nugroho Tersangka Bareng Riza Chalid, Pabrik Baterai Lanjut Terus?

Bisnis | Jum'at, 11 Juli 2025 | 18:09 WIB

Penampakan Rumah Mewah Riza Chalid yang Jadi Tersangka Korupsi Pertamina

Penampakan Rumah Mewah Riza Chalid yang Jadi Tersangka Korupsi Pertamina

Bisnis | Jum'at, 11 Juli 2025 | 10:59 WIB

Terkini

Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika

Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:27 WIB

Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon

Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:21 WIB

Pramono Turun ke Kali, Ikut Angkat Ikan Sapu-Sapu yang Kuasai Perairan Jakarta

Pramono Turun ke Kali, Ikut Angkat Ikan Sapu-Sapu yang Kuasai Perairan Jakarta

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:06 WIB

Berkas Andrie Yunus Dilimpahkan ke Peradilan Militer, Anggota DPR: Ujian Besar Supremasi Hukum

Berkas Andrie Yunus Dilimpahkan ke Peradilan Militer, Anggota DPR: Ujian Besar Supremasi Hukum

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:05 WIB

Hobi Comot Kader Parpol Lain, PSI Dinilai Gagal Bangun Kader Sendiri

Hobi Comot Kader Parpol Lain, PSI Dinilai Gagal Bangun Kader Sendiri

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:50 WIB

Skandal Ketua Ombudsman Coreng Lembaga Independen, Desakan Reformasi Pengawasan Etik Menguat

Skandal Ketua Ombudsman Coreng Lembaga Independen, Desakan Reformasi Pengawasan Etik Menguat

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:43 WIB

Cek Fakta: Benarkah Israel Diserang Lebah? Ternyata di Sini Lokasinya

Cek Fakta: Benarkah Israel Diserang Lebah? Ternyata di Sini Lokasinya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:41 WIB

Petinggi Mossad Tegaskan Misi Gulingkan Iran Belum Selesai: Rezim Ini Harus Lenyap dari Dunia

Petinggi Mossad Tegaskan Misi Gulingkan Iran Belum Selesai: Rezim Ini Harus Lenyap dari Dunia

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:39 WIB

Berburu Cuan dari Hama, Petugas PPSU Dibayar Rp5.000 Tiap Tangkap Sekilo Ikan Sapu-sapu

Berburu Cuan dari Hama, Petugas PPSU Dibayar Rp5.000 Tiap Tangkap Sekilo Ikan Sapu-sapu

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:33 WIB

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Paruh Baya Tergeletak di Rumah Tangerang

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Paruh Baya Tergeletak di Rumah Tangerang

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:28 WIB