Prof Leonard Henuk Bongkar Kejanggalan Ijazah Jokowi, Seret UGM: Rektor Takut Temui Penggugat?

Budi Arista Romadhoni

Sabtu, 19 Juli 2025 | 09:40 WIB
Prof Leonard Henuk Bongkar Kejanggalan Ijazah Jokowi, Seret UGM: Rektor Takut Temui Penggugat?
Kawasan Kampus UGM Yogyakarta. [Suara.com/Putu Ayu P]

Suara.com -  Isu keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sempat mereda, kini kembali meletus menjadi bola panas. Keraguan publik tersulut lagi setelah Guru Besar Universitas Sumatera Utara (2021-2022), Profesor Yusuf Leonard Henuk, secara blak-blakan membeberkan analisis tajamnya yang menyudutkan Presiden dan almamaternya, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dalam sebuah diskusi di kanal YouTube "Forum Keadilan TV", Profesor Henuk tidak hanya menyuarakan keraguan, tetapi juga menunjuk sejumlah titik krusial yang dianggapnya sebagai kejanggalan fatal, menyeret kredibilitas UGM sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia.

Sorotan utama Henuk tertuju pada sikap diam Presiden Jokowi di tengah derasnya isu yang menyerang integritas akademisnya. Menurutnya, absennya klarifikasi langsung dari mantan orang nomor satu di Indonesia itu justru menjadi pemantik kecurigaan terbesar.

"Sudah lebih dari dua bulan ini tidak ada klarifikasi dari Pak Jokowi sendiri. Jadi saya meragukan keaslian ijazah beliau," ujar Henuk dengan tegasnya diukutip dari YouTube pada Sabtu (19/7/2025). 

Kejanggalan Data KKN dan Tudingan 'Mengaslikan' Ijazah

Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan ijazah Jokowi asli. (Suara.com/Faqihj)
Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan ijazah Jokowi asli. (Suara.com/Faqihj)

Bukan sekadar asumsi, Profesor Henuk memaparkan poin yang lebih teknis. Ia menyoroti adanya perbedaan informasi signifikan terkait data Kuliah Kerja Nyata (KKN) Jokowi. Kejanggalan ini, menurutnya, adalah celah fundamental yang sulit dibantah.

Lebih jauh, ia melontarkan tudingan serius yang menyasar langsung institusi UGM. Henuk menduga ada upaya 'mengaslikan' ijazah tersebut melalui proses pemindaian atau scan agar dokumen tampak otentik di mata publik.

"Saya meragukan keaslian ijazah Jokowi, menunjuk pada perbedaan informasi KKN dan dugaan ijazah di-scan lalu diupayakan agar terlihat asli oleh UGM," paparnya.

Pernyataan ini secara langsung mempertanyakan integritas UGM dalam menjaga arsip dan kebenaran data akademis mahasiswanya.

Sikap UGM Jadi Sorotan, Dianggap Takut Berdialog

Profesor Yusuf Leonard Henuk, Guru Besar Universitas Sumatera Utara (2021-2022), dalam program "Forum Keadilan TV". [YouTube]
Profesor Yusuf Leonard Henuk, Guru Besar Universitas Sumatera Utara (2021-2022), dalam program "Forum Keadilan TV". [YouTube]

Kritik tajam Henuk tidak berhenti pada Jokowi. Ia secara khusus menyoroti sikap UGM yang dinilainya defensif dan tidak transparan.

Pertanyaan besarnya adalah mengapa pucuk pimpinan UGM, yakni Rektor, tidak bersedia membuka ruang dialog dengan Rismon, sosok yang vokal menggugat keaslian ijazah tersebut.

"Ia mempertanyakan mengapa Rektor UGM tidak mau menemui Rismon yang ingin mengklarifikasi data," kata Henuk.

Keengganan ini, bagi sang profesor, mengesankan adanya upaya menutup-nutupi sesuatu dan memperkuat argumen pihak penggugat.

Bahkan, ia secara terbuka menilai data yang disodorkan oleh pihak Rismon jauh lebih meyakinkan. "Ia berpendapat bahwa argumen dan data yang diajukan oleh pihak Rismon lebih kuat," tambahnya.

Pandangan ini sejalan dengan persepsinya mengenai pergeseran opini publik. Henuk mengklaim, edukasi yang terus menerus dilakukan oleh para pengkritik berhasil mengubah pandangan masyarakat.

"Ia melihat adanya perubahan sikap publik, di mana awalnya 60% percaya ijazah asli, namun kini mayoritas meragukannya karena masyarakat teredukasi," jelasnya.

Profesor Henuk juga mengamati adanya dugaan upaya pengalihan isu yang dilakukan Presiden Jokowi. Ia merasa, Presiden seolah berlindung di balik wacana "agenda besar" negara untuk menghindar dari masalah personal ini.

"Ia menganggap Jokowi menghindar dari masalah ijazah dengan membuat wacana lain tentang agenda besar," tudingnya.

Sebagai bentuk keseriusannya, Profesor Henuk menyatakan akan terus menggali kebenaran ini dan berencana menuangkannya dalam sebuah buku bertajuk "Misteri Semua Ijazah Jokowi", yang akan mengupas tuntas riwayat pendidikan sang presiden dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Ijazah Jokowi, Profesor Henuk 'Tampar' Akademisi Lain: Boleh Salah, tapi Jangan Bohong!

Geger Ijazah Jokowi, Profesor Henuk 'Tampar' Akademisi Lain: Boleh Salah, tapi Jangan Bohong!

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 09:21 WIB

Profesor Yusuf Henuk: Pencabutan Pernyataan Sofyan Effendi Justru Perkuat Keraguan Ijazah Jokowi

Profesor Yusuf Henuk: Pencabutan Pernyataan Sofyan Effendi Justru Perkuat Keraguan Ijazah Jokowi

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 08:39 WIB

Soal Ijazah Joko Widodo, KAGAMA Dukung Penuh Sikap Rektorat UGM

Soal Ijazah Joko Widodo, KAGAMA Dukung Penuh Sikap Rektorat UGM

News | Jum'at, 18 Juli 2025 | 19:04 WIB

Terkini

Pengacara Bantah Silmy Karim 'Sulit Dicari': Tak Ada Panggilan, Tiba-Tiba Tersangka

Pengacara Bantah Silmy Karim 'Sulit Dicari': Tak Ada Panggilan, Tiba-Tiba Tersangka

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:01 WIB

Kontras Soroti Tren Baru Penghilangan Paksa Jangka Pendek untuk Teror Demonstran

Kontras Soroti Tren Baru Penghilangan Paksa Jangka Pendek untuk Teror Demonstran

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:53 WIB

CFD Kuningan Minggu Ini, Simak Rute Pengalihan Lalu Lintas Lengkapnya

CFD Kuningan Minggu Ini, Simak Rute Pengalihan Lalu Lintas Lengkapnya

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:44 WIB

RUU Polri Ubah Batas Pensiun Anggota, Kapolri Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden

RUU Polri Ubah Batas Pensiun Anggota, Kapolri Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:39 WIB

Hanya untuk Pemilik KTP Jakarta, Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja

Hanya untuk Pemilik KTP Jakarta, Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:38 WIB

Mengapa Mama Sinta Minta Perlindungan LPSK Usai Laporkan Film Pesta Babi?

Mengapa Mama Sinta Minta Perlindungan LPSK Usai Laporkan Film Pesta Babi?

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:33 WIB

Kontras Ungkap Pola Penghilangan Paksa di Indonesia, Aktor Militer Disebut Dominan

Kontras Ungkap Pola Penghilangan Paksa di Indonesia, Aktor Militer Disebut Dominan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:32 WIB

RUU Polri Atur Penempatan Polisi di Luar Institusi, Ini Perbedaan Usulan DPR dan Pemerintah

RUU Polri Atur Penempatan Polisi di Luar Institusi, Ini Perbedaan Usulan DPR dan Pemerintah

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:20 WIB

Jelang Duel Indonesia vs Oman, Polisi Kerahkan 1.400 Personel dan Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Jelang Duel Indonesia vs Oman, Polisi Kerahkan 1.400 Personel dan Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:55 WIB

Dijaga Ketat Brimob Bersenjata Laras Panjang, Rumah Silmy Karim Masih Digeledah KPK Sore Ini

Dijaga Ketat Brimob Bersenjata Laras Panjang, Rumah Silmy Karim Masih Digeledah KPK Sore Ini

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:51 WIB