Pengakuan Mengejutkan Pendiri PSI: Ada Ultimatum 'Dapatkan Jokowi atau Kubur Partai'

Andi Ahmad S

Sabtu, 19 Juli 2025 | 19:03 WIB
Pengakuan Mengejutkan Pendiri PSI: Ada Ultimatum 'Dapatkan Jokowi atau Kubur Partai'
Kaesang Pangarep bersama dua pesaingnya usai dinyatakan menang sebagai Ketua Umum PSI periode 2025-2030 melalui Kongres PSI di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/7/2025). (ANTARA/Aris Wasita)

Suara.com - Sebuah pengakuan blak-blakan yang menggetarkan datang dari mimbar Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina PSI, Jeffrie Geovanni, membuka sebuah "rahasia dapur" yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik di kalangan elite politik.

Ia dengan tegas menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai tokoh yang telah menyelamatkan PSI dari jurang kematian.

Namun, ini bukan sekadar ucapan terima kasih. Pidato Jeffrie di Solo pada Sabtu (19/7) mengungkap sebuah drama keputusasaan, ultimatum internal, dan misi "hampir mustahil" yang menjadi titik balik nasib partai berlambang mawar tersebut.

"Dapatkan Anak Jokowi atau Kita Lakukan Pemakaman PSI"

Jeffrie melukiskan betapa terpuruknya kondisi PSI menjelang Pemilu 2024. Survei elektabilitas mereka tak pernah mampu beranjak dari angka 0,5 persen, sebuah sinyal bahaya yang menunjukkan minimnya kepercayaan publik.

Di titik nadir itulah, Jeffrie memberikan sebuah ultimatum yang keras dan tak bisa ditawar kepada para petinggi partai.

Ia meminta Grace Natalie, Raja Juli Antoni, dan jajaran lainnya untuk melakukan satu hal mendapatkan dukungan langsung dari Jokowi atau salah satu anggota keluarganya. Jika gagal, maka riwayat PSI harus diakhiri.

"Saya pernah sampaikan kepada teman-teman saat itu. Raja Juli Antoni, Grace Natalie, Andi Saiful Haq, Endang Tirtana, kalau kalian enggak dapat anaknya pak Jokowi atau menantunya, atau pak Jokowi sendiri, kita harus melakukan pemakaman terhadap PSI," kata Jeffrie dengan nada serius saat berpidato.

Ultimatum yang disampaikan pada 2023 itu, kata Jeffrie, adalah satu-satunya jalan keluar. Menurutnya, hanya "efek Jokowi" yang bisa menjadi defibrilator untuk menghidupkan kembali jantung partai yang nyaris berhenti berdetak.

baca juga

Drama di Balik Pendekatan, WA Kaesang Dibaca, Tak Dibalas

Pengakuan Jeffrie juga menyingkap sisi manusiawi di balik lobi politik tingkat tinggi. Ia menceritakan bagaimana Raja Juli Antoni, yang kini menjadi Wakil Menteri ATR/BPN, berjuang mendekati Kaesang Pangarep.

Pesan-pesan WhatsApp yang dikirim Raja Juli kepada Kaesang kerap hanya berakhir dengan dua centang biru, tanpa balasan. Sebuah penantian yang membuat salah satu pentolan PSI itu nyaris putus asa.

"Raja Juli Antoni saat itu kalau update ke saya hampir setengah menangis. 'Enggak bisa dihubungi bang, sudah di WA sudah dibaca tapi enggak dibalas balas' ya kira-kira itu yang terjadi," ungkap Jeffrie menirukan keluh kesah Raja Juli saat itu.

Kisah ini menunjukkan betapa besar pertaruhan dan harapan yang digantungkan PSI pada keluarga Jokowi. Kegagalan mendekati Kaesang bisa berarti akhir dari segalanya.

Namun, sejarah mencatat, misi itu akhirnya berhasil. Kaesang Pangarep resmi menjadi Ketua Umum, dan meski gagal menembus parlemen, PSI kini mampu menempatkan kadernya di jajaran kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Pengakuan Jeffrie ini menjadi konfirmasi telak bahwa di balik citra partai anak muda yang modern, ada sebuah strategi bertahan hidup yang sangat pragmatis dan bertumpu pada satu dinasti politik. [Antara].

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jeffrie Ancam 'Pemakaman' PSI Jika Tak Ada Campur Tangan Jokowi

Jeffrie Ancam 'Pemakaman' PSI Jika Tak Ada Campur Tangan Jokowi

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 16:58 WIB

Jokowi Pernah Pamerkan STNK, Dokter Tifa Sentil Ijazah: Kalau Asli Pasti Bangga

Jokowi Pernah Pamerkan STNK, Dokter Tifa Sentil Ijazah: Kalau Asli Pasti Bangga

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 16:49 WIB

Profil Bro Ron, Caketum PSI Sempat Pede Menang Kini Kalah Telak dari Kaesang

Profil Bro Ron, Caketum PSI Sempat Pede Menang Kini Kalah Telak dari Kaesang

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 16:38 WIB

Bongkar Rahasia Dapur PSI: Jeffrie Geovanie Ungkap Ultimatum 'Dapatkan Jokowi atau Kubur Partai'

Bongkar Rahasia Dapur PSI: Jeffrie Geovanie Ungkap Ultimatum 'Dapatkan Jokowi atau Kubur Partai'

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 16:13 WIB

Diduga Ijazahnya Palsu, Jokowi Kini Jadi Olok-olok Sopir Truk

Diduga Ijazahnya Palsu, Jokowi Kini Jadi Olok-olok Sopir Truk

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 16:13 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×