Mendikdasmen Tolak Usulan BGN Soal Pendidikan Gizi Masuk Kurikulum, Ini Alasannya

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Minggu, 20 Juli 2025 | 16:35 WIB
Mendikdasmen Tolak Usulan BGN Soal Pendidikan Gizi Masuk Kurikulum, Ini Alasannya
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Abdul Mu’ti menolak usulan BGN agar pendidikan gizi masuk ke dalam kurikulum nasional. Hal itu disampaikan Mu'ti usai menghadiri rangkaian acara Hari Anak Nasional di area car free day Bundaran HI, Jakarta, Minggu (20/7/2025). [Suara.com/Lilis]

Suara.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Abdul Mu’ti menolak usulan Badan Gizi Nasional atau BGN yang meminta agar pendidikan gizi masuk ke dalam kurikulum pendidikan nasional. 

Menurut Mu’ti, pemahaman tentang kurikulum perlu diluruskan agar tidak semua aspek harus diformalkan dalam bentuk mata pelajaran.

Mu’ti menegaskan bahwa aspek gizi, seperti halnya dalam program makan bergizi gratis sudah menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang menyeluruh. Contohnya, kegiatan makan bersama bisa dimaknai sebagai ruang pembelajaran nilai-nilai spiritual, sosial, hingga kepemimpinan.

"Pemahaman kurikulumnya yang perlu diluruskan ya. Saya mengatakan sejak awal, makan bergizi gratis itu juga bagian dari penanaman pendidikan karakter, misalnya selalu berdoa sebelum makan itu kan nilai-nilai spiritual," ujar Mu'ti ditemui usai menghadiri rangkaian acara Hari Anak Nasional di area car free day Bundaran HI, Jakarta, Minggu (20/7/2025).

Ia menambahkan, di sejumlah sekolah yang sudah menerapkan program makan bersama, kegiatan tersebut dikemas sebagai pembiasaan nilai, bukan sekadar pengetahuan. Siswa dijadwalkan mengambil makanan, memimpin doa, dan menjaga kebersihan sebagai bagian dari proses belajar yang bersifat kontekstual.

Mu’ti menilai pendekatan seperti itu lebih efektif dibandingkan menambah mata pelajaran baru. Menurutnya, jika semua hal diformalkan dalam bentuk pelajaran, ada risiko pendidikan hanya berakhir pada tataran pengetahuan, bukan perilaku.

"Kalau nanti bentuknya mata pelajaran, ujung-ujungnya hanya pengetahuan tapi tidak pada perilaku. Jadi pendidikan itu adalah proses kita membentuk perilaku melalui kebiasaan dan pembiasaan," ujarnya.

Mu’ti juga menyinggung pentingnya etika dalam aktivitas makan sehari-hari, seperti table manner atau sopan santun saat makan. Namun lagi-lagi, ia menekankan bahwa hal-hal semacam ini cukup dibentuk melalui budaya sekolah, bukan diajarkan lewat kelas formal.

"Kalau makan jangan bersuara, itu kan etika. Itu tidak usah diajarkan, dibiasakan saja," tuturnya.

baca juga

Dengan demikian, pemerintah mendorong pendidikan nilai dan etika terkait gizi dan perilaku makan sehat berjalan melalui proses keseharian dan lingkungan sekolah yang mendukung, bukan melalui kurikulum yang bertambah beban secara formal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BGN Beberkan Alasan Pendidikan Gizi Masuk Kurikulum Sekolah

BGN Beberkan Alasan Pendidikan Gizi Masuk Kurikulum Sekolah

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 13:01 WIB

Pendidikan Erika Carlina, Selebgram Doyan Party Berujung Hamil di Luar Nikah

Pendidikan Erika Carlina, Selebgram Doyan Party Berujung Hamil di Luar Nikah

Entertainment | Sabtu, 19 Juli 2025 | 11:16 WIB

MK Tolak Syarat Minimal S1 Bagi Capres-Cawapres, HNW: Tetap Harus Ada Rambu-rambu Syarat Pendidikan

MK Tolak Syarat Minimal S1 Bagi Capres-Cawapres, HNW: Tetap Harus Ada Rambu-rambu Syarat Pendidikan

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 08:46 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×