Di Balik Kabar Lima Siswa Kabur, Gus Ipul Ungkap Kegelisahan Anak-Anak Sekolah Rakyat

Sabtu, 26 Juli 2025 | 10:36 WIB
Di Balik Kabar Lima Siswa Kabur, Gus Ipul Ungkap Kegelisahan Anak-Anak Sekolah Rakyat
Sejumlah siswa baru saat mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Sulawesi Tenggara, Senin (14/7/2025). [ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU]

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Sekolah Rakyat di Temanggung, di mana lima siswanya dilaporkan melarikan diri.

Namun, di balik berita yang terkesan dramatis itu, tersimpan kisah tentang perjuangan adaptasi anak-anak yang jauh dari rumah.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), meluruskan kabar tersebut dan mengajak publik untuk melihatnya dari sudut pandang yang lebih manusiawi.

Menurut Gus Ipul, para siswa ini tidak sedang membangkang, melainkan tengah berjuang melawan rasa rindu dan kegalauan di lingkungan baru.

Proses penyesuaian di asrama ternyata menjadi tantangan besar bagi mereka.

"Tidak melarikan diri. Jadi mereka tidak kerasan karena mungkin masih masa-masa penyesuaian. Ya memang ada lima, dari lima itu sudah ada yang melarikan diri," ucap Gus Ipul kepada wartawan di Gedung Kemensos, Jakarta, Jumat (25/7/2025), memberikan gambaran betapa beratnya masa transisi ini bagi sebagian anak.

Situasi menjadi lebih kompleks ketika keinginan orang tua tidak sejalan dengan kesiapan mental sang anak.

Ada orang tua yang sangat berharap anaknya bisa menimba ilmu di Sekolah Rakyat, namun sang anak masih belum mampu melepaskan kehangatan rumah.

"Nah yang tiga ini, orangtuanya masih tetap ingin sekolah di sana, tapi anaknya yang tidak berkenan," ujar Gus Ipul.

Baca Juga: Prabowo Lebih Prioritaskan MBG hingga Sekolah Rakyat, IKN Apa Kabar?

Menghadapi kenyataan ini, Kementerian Sosial memilih untuk tidak bersikap kaku.

Gus Ipul menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan ruang dan waktu bagi anak-anak tersebut untuk beradaptasi.

Pendekatan yang mengedepankan kesabaran ini menunjukkan pemahaman mendalam terhadap kondisi psikologis mereka.

“Kita coba beri waktu beberapa saat, jika nanti masih belum mau kembali, karena kita tidak bisa maksa, akan diganti. Kemudian siswa-siswa yang lain yang sudah siap untuk menggantikan,” katanya.

Gus Ipul menambahkan, kendala seperti sakit, belum betah tinggal di asrama, atau terus teringat orang tua adalah hal yang wajar terjadi dalam proses adaptasi ini.

Karena itu, pendampingan penuh menjadi kunci. Tak tanggung-tanggung, Kemensos mengerahkan tim ahli untuk membantu anak-anak melewati masa sulit ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI