Pertarungan Ahli Forensik Digital di Kasus Ijazah Jokowi, Rismon Sekakmat Lewat Insiden Besar Dunia

Lintang Siltya Utami

Selasa, 29 Juli 2025 | 12:25 WIB
Pertarungan Ahli Forensik Digital di Kasus Ijazah Jokowi, Rismon Sekakmat Lewat Insiden Besar Dunia
Potret Rismon Sianipar. [Suara.com/Ari Welianto]

Suara.com - Ahli forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar yang vokal dalam mempertanyakan keaslian ijazah milik mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi menanggapi pernyataan Josua M Sinambela, ahli forensik digital yang membela pihak Jokowi.

Sebelumnya, Josua Sinambela menuding jika ijazah milik Rismon Sianipar dari Universitas Yamaguchi di Jepang adalah palsu. Selain itu, ia juga mengklaim dirinya sebagai pakar forensik terhebat di dunia dan menyebut bahwa dokumen analog hanya bisa dianalisa secara analog.

Jejak digital mengungkap bahwa Josua Sinambela juga sempat membongkar kebohonga Roy Suryo Cs pada awal Juni 2025.

Namun kini, Rismon Sianipar angkat bicara dan memberikan sejumlah kasus tingkat internasional yang diselesaikan menggunakan analisis forensik digital.

Hal itu dibeberkannya melalui akun X resminya @Sianipar Rismon. Ia memberikan setidaknya lima insiden besar dunia yang menggunakan teknik forensik digital.

"Selain kasus ijazah Jokowi, 5 kasus besar dunia, digital forensics buktikan dokumen analog palsu," cuit Rismon Sianipar.

Salah satu kasus yang paling populer adalah Hitler Diaries pada 1983. Rismon Sianipar menjelaskan bahwa teknik forensik digital digunakan untuk mengungkap pemalsuan dokumen analog yang diklaim sebagai buku harian asli Adolf Hitler.

"Salah satu teknik utama adalah image forensics berbasis pemindaian resolusi tinggi, yang memungkinkan para ahli menganalisis dengan sangat rinci elemen-elemen fisik seperti jenis tinta, kualitas kertas, dan pola penulisan. Dengan menggunakan digital microscopy dan spectral imaging, mereka mendeteksi bahwa tinta dalam buku tersebut mengandung bahan kimia modern yang belum tersedia pada era 1940-an," jelas Rismon Sianipar.

Selain itu, kasus internasional lainnya yang menggunakan teknik digital forensik adalah Kilian Documents pada 2004 yang berfokus pada analisis tipografi digital untuk membuktikan bahwa dokumen-dokumen yang diklaim berasal dari tahun 1970-an adalah hasil pemalsuan modern.

baca juga

"Selain itu, forensik digital juga digunakan untuk menganalisis struktur dan posisi karakter, seperti tinggi huruf, jarak antar karakter, dan alignment teks secara digital," sambung Rismon Sianipar.

Tak hanya itu, teknik serupa juga digunakan dalam kasus The Zinoviev Letter Hoax untuk meninjau ulang keaslian dokumen politik yang pertama kali muncul pada 1924. Surat tersebut rupanya sempat diterbitkan oleh pers Inggris menjelang pemilu dan memicu krisis politik besar.

Menurut Rismon Sianipar dalam kasus tersebut, walaupun dokumen aslinya bersifat analog, namun salinannya dianalisis secara digital menggunakan pemindaian resolusi tinggi dan optical character recognition (OCR) untuk mengonversi teks ke format yang dapat dianalisis komputer.

Adapun dua kasus global lainnya yang dianalisis menggunakan forensik digital adalah The Protocols of the Elders of Zion dan Declaration of Independence Copy Hoax.

Pada kasus pertama, teknik forensik digital digunakan untuk membuktikan bahwa dokumen tersebut adalah hasil plagiarisme dan fabrikasi politik. Meskipun dokumen aslinya bersifat analog dan muncul pada akhir abad ke-19 di Rusia, tetapi peneliti kontemporer memindainya menggunakan OCR untuk mengubah isi dokumen menjadi teks digital.

Sedangkan pada kasus kedua, forensik digital digunakan untuk menentukan keaslian dokumen analog yang diklaim sebagai salinan asli dari tahun 1776, di mana teknik yang digunakan adalah hyperspectral imaging yang dapat mengungkap karakteristik fisik tersembunyi dalam dokumen, seperti komposisi kimia tinta dan kertas hingga perubahan mikroskopis akibat penuaan alami.

Oleh karena itu, Rismon Sianipar pun meminta agar masyarakat tidak tergiring opini dan mencari tahu lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Partai Biru' Disebut Jadi Dalam Isu Ijazah Jokowi, Demokrat Ancam Tempuh Jalur Hukum

'Partai Biru' Disebut Jadi Dalam Isu Ijazah Jokowi, Demokrat Ancam Tempuh Jalur Hukum

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 12:09 WIB

Isu Ijazah Jokowi Kini Seret Demokrat: Ibas Meradang, Kaesang Jawab Santai

Isu Ijazah Jokowi Kini Seret Demokrat: Ibas Meradang, Kaesang Jawab Santai

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 12:02 WIB

UGM Buka Suara Soal Reuni Jokowi dan Isu Ijazah: Inisiatif Alumni atau Ada Agenda Lain?

UGM Buka Suara Soal Reuni Jokowi dan Isu Ijazah: Inisiatif Alumni atau Ada Agenda Lain?

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 11:34 WIB

Terkini

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:37 WIB

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:30 WIB

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:10 WIB

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:04 WIB

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:00 WIB

Cara Membersihkan Mesin Cuci 1 Tabung Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah

Cara Membersihkan Mesin Cuci 1 Tabung Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 07:58 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 07:43 WIB

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

News | Minggu, 01 November 2026 | 07:37 WIB

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:30 WIB

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 07:07 WIB

×