Operasi Rahasia Mossad Digagalkan Intelijen Iran

Wakos Reza Gautama

Selasa, 29 Juli 2025 | 22:50 WIB
Operasi Rahasia Mossad Digagalkan Intelijen Iran
Intelijen Iran menggagalkan operasi rahasia Mossad. [istimewa]

Suara.com - Eskalasi konflik terselubung yang mematikan antara Iran dan Israel kembali mencapai titik didih. Kementerian Intelijen Iran merilis pernyataan mengejutkan.

Dalam pernyataannya, Intelijen Iran menuduh dinas intelijen Israel, Mossad, mendalangi sebuah rencana besar untuk memicu kerusuhan berdarah di jantung ibu kota, Teheran.

Rencana tersebut diduga akan memanfaatkan momentum serangan brutal terhadap Penjara Evin yang terjadi bulan sebelumnya, yang menewaskan puluhan orang.

Klaim ini bukan sekadar tuduhan biasa, melainkan sebuah penegasan bahwa "perang bayangan" yang selama bertahun-tahun dimainkan kedua negara melalui sabotase, serangan siber, dan pembunuhan rahasia, kini semakin berani menyasar target-target sipil dan berpotensi memicu kekacauan massal.

Dalam pernyataan resminya pada hari Senin (28/7/2025), Kementerian Intelijen Iran secara gamblang menyebut konspirasi ini dirancang oleh kelompok "oposisi pro-monarki" yang bergerak di bawah arahan dan dukungan penuh dari Mossad.

"Telah diambil tindakan untuk 'menemukan dan menggagalkan rencana kelompok pro-monarki yang bergerak di bawah Mossad ... untuk mengirim pasukan ke Teheran pada 22 Juni untuk melancarkan serangan teror keesokan harinya,'" demikian bunyi pernyataan keras dari kementerian tersebut dikutip dari ANTARA.

Targetnya pun bukan sembarangan. Selain Penjara Evin yang sarat muatan politis, sejumlah fasilitas militer dan pusat penegakan hukum di sekitarnya juga masuk dalam daftar sasaran.

Tujuannya jelas: menciptakan chaos maksimal di pusat pemerintahan Iran. Otoritas Iran mengklaim telah melakukan operasi penumpasan besar-besaran, menangkap lebih dari 120 orang yang disebut sebagai "tentara bayaran" di 23 wilayah berbeda di seluruh negeri.

Lanjutan dari Serangan Mematikan di Penjara Evin

baca juga

Tuduhan ini menjadi lebih mengerikan karena terkait langsung dengan insiden nyata yang terjadi pada bulan Juni lalu.

Media Iran sebelumnya melaporkan bahwa Israel telah melancarkan serangan ke beberapa wilayah di Teheran, dengan Penjara Evin menjadi salah satu target utama.

Menurut laporan kantor berita Tasnim, sebagian kantor administrasi penjara hancur lebur akibat pengeboman tersebut.

Beberapa hari setelah serangan, juru bicara kehaksiian Iran, Ashgar Jahangir, mengumumkan angka korban jiwa yang mengerikan: 71 orang tewas akibat serangan Israel terhadap penjara tersebut, terdiri dari tahanan, staf, dan pengunjung.

Rencana kerusuhan yang baru digagalkan ini seolah menjadi upaya untuk menuang bensin ke dalam api yang sudah berkobar.

Insiden ini adalah puncak gunung es dari permusuhan panjang antara Teheran dan Tel Aviv. Selama lebih dari satu dekade, perang bayangan mereka telah memakan korban dan menimbulkan kerusakan signifikan:

  • Sabotase Nuklir: Fasilitas pengayaan uranium Iran di Natanz dan Fordow berulang kali menjadi sasaran serangan siber canggih seperti Stuxnet dan ledakan misterius yang diduga kuat didalangi Israel.
  • Pembunuhan Ilmuwan: Sejumlah ilmuwan nuklir terkemuka Iran, termasuk Mohsen Fakhrizadeh, tewas dalam serangan terencana yang memiliki ciri khas operasi Mossad.
  • Serangan di Suriah: Israel secara rutin melancarkan serangan udara terhadap target-target militer Iran dan proksi-proksinya di Suriah untuk mencegah Teheran membangun pijakan militer di perbatasannya.
  • Eskalasi Terbuka: Konflik ini mencapai level baru yang berbahaya ketika Israel menyerang konsulat Iran di Damaskus, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan ratusan drone dan rudal langsung ke wilayah Israel untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Klaim Iran mengenai rencana kerusuhan yang didalangi Mossad ini, terlepas dari kebenarannya, menunjukkan betapa berbahayanya fase konflik saat ini.

Pertarungan tidak lagi hanya terjadi di fasilitas militer terpencil atau di dunia maya, tetapi telah merangsek ke jantung kota dengan potensi menimbulkan korban sipil massal, menyeret seluruh kawasan Timur Tengah ke ambang perang terbuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: TNI Tantang Israel Perang Besar

CEK FAKTA: TNI Tantang Israel Perang Besar

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 15:17 WIB

CEK FAKTA: Rudal TNI AU Diklaim Mirip Punya Iran

CEK FAKTA: Rudal TNI AU Diklaim Mirip Punya Iran

News | Minggu, 27 Juli 2025 | 15:04 WIB

Penganguran, Pemain Keturunan Indonesia Ini Disebut Cocok Main di Israel

Penganguran, Pemain Keturunan Indonesia Ini Disebut Cocok Main di Israel

Bola | Sabtu, 26 Juli 2025 | 11:55 WIB

CEK FAKTA: Heboh TNI Tangkap Intelijen Israel di Selat Sunda, Benarkah?

CEK FAKTA: Heboh TNI Tangkap Intelijen Israel di Selat Sunda, Benarkah?

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 21:52 WIB

CEK FAKTA: TNI Dituding Eksekusi 20 Tentara Israel dan AS di Gaza Selatan

CEK FAKTA: TNI Dituding Eksekusi 20 Tentara Israel dan AS di Gaza Selatan

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 18:40 WIB

Terkini

Meki Nawipa Luncurkan Program Bangkit Papua Tengah, Fokus Cetak Generasi Unggul

Meki Nawipa Luncurkan Program Bangkit Papua Tengah, Fokus Cetak Generasi Unggul

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:50 WIB

Kalah Taruhan Rp50 Juta, FIFA Dituding Ubah Skenario Juara Piala Dunia 2026

Kalah Taruhan Rp50 Juta, FIFA Dituding Ubah Skenario Juara Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:49 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.940 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terkuat di Asia

Rupiah Menguat ke Rp17.940 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terkuat di Asia

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:47 WIB

Momentum Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2.601.000 per Gram

Momentum Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2.601.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:45 WIB

4 Sepatu Lari Terbaik untuk Jarak 5-10K, Nyaman Dipakai Daily Trainer hingga Race

4 Sepatu Lari Terbaik untuk Jarak 5-10K, Nyaman Dipakai Daily Trainer hingga Race

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:43 WIB

Istri Solehah, Kata-kata Antonela Roccuzzo untuk Messi: Kamu Tetap Suami Terbaik

Istri Solehah, Kata-kata Antonela Roccuzzo untuk Messi: Kamu Tetap Suami Terbaik

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:42 WIB

Ambisi Besar Balsa Sekulic Bersama Persib Bandung, Tak Sabar Tampil di Kompetisi Asia

Ambisi Besar Balsa Sekulic Bersama Persib Bandung, Tak Sabar Tampil di Kompetisi Asia

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:40 WIB

Jangan Impor Terus, Potensi Tambak Garam Belum Terserap Pemerintah

Jangan Impor Terus, Potensi Tambak Garam Belum Terserap Pemerintah

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:37 WIB

Hari Anak Nasional, Gus Ipul: Sekolah Rakyat Ada untuk Memenuhi Hak Anak

Hari Anak Nasional, Gus Ipul: Sekolah Rakyat Ada untuk Memenuhi Hak Anak

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:32 WIB

Mengapa Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026?

Mengapa Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026?

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:30 WIB

×