Roy Suryo Bongkar Sinyal 'Warna Biru' di Balik Isu Ijazah Jokowi, Sebut Ada Upaya Adu Domba

Budi Arista Romadhoni

Rabu, 30 Juli 2025 | 07:38 WIB
Roy Suryo Bongkar Sinyal 'Warna Biru' di Balik Isu Ijazah Jokowi, Sebut Ada Upaya Adu Domba
Kolase Roy Suryo dan ijazah Jokowi. (dok. Suara.com)

Suara.com - Isu panas soal keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membara dengan babak baru yang lebih politis. Pakar telematika Roy Suryo secara mengejutkan menuding ada campur tangan "warna biru" yang sengaja mengompori dan menyeret namanya ke dalam pusaran kontroversi ini.

Dalam sesi podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini mengungkap adanya upaya sistematis untuk menggeser isu teknis pembuktian ijazah menjadi arena pertarungan politik. Tudingan ini sontak memicu spekulasi liar mengenai siapa aktor di balik manuver tersebut.

Roy Suryo tak ragu menunjuk hidung pihak-pihak yang ia sebut sebagai "bidak-bidak" dalam permainan ini. Menurutnya, sosok seperti Adik Kurniawan dan Silvester yang "berbicara tentang biru" seolah mendapat "blue light" atau restu dari kekuatan tertentu.

"Warna biru" ini secara implisit mengarah pada kelompok atau partai politik dengan warna identik tersebut, yang diduga sengaja mengaitkan isu ijazah dengan Roy Suryo untuk tujuan tertentu.

Roy Suryo Cuci Tangan dari 'Partai Biru'

Sadar bahwa dirinya pernah identik dengan "warna biru", Roy Suryo buru-buru memasang garis demarkasi yang tegas. Ia mengklarifikasi bahwa hubungannya dengan partai tersebut sudah berakhir, sebuah fakta yang ia sebut telah dikonfirmasi oleh para petinggi partai itu sendiri.

"Saya memang pernah di partai biru," ujar Roy Suryo dalam podcast tersebut, "tapi saya tegaskan sudah tidak ada hubungan lagi dengan partai tersebut."

Baginya, upaya menyeretnya ke dalam pusaran politik "warna biru" ini adalah sebuah blunder fatal. Alih-alih meredam, manuver ini justru dianggap "menambah musuh" bagi pihak yang melontarkannya.

Secara tajam, Roy Suryo menganalogikan strategi ini dengan peribahasa Jawa, menuding Jokowi "seolah-olah tidak menyerang, tetapi menggunakan tangan orang lain (Lamis dalam bahasa Jawa)." Ini mengindikasikan adanya dugaan operasi politik terstruktur untuk menciptakan narasi tandingan dengan mengorbankan pihak lain.

baca juga

Rentetan Kejanggalan dan Dugaan Intervensi

Roy Suryo menegaskan bahwa fokus utama dari polemik ini seharusnya adalah pembuktian kejujuran, bukan kriminalisasi. "Kami dan kawan-kawan tidak berniat mempidanakan pemilik ijazah, hanya meminta kejujuran untuk menunjukkan ijazah asli," tegasnya.

Namun, ia menyoroti serangkaian peristiwa janggal yang seolah menghalangi upaya pencarian kebenaran. Salah satunya adalah pembongkaran gedung perpustakaan Fakultas Kehutanan UGM dengan dalih digitalisasi, yang dikhawatirkan dapat menghilangkan bukti fisik skripsi Jokowi.

Tak hanya itu, ia juga mengungkap adanya dugaan "interogasi" terhadap Profesor Sofyan Effendi selama 12 jam tanpa surat panggilan resmi. Ditambah lagi dengan insiden pelarangan acara ulang tahun dosen senior UGM, Azrul Azwar, karena judul novelnya yang dianggap sensitif, "Kampus Biru Menolak Ayah".

Rentetan kejadian ini, menurut Roy Suryo, menebalkan kecurigaan adanya intervensi dan upaya menutup-nutupi sesuatu.

Hilangnya Kepercayaan dan Seruan untuk Jokowi

Ketidakpercayaan terhadap proses hukum di dalam negeri menjadi puncak kegelisahan Roy Suryo. Ia menyinggung kasus lain seperti yang menimpa Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto sebagai cermin rentannya penegakan hukum terhadap politisasi.

Karena krisis kepercayaan ini, Roy Suryo bahkan mengungkapkan bahwa kasus ijazah ini telah dilaporkan ke lembaga internasional.

"Tidak ada kepercayaan terhadap penegakan hukum di Indonesia," ungkapnya, menjelaskan alasan membawa isu ini ke Amnesty International.

Pada akhirnya, ia hanya meminta satu hal untuk mengakhiri drama politik yang melelahkan ini. Seruan itu ditujukan langsung kepada Presiden Jokowi.

Roy Suryo secara terbuka meminta Jokowi untuk "menunjukkan ijazah dan skripsi asli untuk menyelesaikan masalah," sebagai jalan keluar paling elegan demi menjaga marwah bangsa yang berlandaskan pada kejujuran dan keadilan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Jurus Damai Kaesang Sikapi Serangan ke Jokowi

4 Jurus Damai Kaesang Sikapi Serangan ke Jokowi

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 23:40 WIB

Gaya Jokowi di Reuni UGM Disorot Roy Suryo: Nggak Berani Pakai Kaos Biru, Masih Shock Jadi Pejabat

Gaya Jokowi di Reuni UGM Disorot Roy Suryo: Nggak Berani Pakai Kaos Biru, Masih Shock Jadi Pejabat

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 19:14 WIB

Farhat Abbas Desak Polisi Segera Tangkap Roy Suryo hingga Beathor PDIP: Mereka Bawel Banget!

Farhat Abbas Desak Polisi Segera Tangkap Roy Suryo hingga Beathor PDIP: Mereka Bawel Banget!

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 17:55 WIB

Terkini

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 07:43 WIB

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

News | Minggu, 01 November 2026 | 07:37 WIB

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:30 WIB

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 07:07 WIB

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

×