Keluarga Yakin Arya Daru Tidak Bunuh Diri, Susno Duadji: Ini Masalah Hukum bukan Perasaan

Wakos Reza Gautama

Rabu, 30 Juli 2025 | 11:16 WIB
Keluarga Yakin Arya Daru Tidak Bunuh Diri, Susno Duadji: Ini Masalah Hukum bukan Perasaan
Susno Duadji menanggapi pernyataan pihak keluarga Arya Daru yang tidak percaya almarhum mati bunuh diri. [Antara]

Suara.com - Keluarga almarhum Arya Daru Pangayunan, staf Kementerian Luar Negeri, menolak kesimpulan bunuh diri sebagai penyebab kematian sang diplomat muda.

Kakak ipar almarhum, Meta Bagus mengatakan keluarga hanya baru bisa meyakini bahwa kematian Daru bukan disebabkan tindak bunuh diri.

Menurut dia, Daru semasa hidupnya juga tak pernah bercerita mengenai beban kerja yang mengarah atau memicu depresi.

Ketidakpercayaan keluarga Arya Daru terhadap hasil penyelidikan polisi ini ditanggapi Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji.

Dia menegaskan bahwa investigasi polisi berdiri di atas fondasi bukti ilmiah yang kokoh, bukan di atas pasir hisap emosi dan perasaan.

Kasus kematian tragis sang diplomat sontak menjadi sorotan publik. Di tengah kejanggalan yang dirasakan keluarga, Susno Duadji memaparkan perspektif institusi kepolisian yang bekerja di bawah sumpah dan metodologi yang ketat.

Ia mengakui dan memahami harapan keluarga untuk menemukan jawaban lain, namun menekankan bahwa fakta di lapangan berbicara lain.

"Itu harapan keluarga. Tapi kan Polri sesuai dengan ilmu dan teori serta berdasarkan alat bukti yang diatur di dalam hukum gitu KUHP dan berdasarkan tanggung jawab ilmiah, bukti-bukti ilmiah saintifik itu sudah sudah tuntas gitu, sudah full gitu. Tidak ditemukan tindak pidana," papar Susno dengan lugas dikutip dari Youtube Kompas TV.

Menurutnya, investigasi yang dilakukan secara komprehensif justru mengerucut pada kesimpulan yang pahit: tindakan tersebut dilakukan oleh almarhum sendiri.

baca juga

Susno bahkan mengklaim bahwa Polri telah memiliki bukti-bukti lengkap untuk mendukung kesimpulan tersebut, meskipun detailnya tidak bisa disajikan secara terbuka untuk umum demi menjaga privasi dan kehormatan pihak keluarga.

"Nah, ditemukan apa? ditemukan itu adalah dilakukan oleh yang bersangkutan sendiri. Nah, alat buktinya apa? Alat buktinya sudah lengkap dimiliki oleh Polri tapi tidak disampaikan kepada publik karena kasus ini sampai ke penyebabnya pun Polri sudah tahu gitu," ungkapnya.

Susno juga menepis anggapan bahwa keluarga dibiarkan dalam gelap. Ia memastikan bahwa komunikasi intensif telah dijalin. Tim penyidik, bahkan didampingi oleh pengawas eksternal seperti Kompolnas, telah secara proaktif mendatangi keluarga di Yogyakarta.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh temuan krusial, termasuk data dari ponsel almarhum dan percakapan terakhirnya, telah disampaikan secara transparan.

"Nah, disampaikan pada siapa? Pada keluarga ya. Keluarga mungkin yang bersangkutan yang ngomong tadi bukan yang diberitahu pada kemarin ya. kemarin itu pasti sudah diberitahu oleh Polri dan juga penyidik Polri sudah mendatangi keluarga gitu termasuk Kompolnas sudah mendatangi keluarga di Jogja dan mendapatkan informasi hasil percakapan terakhir dengan istrinya apa. Kemudian ditemukan juga di HP-nya gitu," jelas dia.

Lalu, bagaimana jika keluarga tetap pada pendiriannya dan merasa tidak puas? Susno Duadji memberikan jawaban yang taktis sekaligus menantang. Ia membuka pintu, namun dengan syarat yang jelas: ketidakpuasan harus dijawab dengan bukti tandingan, bukan sekadar keyakinan.

"Ya, kalau keluarga punya bukti silakan disampaikan gitu kan. ada enggak dia punya enggak bukti kalau soal puas dan puas tinggal sekarang masalahnya adalah masalah hukum ini ya," ucapnya.

Pernyataan Susno menjadi penegas sikap bahwa dalam sebuah negara hukum, proses pembuktian tidak bisa dinegosiasikan dengan perasaan.

Penyelidikan kejahatan, atau dalam kasus ini peniadaan unsur kejahatan, adalah sebuah proses saintifik yang hasilnya harus bisa dipertanggungjawabkan secara universal, melampaui batas-batas emosi pribadi.

"Masalah hukum dan masalah alat bukti ilmiah bukan berdasarkan perasaan. Polri bekerja kan berdasarkan hukum, berdasarkan alat bukti saintifik yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara universal gitu," ujar Susno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tolak Hasil Polisi, Keluarga Tak Percaya Arya Daru Tewas Bunuh Diri: Kebenaran Pasti akan Terungkap!

Tolak Hasil Polisi, Keluarga Tak Percaya Arya Daru Tewas Bunuh Diri: Kebenaran Pasti akan Terungkap!

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 10:44 WIB

7 Fakta Tragis Kematian Diplomat Arya Daru yang Diungkap Polisi, Disebut Tak Ada Unsur Pidana

7 Fakta Tragis Kematian Diplomat Arya Daru yang Diungkap Polisi, Disebut Tak Ada Unsur Pidana

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 08:05 WIB

3 Keraguan Besar yang Bikin Vonis Bunuh Diri Arya Daru Ditolak Keluarga

3 Keraguan Besar yang Bikin Vonis Bunuh Diri Arya Daru Ditolak Keluarga

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 22:47 WIB

5 Kejanggalan Ini Bikin Keluarga Tolak Mentah-mentah Vonis Bunuh Diri Arya Daru

5 Kejanggalan Ini Bikin Keluarga Tolak Mentah-mentah Vonis Bunuh Diri Arya Daru

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 22:15 WIB

Tolak soal Bunuh Diri, Keluarga Arya Daru Tak Pernah dengar Keluhan Kerja selama jadi Diplomat Kemlu

Tolak soal Bunuh Diri, Keluarga Arya Daru Tak Pernah dengar Keluhan Kerja selama jadi Diplomat Kemlu

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 21:49 WIB

Terkini

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi

Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:16 WIB

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:59 WIB

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:40 WIB

×