Megawati di Simpang Jalan: Idealisme Partai atau Realitas Politik?

Denada S Putri, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 31 Juli 2025 | 19:11 WIB
Megawati di Simpang Jalan: Idealisme Partai atau Realitas Politik?
Megawati Soekarno Putri. [instagram]

Suara.com - Di hadapan ribuan kadernya yang memadati The Meru & Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan kembali, pentingnya kesetiaan terhadap garis partai.

Suaranya lantang menyuarakan pesan utama: soliditas dan kepatuhan total bukan hanya slogan, tetapi keharusan mutlak.

"Partai ini harus makin besar, jangan malah mengecil. Kalian harus merasa sebagai satu keluarga, harus bergotong-royong. Kalau bergotong royong begitu, rakyat akan ikut bersama kita,” seru Megawati.

Momentum itu terjadi dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional bagi para legislator PDIP, di mana Megawati hadir bersama putranya Prananda Prabowo, didampingi sejumlah elite partai seperti Puan Maharani, Ganjar Pranowo, dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pidato Megawati mengandung pesan mendalam: ancaman terbesar bukan dari luar, melainkan dari dalam partai sendiri—ketika ego pribadi menggantikan semangat kolektif.

Menurut Analis Politik dari Universitas Katolik Parahyangan, Kristian Widya Wicaksono, pidato tersebut bukan sekadar seremoni organisasi.

"Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dalam acara Bimtek Nasional di Bali mencerminkan keprihatinan mendalam atas potensi disintegrasi internal di tubuh partai pascapemilu dan menjelang konsolidasi politik nasional yang baru," kata Kristian kepada Suara.com, Kamis, 31 Juli 2025.

"Seruannya untuk soliditas dan kepatuhan total terhadap garis komando partai bukan semata-mata merupakan retorika organisasi," sambungnya.

Kristian menilai, sinyal kuat sedang dikirim dari pucuk pimpinan PDIP.

baca juga

Fragmentasi loyalitas dan kecenderungan faksionalisme dianggap menjadi ancaman serius, terutama menjelang fase penting dalam peta politik nasional.

Menurutnya, Megawati tengah menghadapi dilema antara konsistensi ideologi dan tekanan realitas politik.

"Dengan menekankan bahaya kepentingan pribadi yang meruntuhkan perjuangan kolektif, Megawati ingin menegaskan kembali paradigma politik ideologis partai berbasis kolektivisme dan disiplin struktural," ujarnya.

Bagi Kristian, peringatan keras Megawati itu sekaligus sinyal untuk meredam ambisi kader yang mungkin tergoda bermain dua kaki: satu di barisan partai, satu lagi di medan tawar-menawar kekuasaan di luar garis komando.

"Terutama dalam konteks transisi kekuasaan nasional dan reposisi politik PDI-P dalam konstelasi politik nasional saat ini," jelasnya.

Dalam pidatonya, Megawati juga menggugah kembali memori historis tentang pentingnya kekokohan partai sebagai tiang negara—sebuah ajaran lama yang diwariskan Bung Karno, sang Proklamator dan ayahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP Gelar Rapat Akbar Tertutup di Bali, Sinyal Megawati Tentukan Arah Partai?

PDIP Gelar Rapat Akbar Tertutup di Bali, Sinyal Megawati Tentukan Arah Partai?

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 15:35 WIB

Pesan Tajam Megawati di Bali, Sinyal Keras Adanya Potensi Pembangkangan Elite PDIP?

Pesan Tajam Megawati di Bali, Sinyal Keras Adanya Potensi Pembangkangan Elite PDIP?

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 15:05 WIB

Prananda tak Cocok Jadi Ketum PDIP, Zulfan: Ketua Partai Tak Boleh Gaib Seperti Imam Mahdi

Prananda tak Cocok Jadi Ketum PDIP, Zulfan: Ketua Partai Tak Boleh Gaib Seperti Imam Mahdi

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 14:58 WIB

Terkini

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

×