Viral Nyawa Ibu di Mamasa Melayang Sejam Tunggu Dokter di Puskesmas

Tasmalinda

Senin, 04 Agustus 2025 | 17:46 WIB
Viral Nyawa Ibu di Mamasa Melayang Sejam Tunggu Dokter di Puskesmas
Ilustrasi jenazah wanita [Suara.com]

Suara.com - Sebuah video pilu dari Mamasa, Sulawesi Barat, menjadi cermin buram potret layanan kesehatan di daerah.

Ratna (34), seorang ibu rumah tangga, meninggal dunia di Puskesmas Balla pada Sabtu (2/8/2025) malam.

Di tengah duka, keluarganya berteriak mencari keadilan, menuding nyawa Ratna tak tertolong akibat kelalaian dan lambatnya penanganan oleh petugas medis.

Kisah tragis ini bukan sekadar berita duka.

Ia telah menjadi viral, memicu amarah publik dan membuka kembali luka lama tentang standar pelayanan fasilitas kesehatan, terutama di garda terdepan seperti Puskesmas.

Bagi generasi muda yang semakin kritis terhadap layanan publik, kasus ini adalah pengingat pahit bahwa nyawa bisa menjadi taruhan saat sistem gagal berfungsi.

Kronologi Malam Nahas: Satu Jam Menunggu Berujung Maut

Malam itu, Ratna dilarikan oleh keluarganya ke Puskesmas Balla, Kecamatan Balla, dengan keluhan sakit perut hebat dan muntah-muntah.

Harapan mereka untuk mendapatkan pertolongan cepat justru terbentur dinding prosedur yang dingin dan lambat.

baca juga

Menurut keluarga, mereka tiba di fasilitas kesehatan tersebut sekitar pukul 20.00 WITA.

Namun, alih-alih mendapat tindakan medis segera, mereka justru diminta bersabar.

Penantian itu terasa begitu lama, sekitar satu jam.

Selama waktu krusial tersebut, kondisi Ratna terus memburuk.

Keluarga hanya bisa pasrah dan panik, melihat orang yang mereka cintai semakin lemah tanpa ada tindakan medis berarti.

Petugas baru memasang infus ketika kondisi Ratna sudah sangat kritis. Sayangnya, semua sudah terlambat.

Tak lama setelah dokter tiba dan melakukan pemeriksaan, Ratna menghembuskan napas terakhirnya.

Duka keluarga seketika berubah menjadi amarah.

Mereka meyakini, jika saja penanganan dilakukan lebih cepat dan sigap, nyawa Ratna mungkin masih bisa diselamatkan.

Kematian ini, di mata mereka, bukanlah takdir semata, melainkan akibat dari dugaan kelalaian fatal.

Kini, keluarga menuntut pertanggungjawaban penuh, tidak hanya dari pihak Puskesmas Balla, tetapi juga dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamasa.

Mereka ingin kasus ini diusut tuntas agar tidak ada lagi "Ratna-Ratna" lain yang menjadi korban buruknya sistem pelayanan kesehatan.

Dinkes Turun Tangan, Sanksi Menanti Jika Terbukti Lalai

Menanggapi kemarahan publik dan tuntutan keluarga, Kepala Dinas Kesehatan Mamasa, Hajai, akhirnya angkat bicara.

Kasus Ratna di Mamasa adalah alarm keras bagi kita semua. Peristiwa ini menelanjangi berbagai persoalan klasik dalam sistem kesehatan di daerah, mulai dari potensi kekurangan tenaga medis, kepatuhan terhadap SOP gawat darurat, hingga budaya kerja yang mungkin kurang responsif.

Puskesmas, sebagai ujung tombak layanan kesehatan, seharusnya menjadi tempat di mana setiap nyawa, tanpa terkecuali, diperlakukan sebagai prioritas tertinggi.

Penantian satu jam bagi pasien dalam kondisi kritis adalah sebuah kemewahan yang tidak seharusnya ada.

Publik kini menanti hasil investigasi dari Dinkes Mamasa. Apakah kasus ini akan menjadi momentum perbaikan, atau hanya akan menjadi satu lagi cerita pilu yang terlupakan?

Pernahkah Anda atau keluarga Anda mengalami pengalaman serupa di fasilitas kesehatan?

Menurut Anda, apa langkah konkret yang harus diambil pemerintah untuk mencegah tragedi seperti ini terulang?

Bagikan pandangan dan cerita Anda di kolom komentar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dipanggil Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Kabupaten Mamasa: Semoga Jadi...

Dipanggil Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Kabupaten Mamasa: Semoga Jadi...

Bola | Kamis, 31 Juli 2025 | 18:55 WIB

Membaca Buku Jadi Syarat Lulus: Langkah Maju, Asal Tak Hanya Formalitas

Membaca Buku Jadi Syarat Lulus: Langkah Maju, Asal Tak Hanya Formalitas

Your Say | Rabu, 16 Juli 2025 | 09:43 WIB

Budaya Sibaliparriq: Jalinan Solidaritas Sosial dalam Bingkai Budaya Mandar

Budaya Sibaliparriq: Jalinan Solidaritas Sosial dalam Bingkai Budaya Mandar

Your Say | Kamis, 10 Juli 2025 | 16:34 WIB

Sepiring Bau Peapi, Ibu, dan Kenangan Hangat di Benak

Sepiring Bau Peapi, Ibu, dan Kenangan Hangat di Benak

Your Say | Selasa, 24 Juni 2025 | 16:37 WIB

UNDP dan ESDM Susun Strategi Baru PLTS di Sulbar: Apa Isinya?

UNDP dan ESDM Susun Strategi Baru PLTS di Sulbar: Apa Isinya?

News | Sabtu, 21 Juni 2025 | 11:43 WIB

Pulau Karampuang, Salah Satu Wisata Wajib Dikunjungi saat Liburan di Mamuju

Pulau Karampuang, Salah Satu Wisata Wajib Dikunjungi saat Liburan di Mamuju

Your Say | Rabu, 21 Mei 2025 | 18:14 WIB

Punya Desain Ikonik, Nikmatnya Kuliner Rumah Makan Pondok Kelapa di Campalagian

Punya Desain Ikonik, Nikmatnya Kuliner Rumah Makan Pondok Kelapa di Campalagian

Your Say | Rabu, 12 Februari 2025 | 08:30 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×