-Dilaporkan: US$752 juta (Januari - September 2024).
-Perkiraan Realita: Hanya US$157 juta.
Artinya: Ada 'dana siluman' sebesar US$600 juta atau sekitar Rp9,7 triliun yang digelembungkan.
Menyulap Rugi Menjadi Laba
-Dilaporkan: Laba US$16 juta.
-Perkiraan Realita: Rugi US$35,4 juta.
-Manipulasi Data Aset di Lapangan
Klaim: Lebih dari 400.000 unit smart feeder beroperasi.
Fakta Investigasi: Hanya sekitar 24.000 unit yang benar-benar aktif.
Praktik 'memoles' angka ini diduga kuat bertujuan untuk menarik minat investor, mendongkrak valuasi perusahaan, dan menjaga citra sebagai startup yang terus tumbuh pesat.

Kronologi Krisis dan Nasib Para Petinggi
Krisis ini mencapai puncaknya akhir pekan lalu dengan penahanan tiga figur sentral oleh Polda Jabar. Mereka adalah:
-Gibran Huzaifah, salah satu pendiri yang menjabat sebagai CEO.
-Angga Hadrian Raditya, mantan Wakil Presiden Keuangan.
-Andri Yadi, mantan Wakil Presiden AIoT dan Pembiayaan Budidaya.
Penahanan ini merupakan tindak lanjut langsung dari laporan investigasi internal.
Sebelum ditahan, Gibran Huzaifah bahkan sempat memberikan pengakuan kepada media.
"Saya hanya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terkena dampak, terutama para petani karena mereka alasan saya melakukan ini," kata Gibran dalam wawancara dengan Bloomberg, seraya mengakui telah memoles angka laporan keuangan namun membantah mencuri uang perusahaan.
Hingga kini, operasi eFishery berada di ujung tanduk.
Penangkapan para pemimpin kunci ini menciptakan kevakuman kepemimpinan dan mengancam kelangsungan bisnis perusahaan.
Pelajaran Pahit untuk Ekosistem Startup Indonesia
Kasus eFishery menjadi tamparan keras bagi dunia startup Indonesia, yang seringkali terbuai narasi pertumbuhan cepat dan valuasi fantastis. Skandal ini menggarisbawahi beberapa poin kritis:
Tata Kelola Rapuh: Pentingnya Good Corporate Governance (GCG) yang kuat tidak bisa ditawar lagi.
Uji Tuntas Investor: Investor perlu lebih cermat dan tidak hanya terpukau oleh angka di atas kertas.
Masalah Sistemik: Kasus serupa yang menjerat TaniFund dan Investree menunjukkan ini bukan insiden tunggal, melainkan masalah yang perlu segera diatasi di ekosistem startup.
Kini, proses hukum akan berjalan untuk membuktikan segala tuduhan. Namun, kepercayaan yang telah rusak, baik dari investor, para pembudidaya ikan, maupun publik, akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk pulih.