Bebaskan Hasto, Rocky Gerung sebut Prabowo Kini Bela Megawati Bukan Jokowi

Eviera Paramita Sandi

Selasa, 05 Agustus 2025 | 08:42 WIB
Bebaskan Hasto, Rocky Gerung sebut Prabowo Kini Bela Megawati Bukan Jokowi
Tangkap Layar [Youtube Rocky Gerung Official]

Suara.com - Pengamat Poltik Rocky Gerung mengomentari soal Presiden Prabowo yang memberikan amnesti kepada Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  Hasto Kristiyanto.

Menurut Rocky pemberian Amnesti maupun Abolisi ini nantinya justru akan membangkitkan kontroversi.

“Pemberian Amnesti dan Abolisi itu akan membangkitkan kontroversi, pasti itu,” ungkap Rocky, dikutip dari youtubenya, Senin (4/8/25).

“Karena keputusan yang dibuat Presiden Prabowo juga kontroversial, kan dasar dari Keputusan itu menghilangkan pidana sebetulnya,” tambahnya.

Konsekuensi jangka panjangnya yang akan terjadi menurut Rocky adalah cairnya hubungan antara Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarno Putri.

“Konsekuensi lanjutannya adalah cairnya hubungan antara Presiden Prabowo dan Ibu Megawati,” ucap Rocky.

Rocky mengungkapkan bahwa selama ini publik hanya dibuat penasaran dan bertanya-tanya soal siapakah yang akan dipilih Prabowo sebagai sahabat politiknya.

Kini realita mengatakan bahwa Prabowo lebih condong berteman dan bersahabat dengan Megawati.

“Selama ini relasi itu yang dijadikan perhitungan, apakah Ibu Megawati yang akan menjadi sahabat politik, kendati ibu Megawati tetap berada di dalam posisi penyeimbang. Atau Jokowi yang akan menjadi semacam juga sahabat politik seterusnya oleh Presiden Prabowo,” urai Rocky.

baca juga

Menurut Rocky, Prabowo mestinya sudah memperhitungkan dengan 2 pilihan, apakah akan mengambil jarak dengan Jokowi atau dengan Megawati.

“Presiden Prabowo mesti memutuskan bersahabat dengan Ibu Mega artinya mengambil jarak dengan Jokowi, bersahabat dengan Jokowi artinya mengambil jarak dengan Ibu Mega,” ujarnya.

“The enemy of my enemy is my friend, haha kira-kira gitu,” tambahnya.

Rocky menilai bahwa kini relasi yang dibangun Prabowo dengan Megawati lebih kental jika dibandingkan relasi Prabowo dengan Jokowi.

“Kita sekaligus menonton menandakan bahwa relasi Prabowo dengan Megawati jelas lebih kental akhirnya dibanding relasi Prabowo dengan Jokowi,” ungkapnya.

Meskipun menurut Rocky, Prabowo menganggap Jokowi adalah elemen yang ikut memenangkannya, namun realita membuktikan bahwa Prabowo melepaskan Hasto.

“Entah Pak Prabowo menganggap bahwa iya Pak Jokowi adalah elemen yang ikut memenangkan Prabowo,” ungkapnya.

“Iya tapi fakta politik menunjukkan bahwa Hasto dilepaskan atau diberi pemaafan itu artinya tidak ada niat Prabowo untuk mengikuti Keputusan Hakim yang orang duga adalah hasil intervensi Jokowi,” sambungnya.

Alasan Prabowo Beri Amnesti dan Abolisi

Presiden Prabowo Subianto membebaskan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong dan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

Tom Lembong mendapat abolisi, sementara Hasto Kristiyanto mendapatkan amnesti.

DPR RI telah menyetujui surat Prabowo terkait pemberian amnesti dan abolisi dalam rapat konsultasi yang digelar pada Rabu (31/7/25).

Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Agtas mengungkapkan alasan Prabowo memberikan pembebasan tersebut.

Prabowo memiliki keinginan agar semua elemen politik bersama-sama membangun bangsa Indonesia.

“Presiden tidak sama sekali mencampuri urusan proses hukum, tetapi presiden mempunyai pertimbangan bagaimana seluruh kekuatan politik bisa bersama membangun republik ini, apalagi akan merayakan 80 tahun Indonesia Merdeka,” terang Supratman.

“80 tahun Indonesia Merdeka, kita mempunyai cita-cita untuk meraih Indonesia emas tahun 2045 dengan tantangan global yang luar biasa, maka dibutuhkan kebesaran hati dan kebersamaan,” tambahnya.

Untuk diketahui, Amnesti merupakan pengampunan atau penghapusan hukuman, diberikan oleh kepala negara kepada seseorang atau sekelompok orang yang telah melakukan tindak pidana tertentu.

Sementara Abolisi adalah hak yang dimiliki kepala negara untuk menghapuskan tuntutan pidana terhadap seseorang atau sekelompok orang yang melakukan tindak pidana.

Hasto sebelumnya divonis 3,5 tahun penjara kasus suap eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan dalam pengurusan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI, Harun Masiku.

Sementara Tom Lembong divonis 4,5 tahun penjara dalam perkara korupsi impor gula di Kementerian Perdagangan periode 2015-2016.

Setelah mendapat Amnesti dan Abolisi, Hasto dan Tom Lembong akan menghirup udara bebas.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Ijazah Palsu 4 tahun Tak Usai, Amien Rais : Kita Dianggap Bodoh Jokowi

Kasus Ijazah Palsu 4 tahun Tak Usai, Amien Rais : Kita Dianggap Bodoh Jokowi

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 08:09 WIB

Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?

Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 08:30 WIB

Amien Rais ke Jokowi Soal Isu Ijazah Palsu: Siapkan Badan Anda Ya Mas

Amien Rais ke Jokowi Soal Isu Ijazah Palsu: Siapkan Badan Anda Ya Mas

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 07:02 WIB

Terkini

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 07:15 WIB

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:10 WIB

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:09 WIB

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 06:44 WIB

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

×