"Kartunnya creepy banget, jomplang banget sama Jumbo kemarin, padahal sama-sama buatan anak bangsa. Harusnya Jumbo dijadikan standar kualitas animasi Indonesia, ini malah terkesan downgrade," tulis dia.
Selain kualitas visual, alur cerita film juga tak luput dari kritik. Warganet menilai plotnya terasa lemah, terburu-buru, dan kurang mampu membangun koneksi emosional dengan penonton.
Premis yang dianggap terlalu terbuka di dalam trailer juga menjadi salah satu poin yang disayangkan.
"Kalau niat untuk mengejar kualitas, bisa dimulai dari film durasi pendek dulu. Jangan langsung tayang di bioskop hanya untuk memeriahkan acara nasional. Itu kesannya cuma buat memenuhi LPJ aja. Premisnya juga terlalu dibuka semua di trailer. Gimana penonton mau terhubung secara emosional dengan karakter?" ujar akun @mbah******.