Megawati Jadi Alasan? Terungkap! Alasan Sebenarnya Peresmian Taman Bendera Pusaka Tertutup

Chandra Iswinarno, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 08 Agustus 2025 | 21:21 WIB
Megawati Jadi Alasan? Terungkap! Alasan Sebenarnya Peresmian Taman Bendera Pusaka Tertutup
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan pernyataan mengenai agenda tertutup grounbreaking proyek Taman Bendera Pusaka di Jaksel pada Jumat (8/8/2025). [Suara.com/Fakhri]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi memulai pembangunan proyek Taman Bendera Pusaka yang menggabungkan tiga taman kota di Jakarta Selatan (Jaksel).

Acara peletakan batu pertama ini digelar tertutup pada Jumat (8/8/2025) dengan tidak mengudang media massa untuk peliputan peresmiannya.

Pramono Anung kemudian menyampaikan mengenai keputusannya tidak mengundang media massa.

Menurutnya ada pertimbangan Utama, salah satunya dalam agenda grounbreaking tersebut hadir sejumlah tokoh penting, termasuk Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPRD DKI Khoirudin, menjadi salah satu pertimbangan utama.

"Pertama saya kenapa tidak mengundang teman-teman media baru kali ini? Karena pertama saya mengundang Ketua DPRD, saya mengundang Ibu Mega yang suka tanaman," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Kehadiran Megawati, menurut Pramono, bukan dalam kapasitas politik, melainkan karena kecintaannya pada tanaman dan bahkan berencana untuk menyumbangkan beberapa jenis tanaman untuk taman tersebut.

Selain itu, Pramono secara terang-terangan mengakui adanya potensi gangguan yang menjadi alasan krusial lainnya untuk menggelar acara secara tertutup.

Hal ini merujuk pada aksi unjuk rasa yang digelar oleh para pedagang Pasar Barito yang menolak relokasi.

"Dan saya tidak ingin acara groundbreaking ini, karena disitu memang ada orang yang dari jauh-jauh hari pengen mengganggu," ungkapnya.

baca juga

Menyadari kekecewaan yang timbul, khususnya dari kalangan media, Pramono mengambil tanggung jawab penuh atas keputusan tersebut.

"Saya nggak mau nyalahkan siapa-siapa. Saya yang tanggung jawab," pungkasnya.

Protes Pedagang

Taman Bendera Pusaka merupakan proyek revitalisasi masif yang akan mengintegrasikan tiga taman ikonik di kawasan Blok M, yaitu Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser, menjadi satu ruang terbuka hijau seluas 5,6 hektare.

Sejumlah pedagang Pasar Barito yang tergabung dalam Solidaritas Pemasok Pedagang Pasar (SP3) menggelar unjuk rasa penolakan rencana relokasi kios pedagang imbas proyek pembangunan Taman Bendera Pusaka di Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (8/8/2025). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/YU]
Sejumlah pedagang Pasar Barito yang tergabung dalam Solidaritas Pemasok Pedagang Pasar (SP3) menggelar unjuk rasa penolakan rencana relokasi kios pedagang imbas proyek pembangunan Taman Bendera Pusaka di Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (8/8/2025). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/YU]

Namun, proyek ini bukannya tanpa halangan.

Para pedagang hewan di Pasar Barito, yang lokasinya terdampak oleh pembangunan, menggelar aksi unjuk rasa.

Aksi digelar sejak Jumat pagi untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap rencana relokasi.

Mereka merasa dirugikan dan khawatir akan keberlangsungan usaha yang telah mereka jalankan selama puluhan tahun.

Aksi ini menjadi latar belakang yang menegangkan saat acara peletakan batu pertama dilangsungkan.

Meskipun demikian, Pramono mengklaim bahwa para pedagang sebenarnya telah menyetujui untuk direlokasi ke Lenteng Agung.

Wajah Baru Jaksel

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembangunan Taman Bendera Pusaka akan rampung pada akhir Desember 2025.

Proyek ini tidak hanya bertujuan untuk menambah estetika kota, tetapi juga untuk menyediakan fasilitas publik yang modern dan fungsional.

Nantinya, taman ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas olahraga untuk memanjakan warga.

"Yang dibangun adalah kurang lebih 5,6 hektare dan di sana ada jogging track, nanti ada lapangan bulu tangkis, lapangan tenis, pedal, jogging track-nya kurang lebih 1,2 kilometer," ungkap Pramono.

Lebih dari sekadar ruang rekreasi, Taman Bendera Pusaka juga dirancang sebagai solusi untuk salah satu masalah kronis Jakarta: banjir.

Taman ini akan difungsikan sebagai wilayah resapan air yang vital.

"Taman itu akan digunakan untuk mengatur banjir, bahkan untuk pengaturan aipal banjirnya biayanya kurang lebih hampir sama bahkan lebih besar sedikit dibandingkan dengan mengintegrasikan taman itu," pungkasnya.

Dengan sistem pengelolaan air yang terintegrasi, proyek ini diharapkan dapat menjadi pengendali banjir yang efektif untuk kawasan sekitarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Taman Bendera Pusaka, Simbol Diplomasi Baru Jakarta

Taman Bendera Pusaka, Simbol Diplomasi Baru Jakarta

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 20:20 WIB

Didemo Pedagang, Pramono Diam-diam Groundbreaking Taman Bendera Pusaka Bersama Megawati

Didemo Pedagang, Pramono Diam-diam Groundbreaking Taman Bendera Pusaka Bersama Megawati

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 18:50 WIB

Pedagang Pasar Barito Demo Tolak Relokasi, Groundbreaking Taman Bendera Pusaka Ditunda

Pedagang Pasar Barito Demo Tolak Relokasi, Groundbreaking Taman Bendera Pusaka Ditunda

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 14:09 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×