'Black Hole' Demokrasi Era Jokowi: Sudirman Said Kuliti Pelemahan KPK hingga Nepotisme Anak Mantu

Budi Arista Romadhoni

Sabtu, 09 Agustus 2025 | 17:49 WIB
'Black Hole' Demokrasi Era Jokowi: Sudirman Said Kuliti Pelemahan KPK hingga Nepotisme Anak Mantu
Mantan Menteri ESDM Sudirman Said di podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]

Suara.com - Kritikan tajam dilontarkan Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, terhadap kondisi demokrasi dan tata kelola negara di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia menyebut, Indonesia kini berada dalam kondisi 'black hole' demokrasi, sebuah kemunduran serius setelah puluhan tahun reformasi.

Menurut Sudirman, istilah tersebut merujuk pada situasi di mana supremasi hukum menjadi tidak menentu, nepotisme merajalela, dan kekuasaan terpusat secara personal pada figur presiden.

Ia menilai kondisi ini merupakan puncak dari kemerosotan yang terjadi sejak periode kedua pemerintahan Jokowi.

"Yang kita lihat sekarang ini, itu bukan sesuatu yang tiba-tiba terjadi. Itu adalah puncak dari kemunduran panjang sejak periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. Saya menggunakan istilah black hole. Di mana hukum jadi tidak pasti, demokrasi mundur, nepotisme merajalela, dan personifikasi kekuasaan," ungkap Sudirman Said dalam sebuah diskusi podcast Forum Keadilan TV pada Sabtu (9/8/2025).

Secara spesifik, Sudirman menyoroti adanya pelemahan institusi negara yang masif. Ia menuding lembaga-lembaga penting, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sengaja 'dihancurkan' untuk dijadikan alat kekuasaan personal.

"Saya melihat di periode kedua, ini yang saya sebut sebagai black hole. Kekuatan-kekuatan lembaga diprotoli, dijadikan kekuatan personal, kekuatan presiden. KPK dihancurkan, partai-partai politik dilumpuhkan karena pemimpinnya punya masalah, polisi dijadikan instrumen untuk memenangkan pemilu," tegasnya.

Praktik nepotisme juga tak luput dari sorotannya. Sudirman secara gamblang mengkritik bagaimana keluarga presiden mendapat karpet merah di dunia politik. Menurutnya, "nepotisme anak menantu dipromosi berlebihan padahal belum memenuhi syarat."

Foto Keluarga Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor (Instagram/@riomotret)
Foto Keluarga Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor (Instagram/@riomotret)

Berangkat dari pengalamannya memberantas mafia migas, Sudirman mengingatkan bahwa kunci dari tata kelola yang baik adalah "kelurusan pemimpin."

baca juga

Ia menegaskan seorang pemimpin dihadapkan pada dua pilihan tegas: "menertibkan atau sebaliknya, justru ditertibkan oleh para mafia." Jika institusi terus dilemahkan demi kekuasaan personal, ia khawatir Indonesia akan jatuh ke dalam sistem oligarki yang korup.

"Kalau tata kelola dilemahkan, institusi melemah, yang bermain adalah para pemegang kekuasaan personal, menabrak aturan dan etika. Itu yang kemudian berujung pada uang-uang gelap, kekuasaan yang sifatnya korporatisme dan oligarki," paparnya.

Meski begitu, ia menaruh harapan pada pemerintahan baru di bawah Prabowo Subianto. Sudirman kini menunggu apakah presiden terpilih mampu melakukan koreksi total atau justru melanjutkan sistem yang ada.

"Ada harapan pada Pak Prabowo, tetapi ada tantangannya. Ini kan kemenangan yang diakui dengan bantuan Pak Jokowi. Jadi apakah Pak Prabowo bisa kembali pada jati dirinya atau tidak? Karena kalau beliau kembali, ini akan jadi koreksi yang luar biasa bagi negara. Tapi kalau enggak, ya kita akan terus begini," ujarnya.

Solusi dari kemunduran ini, kata Sudirman, adalah dengan kembali membangun institusi negara yang kuat dan fungsional.

"Saya pikir kita harus kembali ke fondasi dasar, membangun institusi. Jangan personal. Partai harus difungsikan, DPR harus difungsikan, BPK harus difungsikan, KPK harus difungsikan, Jaksa harus difungsikan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Roasting Pemerintah, Kiky Saputri Ditagih Janjinya: Katanya Berjuang dari Dalam, Mana Hasilnya?

Roasting Pemerintah, Kiky Saputri Ditagih Janjinya: Katanya Berjuang dari Dalam, Mana Hasilnya?

Entertainment | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 16:15 WIB

Istana Tegaskan Tetap Ada Upacara HUT ke-80 RI di IKN

Istana Tegaskan Tetap Ada Upacara HUT ke-80 RI di IKN

Video | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 17:00 WIB

Menpar Widiyanti Ungkap Hadiah HUT RI ke-80 dari Prabowo

Menpar Widiyanti Ungkap Hadiah HUT RI ke-80 dari Prabowo

Video | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 15:00 WIB

Terkini

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang dan Investasi Jatim-Arab Saudi, Potensi Transaksi Rp6,71 T

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang dan Investasi Jatim-Arab Saudi, Potensi Transaksi Rp6,71 T

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 12:00 WIB

Sekiro: No Defeat Hadirkan Format Anime TV 8 Episode, Tayang Januari 2027

Sekiro: No Defeat Hadirkan Format Anime TV 8 Episode, Tayang Januari 2027

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:00 WIB

Anggota Reskrim Sunda Kelapa Tewas Ditabrak Truk Saat Antar Berkas Perkara

Anggota Reskrim Sunda Kelapa Tewas Ditabrak Truk Saat Antar Berkas Perkara

News | Jum'at, 25 September 2026 | 11:58 WIB

Daftar Tokoh Kasus Besar yang Mendekam di Lapas Cibinong, dari Sambo hingga Harvey Moeis

Daftar Tokoh Kasus Besar yang Mendekam di Lapas Cibinong, dari Sambo hingga Harvey Moeis

News | Jum'at, 25 September 2026 | 11:54 WIB

Kenapa Sara Wijayanto Gugat Cerai Demian Aditya? 12 Tahun Menikah Jauh dari Gosip Miring

Kenapa Sara Wijayanto Gugat Cerai Demian Aditya? 12 Tahun Menikah Jauh dari Gosip Miring

Entertainment | Jum'at, 25 September 2026 | 11:53 WIB

Hari Baik untuk Potong Rambut Menurut Primbon Jawa, Kapan Waktu yang Tepat?

Hari Baik untuk Potong Rambut Menurut Primbon Jawa, Kapan Waktu yang Tepat?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 11:52 WIB

8 Shade Lipstik OMG untuk Kulit Sawo Matang

8 Shade Lipstik OMG untuk Kulit Sawo Matang

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 11:52 WIB

Kasus Pungli Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, 4 Boks Barang Bukti Disita

Kasus Pungli Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, 4 Boks Barang Bukti Disita

Video | Jum'at, 25 September 2026 | 11:50 WIB

Sampah Karton Aseptik Melonjak, Kemenperin dan KLH Genjot Penerapan EPR

Sampah Karton Aseptik Melonjak, Kemenperin dan KLH Genjot Penerapan EPR

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 11:48 WIB

Kawal 13 Saksi dan Korban, LPSK Siap Beri Perlindungan Ulang Usai Mas Bechi Bebas

Kawal 13 Saksi dan Korban, LPSK Siap Beri Perlindungan Ulang Usai Mas Bechi Bebas

News | Jum'at, 25 September 2026 | 11:48 WIB

×