Penyebab 4 Hotel Bintang di Puncak Bogor Disegel

Andi Ahmad S

Minggu, 10 Agustus 2025 | 20:33 WIB
Penyebab 4 Hotel Bintang di Puncak Bogor Disegel
Tim Gakkum KLH memasang papan pengawasan ketika menyegel empat hotel karena pencemaran lingkungan di Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/8/2025) ANTARA/HO-KLH

Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil langkah tegas dengan menyegel empat hotel bintang tiga di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tindakan ini dilakukan setelah tim penegak hukum menemukan bukti kuat bahwa hotel-hotel tersebut secara sengaja mencemari lingkungan dengan membuang limbah cair langsung ke aliran Sungai Ciliwung.

Penyegelan ini merupakan bagian dari operasi pengawasan terhadap 18 hotel yang diduga melakukan pelanggaran serupa. Dari data KLH, terdapat total 22 hotel bintang tiga ke atas di segmen 1 Sungai Ciliwung yang berpotensi menjadi sumber pencemaran.

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa penindakan ini tidak akan berhenti.

"Berlanjut sampai seluruh 22 hotel bintang tiga ke atas diperiksa dan ditindak jika melanggar," kata Menteri LH Hanif Faisol dilansir dari Antara.

Tim Deputi Penegakan Hukum (Gakkum) KLH memasang papan peringatan dan penyegelan pada Sabtu (9/8/2025) di empat lokasi hotel berikut:

  • Griya Dunamis by SABDA
  • Taman Teratai Hotel
  • The Rizen Hotel
  • New Ayuda 2 Hotel / Hotel Sulanjana

Keempatnya terbukti melakukan pelanggaran serius, salah satunya bahkan menjadi penyumbang pencemaran terbesar karena sama sekali tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Investigasi KLH mengungkap serangkaian pelanggaran fatal yang dilakukan oleh hotel-hotel tersebut. Temuan ini menunjukkan pengabaian total terhadap peraturan lingkungan hidup:

Foto udara antrean kendaraan keluar gerbang Tol Ciawi, jalur wisata Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/6/2025). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar]
Foto udara antrean kendaraan keluar gerbang Tol Ciawi, jalur wisata Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/6/2025). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar]
  • Tanpa Izin Lingkungan: Tidak memiliki dokumen dan persetujuan lingkungan yang menjadi syarat wajib operasional.
  • IPAL Fiktif: Tidak memiliki persetujuan teknis untuk pemenuhan baku mutu air limbah.
  • Limbah Dibuang Mentah: Air limbah domestik dari restoran, kamar mandi, toilet, hingga mushala dibuang langsung tanpa diolah.
  • Meracuni Tanah dan Sungai: Limbah cair dialirkan langsung ke tanah atau anak sungai yang bermuara ke Ciliwung.
  • Tidak Ada Pengawasan: Sama sekali tidak ada pencatatan atau pemantauan kualitas air limbah yang dihasilkan.
  • Izin Usaha Bodong: Hotel Sulanjana, Taman Teratai Hotel, dan Griya Dunamis bahkan tidak memiliki perizinan berusaha untuk lokasi usaha penginapan mereka.

Pemerintah memastikan tidak akan ada kompromi bagi para pencemar lingkungan. Menteri LH Hanif menegaskan bahwa penyegelan ini adalah langkah awal untuk menyelamatkan ekosistem Ciliwung dari hulu.

baca juga

Pernyataan lebih keras datang dari Deputi Penegakan Gakkum KLH, Rizal Irawan. Ia menyoroti bagaimana hotel-hotel ini meraup untung dari tamu setiap hari, namun secara sadar mengorbankan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

"Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi indikasi perbuatan yang berpotensi menimbulkan pencemaran. Tim kami akan memproses secara tuntas, termasuk sanksi administratif dan pidana bila tidak segera memperbaiki sesuai jangka waktu yang diberikan," kata Rizal.

Ia memastikan tidak ada toleransi bagi pelaku usaha yang membuang limbah langsung ke tanah atau sungai.

Penertiban ini tidak akan berhenti pada hotel berbintang. Rizal menyatakan bahwa langkah berikutnya adalah menyisir hotel-hotel kelas melati di segmen yang sama, sebelum berlanjut ke segmen 2 dan seterusnya.

Menurut tinjauan KLH, pencemaran di hulu menjadi kontributor utama anjloknya kualitas air Ciliwung. Parameter pencemar seperti BOD, COD, dan TSS di hulu sudah jauh melampaui ambang batas aman. Selain hotel, KLH juga sebelumnya telah menindak 33 unit usaha lain di hulu DAS Ciliwung yang melanggar tata kelola lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cemari Sungai, Villa dan Hotel di Puncak Disegel

Cemari Sungai, Villa dan Hotel di Puncak Disegel

Foto | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 19:01 WIB

Azizah Dituduh Selingkuh, Andre Rosiade Murka! Akan Laporkan Akun TikTok: Kali Ini Tak Ada Damai

Azizah Dituduh Selingkuh, Andre Rosiade Murka! Akan Laporkan Akun TikTok: Kali Ini Tak Ada Damai

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 15:21 WIB

Siap Lahir Batin! Ridwan Kamil akan Tes DNA untuk Akhiri Polemik dengan Lisa Mariana

Siap Lahir Batin! Ridwan Kamil akan Tes DNA untuk Akhiri Polemik dengan Lisa Mariana

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 20:58 WIB

Relawan Jokowi Kebal Hukum? Terpidana Bebas Berkeliaran, Pakar Desak KPK Turun Tangan

Relawan Jokowi Kebal Hukum? Terpidana Bebas Berkeliaran, Pakar Desak KPK Turun Tangan

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 16:37 WIB

Klaim Damai dengan JK Tak Guna, Hukuman 1,5 Tahun Bui Menanti Ketum Solmet Silfester Matutina

Klaim Damai dengan JK Tak Guna, Hukuman 1,5 Tahun Bui Menanti Ketum Solmet Silfester Matutina

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 14:13 WIB

Terkini

Tiga Hari Ditelan Ombak, Jasad Pelajar Asal Lampung Barat Ditemukan Terdampar di Pantai

Tiga Hari Ditelan Ombak, Jasad Pelajar Asal Lampung Barat Ditemukan Terdampar di Pantai

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 10:35 WIB

Emiten HGII Bidik Kapasitas Energi Terbarukan 100 MW pada 2031

Emiten HGII Bidik Kapasitas Energi Terbarukan 100 MW pada 2031

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 10:30 WIB

Jokowi Tetap Yakin PSI Tembus Senayan 2029 Meski Ambang Batas Bisa Naik

Jokowi Tetap Yakin PSI Tembus Senayan 2029 Meski Ambang Batas Bisa Naik

Surakarta | Jum'at, 25 September 2026 | 10:30 WIB

Ulasan Novel 28: Ketika Wabah Mematikan Membuka Sisi Gelap Manusia

Ulasan Novel 28: Ketika Wabah Mematikan Membuka Sisi Gelap Manusia

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 10:30 WIB

Berawal dari Motor Warga Sering Mogok, Polisi Bongkar Gudang Pengoplos BBM Subsidi di Lampung Tengah

Berawal dari Motor Warga Sering Mogok, Polisi Bongkar Gudang Pengoplos BBM Subsidi di Lampung Tengah

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 10:27 WIB

Bagaimana Cara agar Bunga Es di Freezer Kulkas Tidak Banyak? Begini Tipsnya

Bagaimana Cara agar Bunga Es di Freezer Kulkas Tidak Banyak? Begini Tipsnya

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 10:26 WIB

Banyak Ulasan Negatif, Ji Chang Wook Mengaku Tak Malu Bintangi The Scandal

Banyak Ulasan Negatif, Ji Chang Wook Mengaku Tak Malu Bintangi The Scandal

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 10:25 WIB

4 Shio yang Fase Hidupnya Mulai Berubah pada 25 September 2025

4 Shio yang Fase Hidupnya Mulai Berubah pada 25 September 2025

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 10:16 WIB

Breakingnews! Arab Saudi Kembali Dibombardir Houthi

Breakingnews! Arab Saudi Kembali Dibombardir Houthi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 10:15 WIB

Penyebab Harga Emas Pegadaian Hari Ini Gagal Penuhi Ekspektasi Melesat

Penyebab Harga Emas Pegadaian Hari Ini Gagal Penuhi Ekspektasi Melesat

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 10:10 WIB

×