Korupsi Bansos Presiden, KPK Panggil 3 Bos Perusahaan Pemasok: Kualitas Bantuan Diduga Disunat

Erick Tanjung

Senin, 11 Agustus 2025 | 13:26 WIB
Korupsi Bansos Presiden, KPK Panggil 3 Bos Perusahaan Pemasok: Kualitas Bantuan Diduga Disunat
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo. [Antara/Rio Feisal]

Suara.com - Lingkaran setan dalam skandal korupsi Bantuan Sosial atau Bansos Presiden era pandemi Covid-19 kembali dibongkar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tak main-main, lembaga antirasuah ini kini memanggil tiga direktur utama perusahaan swasta yang diduga menjadi pemasok dalam proyek yang merugikan negara hingga Rp 125 miliar tersebut.

Pemanggilan ini menjadi sinyal kuat bahwa KPK tengah menelusuri jejak para pemain di balik modus 'menyunat' kualitas bantuan yang seharusnya menjadi penyambung hidup rakyat di tengah krisis.

Tiga bos perusahaan yang diperiksa oleh penyidik KPK pada Senin (8/8/2025) adalah AHJ, Direktur Utama PT Junatama Foodia Kreasindo, UK, Direktur Utama PT Famindo Meta Komunika, dan TM, Direktur Utama PT Anomali Lumbung Artha.

"Pemeriksaan atas nama AHJ, UK, dan TM," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi.

Kualitas Bansos Disunat

Penyelidikan KPK ini mengungkap sebuah modus operandi yang sangat menyayat hati. Di saat jutaan warga Jabodetabek tercekik oleh pandemi, para koruptor ini diduga dengan tega mengurangi kualitas barang yang akan disalurkan.

Ini berarti, isi paket sembako yang diterima masyarakat kemungkinan besar tidak sesuai dengan spesifikasi yang seharusnya, entah dari segi berat, mutu, atau kelengkapan. Dari praktik lancung inilah, KPK menghitung kerugian awal negara mencapai Rp 125 miliar.

Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara korupsi distribusi bansos di Kemensos yang sudah berjalan sebelumnya, menandakan bahwa gurita korupsi ini begitu mengakar dan belum sepenuhnya tuntas.

Penyidikan kasus yang mencatut nama Bansos Presiden ini telah mendapat lampu hijau langsung dari Presiden ke-7 Joko Widodo. Pada 27 Juni 2024 lalu, Jokowi secara terbuka mempersilakan KPK untuk mengusut tuntas kasus tersebut tanpa pandang bulu.

baca juga

Dengan pemanggilan tiga bos perusahaan ini, KPK kini selangkah lebih maju dalam membongkar siapa saja yang terlibat terkait dugaan korupsi Bansos Presiden. Publik pun kini menanti, apakah pemeriksaan ini akan berhenti pada para direktur tersebut, atau justru akan membuka kotak pandora yang lebih besar dan menyeret nama-nama lain yang terlibat dalam skandal ini. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gandeng BPK RI, KPK Masih Hitung Kerugian Negara Akibat Kasus Korupsi Haji

Gandeng BPK RI, KPK Masih Hitung Kerugian Negara Akibat Kasus Korupsi Haji

News | Senin, 11 Agustus 2025 | 12:58 WIB

Kasus Investasi Fiktif PT Taspen, Direktur PT IIM Dipanggil KPK

Kasus Investasi Fiktif PT Taspen, Direktur PT IIM Dipanggil KPK

News | Senin, 11 Agustus 2025 | 11:49 WIB

Menag Nasaruddin Umar soal Laporan Korupsi Haji 2025 di KPK: Gak Ada Masalah!

Menag Nasaruddin Umar soal Laporan Korupsi Haji 2025 di KPK: Gak Ada Masalah!

News | Senin, 11 Agustus 2025 | 09:52 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×