Penelitian Ungkap Faktor Manusia di Balik Terkuncinya Kekeringan Amerika Barat Daya

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 14 Agustus 2025 | 14:19 WIB
Penelitian Ungkap Faktor Manusia di Balik Terkuncinya Kekeringan Amerika Barat Daya
Ilustrasi kekeringan (Pixabay)

Suara.com - Kekeringan yang melanda Amerika Serikat bagian barat daya kini dianggap sebagai yang terparah dalam sedikitnya 1.200 tahun terakhir.

Penelitian terbaru menyebut aktivitas manusia sebagai penyebab utama yang membuat kondisi ini terus berlanjut.

Wilayah ini telah mengalami masa kering berkepanjangan sejak awal 2000-an, yang semula diyakini sebagai bagian dari siklus alami Osilasi Dekadal Pasifik (PDO). Siklus ini biasanya beralih antara fase basah dan kering setiap beberapa dekade.

Namun, studi yang dipublikasikan di jurnal Nature menemukan bahwa sejak 1950-an, PDO telah sangat dipengaruhi oleh emisi gas rumah kaca dan perubahan pola atmosfer akibat ulah manusia. Akibatnya, fase basah yang seharusnya terjadi tertahan, membuat kekeringan mengunci wilayah tersebut.

Potret ilustrasi kekeringan di Bantul. (Pixabay/GregReese)
Potret ilustrasi kekeringan di Bantul. (Pixabay/GregReese)

Dampaknya terasa luas. Dua waduk terbesar di AS, Danau Mead dan Powell, mengalami penurunan permukaan air hingga rekor terendah, mengancam pasokan air bagi lebih dari 40 juta orang di tujuh negara bagian yang bergantung pada Sungai Colorado.

Sengketa hukum terkait hak penggunaan air semakin memanas, sementara sektor pertanian dan ekosistem alami tertekan hebat.

Para ilmuwan menemukan pola serupa dalam catatan geologis sekitar 6.000 tahun lalu, ketika periode suhu tinggi memicu kekeringan luas di Barat Daya dan wilayah tropis seperti Amazon.

Mereka memperingatkan bahwa tren ini bisa menjadi “normal baru” di abad ini, dan bahkan sedikit perlambatan arus laut Atlantik dapat memperburuk pengeringan di kawasan tropis.

Penelitian ini menjadi peringatan penting bahwa pemanasan global tidak hanya memengaruhi suhu, tetapi juga mengganggu pola cuaca jangka panjang.

baca juga

Para peneliti mendorong upaya adaptasi yang mencakup manajemen air lebih ketat, kebijakan pertanian yang menyesuaikan iklim kering, dan sistem prediksi kekeringan yang lebih akurat.

Tanpa penurunan signifikan emisi global, para ahli menilai risiko kekeringan ekstrem akan meningkat, dengan implikasi serius bagi ketahanan pangan, ekonomi, dan kehidupan jutaan orang.

Penulis: Muhammad Ryan Sabiti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran: Serangan Israel Hancurkan Kepercayaan, Hubungan dengan AS "Di Bawah Nol"

Iran: Serangan Israel Hancurkan Kepercayaan, Hubungan dengan AS "Di Bawah Nol"

Video | Rabu, 13 Agustus 2025 | 13:05 WIB

Jelang HUT RI! Emiten Tekstil RI Deklarasi Angkat Bendera Putih dengan Tutup Pabrik

Jelang HUT RI! Emiten Tekstil RI Deklarasi Angkat Bendera Putih dengan Tutup Pabrik

Bisnis | Senin, 11 Agustus 2025 | 09:43 WIB

Apple Resmi Bangun Pabrik di Amerika, Siap-siap Harga iPhone Makin Mahal

Apple Resmi Bangun Pabrik di Amerika, Siap-siap Harga iPhone Makin Mahal

Tekno | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 15:45 WIB

Terkini

Cara Mudah Mencari Panjang Alas Jajar Genjang jika Luas dan Tinggi Sudah Diketahui

Cara Mudah Mencari Panjang Alas Jajar Genjang jika Luas dan Tinggi Sudah Diketahui

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 11:54 WIB

Erick Thohir Wanti-wanti John Herdman, Kondisi 3 Pemain Timnas Indonesia Bikin Was-was

Erick Thohir Wanti-wanti John Herdman, Kondisi 3 Pemain Timnas Indonesia Bikin Was-was

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

25 Merk Beras Fortifikasi Diduga Lakukan Penipuan: Rojo Lele Hingga Nutri Rice Food Station

25 Merk Beras Fortifikasi Diduga Lakukan Penipuan: Rojo Lele Hingga Nutri Rice Food Station

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

Saham SMRA Anjlok Usai Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Terjaring OTT KPK

Saham SMRA Anjlok Usai Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Terjaring OTT KPK

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator

Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:46 WIB

Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup

Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 11:44 WIB

5 Pilihan Celana Padding Sepeda Terbaik untuk Pemula, Nyaman Buat Gowes Lama

5 Pilihan Celana Padding Sepeda Terbaik untuk Pemula, Nyaman Buat Gowes Lama

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:38 WIB

Tak Sekadar Poin, Pelanggan Kini Bisa Dapat Benefit Fashion hingga Kuliner

Tak Sekadar Poin, Pelanggan Kini Bisa Dapat Benefit Fashion hingga Kuliner

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 11:37 WIB

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:31 WIB

Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor

Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 11:30 WIB

×