Profil PUI: Ormas di Balik Penunjukan Komisaris PT KAI yang Baru

M Nurhadi

Jum'at, 15 Agustus 2025 | 13:24 WIB
Profil PUI: Ormas di Balik Penunjukan Komisaris PT KAI yang Baru
Raizal Arifin, Ketua PUI Jadi Komisaris Independen PT KAI [PUI]

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI baru-baru ini melakukan perombakan jajaran komisaris dan direksi. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Raizal Arifin, yang ditunjuk sebagai Komisaris Independen.

Penunjukan ini langsung menjadi perbincangan publik karena Raizal Arifin dikenal sebagai Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Persatuan Ummat Islam (PUI), sekaligus mantan relawan pemenangan Prabowo-Gibran pada Pemilihan Presiden lalu.

Selain menjabat sebagai ketua ormas PUI, Raizal Arifin diketahui sebagai salah satu pendukung Prabowo selama menjadi capres. Raizal Arifin adalah relawan Prabowo-Gibran.

Latar belakang Raizal Arifin sebagai pemimpin PUI memicu pertanyaan seputar identitas dan sejarah organisasi tersebut. PUI sendiri bukanlah organisasi kemarin sore. 

Pada 21 Desember 1917 diperingati sebagai hari lahirnya, yang berawal dari gagasan tiga tokoh besar: K.H. Abdul Halim, K.H. Ahmad Sanusi, dan Mr. R. Syamsuddin. PUI dalam bentuknya saat ini merupakan hasil peleburan dari dua perhimpunan Islam yang memiliki sejarah panjang.

Sejarah Dua Perhimpunan Cikal Bakal PUI

Cikal bakal PUI bermula dari dua perhimpunan yang berdiri di era kolonial Hindia Belanda.

Pertama, Jam’iyyah Hajatoel Qoeloeb. Organisasi ini didirikan oleh K.H. Abdul Halim pada 17 Juli 1911 di Majalengka.

Tujuannya adalah menjadi wadah kegiatan taklim, pendidikan melalui Madrasah I’anat al-Muta’allimin, serta kegiatan sosial-ekonomi seperti koperasi dan pertanian.

baca juga

Organisasi ini mengalami beberapa kali perubahan nama. Pada tahun 1916, namanya diubah menjadi Jam’iyah I’anat al-Muta’allimin, dan atas saran H.O.S. Tjokroaminoto, namanya kembali diubah menjadi Persjarikatan Oelama (PO).

Penetapan nama ini oleh pemerintah Hindia Belanda pada 21 Desember 1917 kemudian menjadi dasar penetapan hari lahir PUI. Kegiatan utama PO saat itu berfokus pada pendidikan, dakwah, dan sosial-ekonomi.

Organisasi ini kembali berganti nama menjadi Perikatan Oemmat Islam (POI) pada tahun 1943, dengan tujuan menyatukan umat Islam yang terpecah akibat politik devide et impera pemerintah kolonial.

Kedua, Al-Ittihadijatoel Islamijjah (AII). Didirikan pada 21 November 1931 di Jakarta oleh K.H. Ahmad Sanusi dan tokoh ulama Priangan Barat.

Perhimpunan ini dibentuk sebagai respons terhadap serangan pemikiran dari kelompok puritan Majelis Ahli Sunnah Cimalame (MASC) Garut yang dicurigai sebagai strategi pemerintah kolonial untuk memecah belah umat. Organisasi ini kemudian berganti nama menjadi Persatuan Oemmat Islam Indonesia (POII) pada 1 Februari 1944.

Pada 5 April 1952, kedua perhimpunan ini melakukan fusi atau peleburan di Bogor, membentuk PUI yang kita kenal sekarang. Tujuan utamanya adalah menggalang persatuan di kalangan umat Islam dan bangsa Indonesia.

Penggabungan ini dimungkinkan karena para pendiri kedua organisasi tersebut, yaitu K.H. Abdul Halim, K.H. Ahmad Sanusi, dan Mr. R. Syamsuddin, adalah tokoh dan bapak bangsa. Ketiganya bahkan menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Atas jasa-jasa mereka, ketiga tokoh ini dianugerahi Bintang Maha Putra Utama. Bahkan, K.H. Abdul Halim dan K.H. Ahmad Sanusi telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional secara berturut-turut pada tahun 2008 dan 2022.

Perjalanan PUI menunjukkan bahwa perubahan nama organisasi adalah hal yang lumrah dalam sejarah Indonesia.

Setiap tahunnya, jutaan anggota dan jamaah PUI memperingati 21 Desember sebagai Hari Lahir PUI, mengenang momen bersejarah saat Persjarikatan Oelama mendapatkan pengesahan dari pemerintah.

Sebagai sebuah organisasi yang kini dipimpin oleh Raizal Arifin, PUI tetap memiliki struktur kepengurusan yang lengkap dengan berbagai bidang dan badan, mulai dari pendidikan, dakwah, hingga ekonomi dan sosial.

Beberapa orang yang mengisi struktur organisasi PUI diantaranya: 

PERIODE 1446-1451 H / 2025-2030 M

Ketua Umum: H. Raizal Arifin, S.S., M.Sos.

Wakil Ketua Umum:KH. Maman Abdurrahman, M.Si.

Irfan Ahmad Fauzi, M.Hum.

Sekretaris Jenderal: Dr. Kana Kurniawan, M.A.Hk.

Wakil Sekretaris Jenderal:I: Kamaludin, ST., M.Si.

II: Bambang Irawan, S.Sos.

III: Ahmad Izzuddin, S.E.

IV: Deden Tazdad Hubban, S.Kom.

V: Yudi Hermawan, S.Psi.

Bendahara Umum: Jaenal Abidin, S. Akun.

Ketua Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah: Dr. Sunarto, M.Pd.Wakil Ketua: Muhammad Rijal Wahid Muharram, M.Pd.

Ketua Bidang Pembinaan Masjid dan Pesantren: H. Nur Saifuddin Zaidi, Lc.

Ketua Bidang Hukum: Dr. H. Fikri Habibi, M.H.

Ketua Bidang Dakwah: Rijalul Imam, M.Si.

Ketua Bidang Rekrutmen dan Pembinaan Anggota: Dr. RoyaniWakil Ketua:Dr. Nandar Sunandar, M.Si.

Imron Rosyadi

Suharta Harazi

Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan: H. Nurhali Ahsan, S.Kep.

Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat: Dr. Mohan, M.E.I.

Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan: Arif Susanto

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kajian Kebangsaan: Adhe Nuansa Wibisono, Ph.D.Wakil Ketua: Ir. Endang Kurnia Hasyim

Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi: Deni Krida Laksana, S.Pd.I.Wakil Ketua: Jamilullah, M.Si.

Ketua Bidang Humas: Arif Suryawan, S.Sos., MM.

Badan dan Lembaga

Ketua BPH PT PUI: KH. Nazar Haris, MBA.

Ketua BPP PUI Model PTP PUI: Dra. Hj. Titin H. Nisrinati, M.M.

Ketua Lembaga Wakaf Baru dan Wasiat: Irwan Umbara, S.Pd

Ketua Lembaga Hisab dan Rukyat PUI: Drs. TB. Hadi Sutiksna

Ketua Lembaga Bantuan Hukum PUI: Etza Imelda Fitri, S.H., M.H., CLA., CPM.

Ketua Lembaga Dakwah PUI: Dr. KH. Engkos Kosasih, Lc., M.Ag.

Ketua SAKO Pramuka PUI: Taufik Ibrahim, S.Pd.

Ketua PUI Peduli Kemanusiaan: Asep Kurniawan

Ketua Halal Center: Ir. H. Yance Andrianto

Komandan Brigade Intisab Pusat: Ahmad Wahidin

Koordinator Kantor I (Jakarta): Ujang Palahuddin Assopari, M.Sos.

Koordinator Kantor II (Majalengka): H. Saefullah Ma’ruf, SH.I.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Raizal Arifin yang Ditunjuk Jadi Komisaris PT KAI, Pernah Jadi Relawan Prabowo

Profil Raizal Arifin yang Ditunjuk Jadi Komisaris PT KAI, Pernah Jadi Relawan Prabowo

Lifestyle | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 09:32 WIB

Penumpang KRL Mengeluh Kejauhan, Gubernur DKI Pertimbangkan JPO di Stasiun Cikini

Penumpang KRL Mengeluh Kejauhan, Gubernur DKI Pertimbangkan JPO di Stasiun Cikini

News | Kamis, 14 Agustus 2025 | 15:03 WIB

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT KAI yang Baru

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT KAI yang Baru

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 19:55 WIB

Gusti Bhre Dicopot dari Komisaris PT KAI, Bersih-bersih Orang Dekat Gibran Dimulai?

Gusti Bhre Dicopot dari Komisaris PT KAI, Bersih-bersih Orang Dekat Gibran Dimulai?

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 12:15 WIB

Danantara Tunjuk Ketua Ormas jadi Komisaris PT KAI

Danantara Tunjuk Ketua Ormas jadi Komisaris PT KAI

Bisnis | Rabu, 13 Agustus 2025 | 10:55 WIB

Dirut KAI Membungkuk Maaf Buntut Kereta Anjlok, Netizen: Salut, Saat Banyak Pejabat Muka Tembok

Dirut KAI Membungkuk Maaf Buntut Kereta Anjlok, Netizen: Salut, Saat Banyak Pejabat Muka Tembok

News | Senin, 04 Agustus 2025 | 11:40 WIB

Terkini

Kepala Imigrasi Denpasar Diperiksa KPK Terkait Skandal Pemerasan Izin WNA

Kepala Imigrasi Denpasar Diperiksa KPK Terkait Skandal Pemerasan Izin WNA

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Misterius, Seksi, dan Berbahaya: Pesona Patch dalam Hush, Hush

Misterius, Seksi, dan Berbahaya: Pesona Patch dalam Hush, Hush

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Emiten Bekasi Fajar (BEST) Siapkan Kota AI untuk Kejar Investor

Emiten Bekasi Fajar (BEST) Siapkan Kota AI untuk Kejar Investor

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Di Depan Ramos Horta, Megawati Cerita Jadi Korban Rekayasa AI: Saya Kaget

Di Depan Ramos Horta, Megawati Cerita Jadi Korban Rekayasa AI: Saya Kaget

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:23 WIB

Weton Tibo Pati Artinya Apa dan Cara Mengatasinya Menurut Primbon

Weton Tibo Pati Artinya Apa dan Cara Mengatasinya Menurut Primbon

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Huawei MateBook Pro S Resmi Hadir, Laptop 798 Gram dengan Layar OLED 3,1K

Huawei MateBook Pro S Resmi Hadir, Laptop 798 Gram dengan Layar OLED 3,1K

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Tumbang setelah 10 Jam Menunggu, Sidang dr Richard Lee Harus Ditunda

Tumbang setelah 10 Jam Menunggu, Sidang dr Richard Lee Harus Ditunda

Entertainment | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:18 WIB

Panduan Parkir Paralel Mobil Hybrid Toyota Agar Aman dan Mudah Didorong

Panduan Parkir Paralel Mobil Hybrid Toyota Agar Aman dan Mudah Didorong

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:15 WIB

Sifat dan Karakter Shio Babi Pria dan Wanita, Lengkap dengan Kelebihan serta Kekurangannya

Sifat dan Karakter Shio Babi Pria dan Wanita, Lengkap dengan Kelebihan serta Kekurangannya

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:13 WIB

Sengaja atau Tak Peka? Mengapa Prabowo Baru ke NTT di Hari ke-11 Setelah Gempa?

Sengaja atau Tak Peka? Mengapa Prabowo Baru ke NTT di Hari ke-11 Setelah Gempa?

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:12 WIB

×