Apa Itu NPS? Narkoba 'Zombie' Jenis Baru yang Bikin BNN Kewalahan, Jauh Lebih Berbahaya

Wakos Reza Gautama

Selasa, 19 Agustus 2025 | 22:10 WIB
Apa Itu NPS? Narkoba 'Zombie' Jenis Baru yang Bikin BNN Kewalahan, Jauh Lebih Berbahaya
Apa itu New Psychoactive Substances atau NPS. [bnn]

Suara.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI kembali membunyikan alarm kewaspadaan. Bukan lagi soal ganja, sabu, atau ekstasi yang sudah akrab di telinga, melainkan musuh baru yang lebih licik dan mematikan: New Psychoactive Substances (NPS).

Zat adiktif jenis baru ini disebut menjadi salah satu tantangan terbesar bagi penegak hukum di Indonesia saat ini.

Dalam pertemuan bilateral dengan Kementerian Keamanan Publik Vietnam, Kasubdit Kerja Sama Regional dan Internasional BNN RI, Muhamad Irham Anwar, menjelaskan bahwa kemunculan NPS yang belum diatur secara spesifik menambah kerumitan dalam penegakan hukum narkotika.

"Untuk menghadapi ancaman ini, BNN menerapkan enam strategi komprehensif yang mencakup penguatan kolaborasi, pencegahan, penegakan hukum, dan rehabilitasi," ujar Irham dikutip dari ANTARA.

Lalu, apa sebenarnya NPS ini dan mengapa ia begitu ditakuti? Mengapa BNN sampai harus merancang strategi khusus untuk melawannya?

Mengenal NPS: Narkoba 'Bunglon' yang Selalu Selangkah di Depan Hukum

Secara sederhana, New Psychoactive Substances (NPS) adalah narkotika hasil modifikasi kimia yang sengaja dirancang untuk meniru efek dari narkoba ilegal yang sudah ada, seperti ganja, amfetamin, ekstasi, atau heroin. NPS sering dijuluki sebagai “designer drugs” (narkoba desainer) atau “legal highs” (mabuk legal).

Julukan ini muncul karena tujuan utama pembuatannya adalah untuk mengakali hukum. Para produsen di laboratorium gelap hanya perlu sedikit mengubah struktur kimia dari zat terlarang yang sudah ada. Hasilnya adalah senyawa baru dengan efek serupa, namun secara teknis belum terdaftar sebagai narkotika ilegal.

Inilah yang membuatnya menjadi ancaman "bunglon" yang selalu bisa berubah wujud untuk menghindari jerat hukum.

baca juga

Menurut United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), NPS adalah zat yang tidak dikendalikan oleh Konvensi PBB tentang Narkotika dan Psikotropika, tetapi dapat menimbulkan ancaman kesehatan masyarakat.

Mengapa NPS Jauh Lebih Berbahaya?

Jika efeknya hanya meniru, mengapa NPS dianggap lebih berbahaya? Jawabannya terletak pada ketidakpastian.

Karena tidak pernah melalui uji keamanan atau medis, efek samping NPS seringkali tidak terduga dan bisa berkali-kali lipat lebih kuat dari zat yang ditirunya. Inilah karakteristik utama yang membuatnya menjadi bom waktu bagi penggunanya:

  • Efek 'Zombie' yang Tak Terduga: Karena tidak ada standar dosis dan kemurniannya tidak terjamin, efeknya bisa sangat mengerikan. Pengguna bisa mengalami overdosis fatal, gangguan kejiwaan akut (halusinasi parah, paranoia), kejang-kejang, hingga kerusakan organ permanen.
  • Berkembang Biak dengan Cepat: Kreativitas produsen NPS seolah tak ada habisnya. Menurut data WHO hingga 2023, sudah ada lebih dari 1.200 jenis NPS yang teridentifikasi secara global. Angka ini terus bertambah, membuat penegak hukum dan ilmuwan kewalahan.
  • Sulit Dideteksi: Metode tes narkoba standar seringkali tidak dirancang untuk mendeteksi formula kimia NPS yang baru. Ini menjadi tantangan besar baik dalam penegakan hukum di lapangan maupun dalam penanganan medis di rumah sakit.
  • Penyebaran Lewat Online: NPS sering dijual secara daring dengan kedok produk legal seperti dupa herbal, garam mandi (bath salts), atau pupuk tanaman. Ini membuatnya sangat mudah diakses oleh kaum muda yang tidak menyadari bahaya mematikan di baliknya.

Jenis-Jenis NPS yang Sudah Mengancam Indonesia

BNN telah mengidentifikasi beberapa jenis NPS yang peredarannya patut diwaspadai di Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan sudah memakan korban. Jenis-jenis tersebut antara lain:

  • Synthetic Cannabinoids: Dikenal dengan sebutan "ganja sinte". Efeknya meniru ganja, namun bisa ratusan kali lebih kuat dan sering memicu efek psikotik yang parah.
  • Synthetic Cathinones: Populer dengan nama jalanan "bath salts". Meniru efek stimulan seperti amfetamin atau sabu, namun dengan risiko agresi ekstrem dan halusinasi mengerikan.
  • Phenethylamines: Kelompok zat yang meniru efek halusinogen dan stimulan, salah satu contohnya adalah 2C-B.
  • Piperazines: Sering dijual sebagai pil ekstasi palsu (MDMA) dengan efek yang tidak bisa diprediksi.
  • Ketamine-like Substances: Zat yang meniru efek disosiatif dari ketamin, yang bisa menyebabkan sensasi "keluar dari tubuh" yang berbahaya.

Perang melawan NPS memerlukan lebih dari sekadar penangkapan. Dibutuhkan pembaruan hukum yang cepat, edukasi masif kepada masyarakat tentang bahayanya, serta peningkatan teknologi deteksi agar Indonesia tidak menjadi pasar empuk bagi peredaran narkoba 'zombie' ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WNA Peru Selundupkan 1,4 Kg Kokain ke Bali, Tempat Penyimpanannya Bikin Geleng Kepala!

WNA Peru Selundupkan 1,4 Kg Kokain ke Bali, Tempat Penyimpanannya Bikin Geleng Kepala!

Video | Selasa, 19 Agustus 2025 | 20:30 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Narkoba Internasional, 516 Kg Sabu Disita

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Narkoba Internasional, 516 Kg Sabu Disita

Foto | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 19:55 WIB

Gubernur Bobby Nasution Pimpin Langsung Perobohan Diskotek Sarang Narkoba di Sumut

Gubernur Bobby Nasution Pimpin Langsung Perobohan Diskotek Sarang Narkoba di Sumut

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 00:17 WIB

Jaksa Tolak Pembelaan Fariz RM, Status Legenda Dipertanyakan: Apa Kontribusi Dia untuk Negara?

Jaksa Tolak Pembelaan Fariz RM, Status Legenda Dipertanyakan: Apa Kontribusi Dia untuk Negara?

Entertainment | Kamis, 14 Agustus 2025 | 18:50 WIB

Perang Belum Usai! Kompol Narkoba Divonis Mati, Kejari Batam Siap Bertarung Habis-habisan di MA

Perang Belum Usai! Kompol Narkoba Divonis Mati, Kejari Batam Siap Bertarung Habis-habisan di MA

News | Kamis, 07 Agustus 2025 | 23:41 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×