Punya Rumah Rp 23 Miliar, Terima Tunjangan Rp 50 Juta, Sahroni: Jangan Senang Lihat Orang Susah!

Liberty Jemadu, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 20 Agustus 2025 | 22:02 WIB
Punya Rumah Rp 23 Miliar, Terima Tunjangan Rp 50 Juta, Sahroni: Jangan Senang Lihat Orang Susah!
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni (kanan) mengatakan tunjangan rumah anggota DPR yang mencapai Rp 50 juta per bulan adalah hal biasa. (Foto dok. Kejaksaan Agung RI)

Suara.com - Anggota DPR ramai-ramai membela kebijakan kontroversial terkait tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp 50 juta yang diterima para wakil rakyat di tengah kondisi ekonomi yang sedang berat-beratnya di Tanah Air.

Salah satu yang getol membela adalah Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni - anggota Partai Nasdem yang juga sering dijuluki Sultan Tanjung Priok.

Sahroni, yang diketahui memiliki koleksi rumah mewah di Jakarta hingga Bali dengan nilai hingga ratusan miliar rupiah, mengatakan tunjangan Rp 50 juta per bulan untuk setiap anggota DPR itu adalah langkah untuk menyelematkan uang negara.

Dia bilang, tunjangan rumah itu merupakan pengganti rumah dinas yang tadinya dinikmati oleh anggota DPR. Ia juga kemudian menyentil publik yang disebutnya "tidak senang lihat orang senang".

"Kalau dikasih fasilitas rumah, itu biayanya akan lebih mungkin 10 kali lipat dari yang dikasih tunjangan kepada anggota DPR, sebanyak Rp50 juta," kata Sahroni di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Alasan utamanya, kata Sahroni, adalah biaya perawatan yang horor dan tidak bisa diprediksi. Setiap rumah dinas memiliki masalahnya sendiri yang terus-menerus membutuhkan perbaikan dan menelan biaya besar.

"Kenapa? Karena biaya perawatan itu tak terhingga. Banyak rusak, AC-lah, perlengkapan di dalamnya," jelasnya. 

"Masing-masing rumahnya itu punya problem yang beda-beda. AC-nya, hordeng-nya, dapurnya, gasnya, nah itu lebih mahal," sambungnya.

Politisi Partai NasDem ini mencontohkan pengalamannya sendiri yang tidak pernah menempati rumah jabatan selama tiga periode. Meskipun tidak dihuni, negara tetap harus menanggung biaya perbaikan jika terjadi kerusakan.

baca juga

"Bayangin, kalau akhirnya terus-terusan setiap tahun demikian (anggaran) bengkak, makanya dikasih tunjangan tunai. Lebih ringan sebenarnya," ungkapnya.

Sahroni menegaskan, bahwa kekinian seluruh rumah dinas sudah tidak lagi digunakan oleh anggota dewan dan telah dikembalikan kepada negara. 

Senang Lihat Orang Susah

Lebih lanjut Sahroni mengatakan masyarakat Indonesia memiliki mentalitas "senang melihat orang susah, dan tidak senang melihat orang senang." 

Menanggapi anggapan bahwa tunjangan tersebut tidak pantas di tengah kondisi ekonomi masyarakat, Sahroni memberikan jawaban yang sangat blak-blakan. 

"Iya kan kalau dijabarin kan sekarang banyak tuh, republik kita itu, senang ngeliat orang susah, nggak senang ngeliat orang senang," kata Sahroni.

Menurut politisi Partai NasDem ini, publik tidak seharusnya menilai anggota dewan tidak memiliki empati hanya karena besaran tunjangan yang diterima. 

Ia mengklaim bahwa banyak anggota dewan, termasuk dirinya, yang secara rutin memberikan bantuan kepada masyarakat di daerah pemilihan masing-masing tanpa perlu mempublikasikannya. 

"Masing-masing orang anggota DPR tidak pernah melihatkan secara nyata, hari-harinya suka memberikan satu bantuan kepada khalayak masyarakat. Kan ada orang yang suka publikasi, ada orang yang nggak suka," jelasnya. 

Lebih lanjut, Sahroni bahkan menganggap nominal Rp50 juta yang dinilai fantastis oleh publik sebagai sesuatu yang biasa saja. 

"Jadi jangan dilihat karena nilai uangnya, wow, fantastis. Enggak, itu biasa sebenarnya," tegasnya. 

Ia meyakinkan bahwa uang yang diterima oleh para wakil rakyat pada akhirnya akan kembali lagi ke masyarakat melalui berbagai cara, tanpa perlu diumumkan. 

"Kita-kita orang adalah perwakilan yang dinamai adalah pejabat publik yang juga digaji oleh masyarakat. Uangnya pasti kembali ke masyarakat. Tanpa perlu dikasih tahu, uang gajian gue, gue kasih sama kalian. Semua enggak perlu," ujarnya, sambil menggunakan analogi "tangan kanan memberi, tangan kiri ya diumpetin." 

Sahroni menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa seluruh 580 anggota DPR memiliki rasa empati dan keberpihakan kepada rakyat dengan caranya masing-masing, dan hal itu tidak bisa dihakimi hanya dari satu pos tunjangan.

Koleksi Rumah Mewah Sahroni

Sahroni sendiri merupakan salah satu anggota DPR dengan harta mencolok. Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dipublikasikan secara terbuka, Sahroni memiliki koleksi properti mentereng.

Menurut data LHKPN yang diperbarui pada 31 Desember 2023, jumlah keseluruhan harta kekayaan Ahmad Sahroni tercatat mencapai angka Rp315.391.429.360 atau setara dengan lebih dari Rp315 miliar.

Nilai ini mencakup tanah dan bangunan yang mencapai Rp139.264.309.000. Properti Sahroni tersebar di berbagai lokasi strategis, termasuk Jakarta dan Bali.

Sahroni memiliki beberapa unit properti di Jakarta Utara dengan luas berkisar 100 meter persegi hingga 208 meter persegi, dengan nilai masing-masing antara Rp 825 juta hingga Rp3,5 miliar.

Di Jakarta Pusat Sahroni memiliki properti dengan nilai tertinggi mencapai Rp20,9 miliar dan tanah seluas 4,27 meter persegi yang bernilai Rp4,95 miliar.

Sahroni juga punya properti di Jakarta Selatan: dengan nilai mencapai Rp23,18 miliar. Sementara di Badung, Bali ia memiliki properti bernilai Rp15,95 miliar.

Total nilai seluruh aset properti yang dimiliki Ahmad Sahroni mencapai Rp139,2 miliar.

Sahroni juga dikenal sebagai kolektor kendaraan mewah. Ia memiliki Ferrari 366 tahun 2012 senilai Rp2,5 miliar; Porsche 9E3 RS tahun 2016 senilai Rp6,6 miliar; Porsche 911 Sport Classic tahun 2016 senilai Rp14 miliar; dan Harley Davidson Road Glide tahun 2022 senilai Rp1,66 miliar.

Selain properti dan kendaraan, Sahroni juga memiliki aset bergerak dengan nilai lebih dari Rp107,7 miliar. Sementara harta dalam bentuk kas dan setara kas yang dimiliki Sahroni mencapai Rp76,7 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gaji Pokok Tak Naik Cuma Trik? Total Pendapatan DPR Diam-diam Tembus Rp 70 Juta

Gaji Pokok Tak Naik Cuma Trik? Total Pendapatan DPR Diam-diam Tembus Rp 70 Juta

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 21:13 WIB

Komentari Gaji DPR Naik, Jerome Polin Soroti Tunjangan Pajak dan Rumah

Komentari Gaji DPR Naik, Jerome Polin Soroti Tunjangan Pajak dan Rumah

Entertainment | Rabu, 20 Agustus 2025 | 21:10 WIB

Tunjangan DPR Rp50 Juta Dikritik, Ahmad Sahroni Skakmat Publik: Mentalnya Senang Lihat Orang Susah

Tunjangan DPR Rp50 Juta Dikritik, Ahmad Sahroni Skakmat Publik: Mentalnya Senang Lihat Orang Susah

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 20:47 WIB

Adies Kadir Sebut Tunjangan Rumah Anggota DPR Rp50 Juta Per Bulan Demi Hemat Anggaran, Benarkah?

Adies Kadir Sebut Tunjangan Rumah Anggota DPR Rp50 Juta Per Bulan Demi Hemat Anggaran, Benarkah?

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 18:52 WIB

Sentilan Tajam Joko Anwar Saat Nafa Urbach Bela Kenaikan Gaji DPR: Pilih yang Pinter

Sentilan Tajam Joko Anwar Saat Nafa Urbach Bela Kenaikan Gaji DPR: Pilih yang Pinter

Entertainment | Rabu, 20 Agustus 2025 | 20:13 WIB

Terkini

Aliansi Rakyat Menggugat Datangi Bareskrim, Bawa Bukti Baru Dugaan Pemalsuan Suket Gibran

Aliansi Rakyat Menggugat Datangi Bareskrim, Bawa Bukti Baru Dugaan Pemalsuan Suket Gibran

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Pegawai Rutan Depok Dibayar Rp1 Juta Tiap Bawa Sabu untuk Napi

Pegawai Rutan Depok Dibayar Rp1 Juta Tiap Bawa Sabu untuk Napi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Putusan MK soal Pendidikan Gibran Bikin Publik Heboh: Loker Saja Minimal S1, Kok Bisa?

Putusan MK soal Pendidikan Gibran Bikin Publik Heboh: Loker Saja Minimal S1, Kok Bisa?

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Apakah Air Mawar Bisa Menghilangkan Flek Hitam?

Apakah Air Mawar Bisa Menghilangkan Flek Hitam?

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Bukan Lagi Harga Turis, Makanan UMKM di MotoGP Mandalika 2026 Dijamin Masuk Akal

Bukan Lagi Harga Turis, Makanan UMKM di MotoGP Mandalika 2026 Dijamin Masuk Akal

Bali | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:04 WIB

Gol Perdana Dean James untuk Timnas Indonesia Lahir di Final, Suasananya Bikin Merinding

Gol Perdana Dean James untuk Timnas Indonesia Lahir di Final, Suasananya Bikin Merinding

Bola | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:02 WIB

U by Prodia Luncurkan U-Buddy, Integrasikan Data dari Berbagai Wearable dalam Satu Aplikasi

U by Prodia Luncurkan U-Buddy, Integrasikan Data dari Berbagai Wearable dalam Satu Aplikasi

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Setelah New York, LPDP Jakarta Buka Jalan ke Kampus Top Seoul

Setelah New York, LPDP Jakarta Buka Jalan ke Kampus Top Seoul

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Review Bird in Hand: Pulang Demi Pernikahan, Kembali pada Luka Lama

Review Bird in Hand: Pulang Demi Pernikahan, Kembali pada Luka Lama

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Tas Penumpang Diaduk-aduk, Aksi Porter Bandara Ngurah Rai Sikat Uang Belasan Juta Terekam CCTV

Tas Penumpang Diaduk-aduk, Aksi Porter Bandara Ngurah Rai Sikat Uang Belasan Juta Terekam CCTV

Bali | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:56 WIB

×