Tutut Soeharto Bakal Jadi Ketua Golkar? Mekeng Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Wacana Panas Ini

Chandra Iswinarno | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Kamis, 21 Agustus 2025 | 20:05 WIB
Tutut Soeharto Bakal Jadi Ketua Golkar? Mekeng Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Wacana Panas Ini
Politisi senior Partai Golkar, Melchias Marcus Mekeng menepis anggapan adanya dorongan Siti Hardijanti untuk menjadi Ketum Partai Golkar.

Suara.com - Politisi senior Partai Golkar, Melchias Marcus Mekeng, menepis isu yang mendorong Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto untuk menggantikan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum Partai Golkar. 

Mekeng menyebut wacana tersebut tidak memiliki dasar yang kuat, mengingat partai saat ini tengah fokus pada konsolidasi internal di bawah kepemimpinan Bahlil.

"Saat ini Partai Golkar tidak sedang membahas tentang pergantian kepengurusan, karena Pak Bahlil sedang melakukan konsolidasi partai, jadi ini isu yang tidak berdasar," ujar Mekeng kepada Suara.com, Kamis (21/8/2025).

Bantahan keras ini merespons spekulasi yang berkembang setelah munculnya dukungan terhadap Tutut Soeharto untuk memimpin partai beringin. 

Salah satu suara dukungan yang tercatat datang dari M Rafik Datuk Rajo Kuaso, seorang kader Golkar yang juga menyandang gelar adat Datuk Kepala Pasukuan. 

Wacana ini pun sempat menghangat di ruang publik dan media sosial.

Mekeng, yang memiliki rekam jejak panjang di partai, termasuk pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum dan kini sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di MPR RI, menegaskan bahwa dorongan dari segelintir kader tersebut tidak perlu ditanggapi secara serius. 

Menurutnya, Partai Golkar memiliki mekanisme internal yang solid dan harus dihormati oleh seluruh kadernya.

Ia menganggap dorongan tersebut tidak relevan untuk diperdebatkan dalam situasi politik internal partai saat ini. 

Mekeng menekankan bahwa Golkar beroperasi berdasarkan aturan main yang jelas dan baku.

"Tidak perlu ditanggapi karena partai punya AD/ART serta peraturan yang harus ditaati," tegasnya.

Sebelumnya, Rafik mengemukakan bahwa hubungan antara Keluarga Cendana dan Partai Golkar adalah ikatan historis yang tidak bisa dihapus atau dipisahkan dari perjalanan panjang partai.

Ia menegaskan, fondasi kekuatan Golkar saat ini merupakan warisan dari nilai-nilai yang ditanamkan oleh Soeharto dan keluarganya.

"Keluarga besar Presiden Soeharto sudah menanamkan nilai, visi maupun misi sejak pendirian Golkar. Karena itu juga Golkar jadi salah satu kekuatan politik besar," kata Rafik, Kamis (21/8/2025).

Lebih dari sekadar ikatan sejarah, Rafik melihat figur Tutut memiliki kapasitas dan posisi yang sangat strategis untuk menjawab tantangan internal partai saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketika Skenario Suharto Menaikkan Mbak Tutut ke Kursi RI 1 Gagal Total

Ketika Skenario Suharto Menaikkan Mbak Tutut ke Kursi RI 1 Gagal Total

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 17:07 WIB

Kader Partai Golkar Dukung Tutut Soeharto Gantikan Bahlil Lahadalia

Kader Partai Golkar Dukung Tutut Soeharto Gantikan Bahlil Lahadalia

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 15:35 WIB

Faktor Adik, Tutut Soeharto Diprediksi Dapat Restu Prabowo Geser Bahlil di Partai Golkar

Faktor Adik, Tutut Soeharto Diprediksi Dapat Restu Prabowo Geser Bahlil di Partai Golkar

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 15:08 WIB

Terkini

Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI

Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:44 WIB

Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas

Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:35 WIB

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:18 WIB

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:07 WIB