Boni Hargens: Gejolak Tanah Air Harus Disikapi dengan Keyakinan dan Optimisme

Ronald Seger Prabowo

Jum'at, 22 Agustus 2025 | 05:05 WIB
Boni Hargens: Gejolak Tanah Air Harus Disikapi dengan Keyakinan dan Optimisme
Calon Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) 2025-2028, Boni Hargens. [Ist]

Suara.com - Calon Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) 2025-2028, Boni Hargens menggelar doa bersama anak-anak yatim di Gedung Juang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2025).

Acara tersebut digelar bukan tanpa alasan, Boni menilai Tanah Air masih berada dalam gejolak yang panjang. Dalam acara tersebut, Boni Hargens juga memberikan santunan untuk anak yatim piatu tersebut.

"Kita berdoa bersama. Dasarnya apa? Kami merasa perlu sama sama mendoakan negeri," kata Boni dalam forum Gerakan Indonesia Cerah dengan Tema Doa Bersama untuk Negeri.

Salah satu gejolak yang membuat masyarakat resah ialah kenaikan tunjangan anggota DPR RI. Hal tersebut menuai kritikan tajam dari seluruh rakyat Indonesia.

Selain itu, ada polemik kebijakan kenaikan PBB sebesar 250 persen yang dikeluarkan oleh Bupati Pati, Jawa Tengah, Sudewo beberapa waktu lalu.

Boni menilai harapan Indonesia perlu dirawat agar tercipta keyakinan dan optimisme bahwa Tanah Air masih baik-baik saja.

"Melihat DPR menari karena kenaikan upah. Melihat Pati bergejolak, melihat daerah lain juga kami ingin merawat optimisme. Kami ingin merawat keyakinan, harapan bahwa Indonesia masih baik baik saja, akan baik-baik saja," ujar Boni.

Boni menegaskan bahwa para pemimpin di Indonesia tahu apa yang terbaik untuk bangsa Indonesia. Namun, ia tak mau memprotes segala kebijakan dengan cara yang keras.

Melainkan, kata dia, mengajak seluruh anak-anak yatim untuk mendoakan Indonesia agar menuju ke arah yang lebih baik lagi. Menurutnya, pemerintah akan menerima kritikan dan masukan yang membangun dari rakyatnya.

baca juga

"Jadi kalau orang berteriak, kalau orang berpendapat dan mengajukan protes, kami mau mengajak anak-anak kami untuk berdoa saja. Karena pemimpin kita tentu tahu mana yang terbaik untuk dilakukan dan para pemikir bangsa ini juga orang-orang yang bisa memberikan masukan. Tentu pemerintah akan membuka telinga setiap kritik, setiap masukan," kata dia.

Ia berharap agar seluruh pemimpin di Indonesia bersikap bijaksana untuk menghadapi permasalahan di masyarakat. Boni juga yakin bahwa Indonesia akan selalu cerah meski ada kegelapan yang menyelimuti negeri.

"Jadi kita doakan bahwa pemimpin kita selalu bijaksana, kita doakan negeri kita selalu dalam lindungan tuhan kedepan. Kita tak boleh pesimis, meskipun mungkin ada yang merasa kegelapan, tp kami tetap yakin Indonesia masih cerah. Karena yang paling penting adalah, masa depan Indonesia. Bukan jabatan siapa-siapa," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Komentar Duo Sayuri Usai Dipanggil ke Timnas Indonesia Lawan Kuwait dan Lebanon

Ini Komentar Duo Sayuri Usai Dipanggil ke Timnas Indonesia Lawan Kuwait dan Lebanon

Bola | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 08:47 WIB

Klub Miliano Jonathans Selangkah Lagi Cetak Sejarah di Liga Eropa

Klub Miliano Jonathans Selangkah Lagi Cetak Sejarah di Liga Eropa

Bola | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 08:22 WIB

Kevin Diks Cedera Lagi, Pertahanan Gladbach dan Indonesia di Ujung Tanduk

Kevin Diks Cedera Lagi, Pertahanan Gladbach dan Indonesia di Ujung Tanduk

Bola | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 07:54 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×