Ratusan rekan sesama pengemudi ojol datang silih berganti, memberikan penghormatan terakhir dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan.
Di antara para pelayat, tampak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Mengenakan pakaian serba hitam, Pramono menyampaikan duka cita mendalam secara langsung kepada keluarga almarhum.
Ia memastikan bahwa seluruh proses pemulasaraan hingga pemakaman akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sebagai bentuk simpati dan upaya meringankan beban keluarga.
Sekitar pukul 09.30 WIB, jenazah Affan Kurniawan diantar oleh ribuan sahabat ojolnya ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Karet Bivak.
Iring-iringan jaket hijau yang memadati jalanan menjadi pemandangan yang mengharukan sekaligus menyuarakan protes bisu atas tragedi yang menimpa rekan mereka.
Kematian Affan bukan satu-satunya catatan kelam dari demonstrasi hari itu.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, selain satu korban jiwa, tercatat sedikitnya 38 orang mengalami luka-luka dan harus dirawat di berbagai rumah sakit di Jakarta.
Korban luka tersebar di RSCM, RS Pelni, RSPP, hingga RSUD Tarakan, menunjukkan betapa luasnya dampak kericuhan yang terjadi.
Baca Juga: Kronologi Ibu Affan Kurniawan Tahu Anaknya Meninggal, Awalnya Dikira Kecelakaan