Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Erick Tanjung, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 12 Januari 2026 | 21:16 WIB
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 di Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026). [Foto: Tim Media PDIP]
baca 10 detik
  • Megawati minta kader PDIP kritik pemerintah berdasarkan data dan fakta.
  • Kritik tidak boleh didasarkan pada kemarahan atau provokasi emosional semata.
  • Kekuatan politik PDIP disebut berasal dari kepercayaan rakyat, bukan kekuasaan.

Suara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memberikan arahan tegas kepada seluruh kadernya mengenai etika politik dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kekuasaan. Ia menekankan bahwa setiap kritik yang dilontarkan partai harus berlandaskan data dan fakta, bukan didorong oleh provokasi emosional.

Pernyataan ini disampaikan Megawati dalam pidato penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan Tahun 2026 di Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026).

Dalam pidatonya, Presiden ke-5 RI ini mengingatkan bahwa PDIP harus mengedepankan watak kenegarawanan. Ia secara tegas melarang kader menggunakan kemarahan atau konfrontasi kosong dalam merespons kebijakan pemerintah.

"Menghadapi kekuasaan, perjuangan partai tidak dijalankan dengan kemarahan, bukan dengan serangan personal, dan bukan dengan konfrontasi kosong. Cara-cara demikian justru menjauhkan kita dari watak kenegarawanan,” kata Megawati.

Sebagai partai penyeimbang, Megawati menyatakan PDIP memiliki tanggung jawab ideologis untuk memastikan kebijakan negara tetap berpihak pada rakyat kecil. Namun, ia menekankan bahwa martabat partai ditentukan oleh cara mereka menyampaikan aspirasi.

"Kritik kita harus berbasis data, pengalaman nyata Rakyat, dan nilai ideologis—bukan provokasi emosional. Dengan cara itulah Partai menjaga martabat politiknya,” ujarnya.

Kekuatan Partai Ada di Rakyat

Lebih lanjut, Megawati mendorong agar diskursus politik nasional tidak hanya berkutat pada angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menyentuh isu-isu mendasar seperti keadilan sosial, kedaulatan pangan, dan keadilan ekologis.

Ia menegaskan bahwa marwah PDI Perjuangan tidak terletak pada kedekatannya dengan lingkaran kekuasaan, melainkan pada seberapa kuat ikatan partai dengan rakyat.

baca juga

“Kekuatan politik PDI Perjuangan tidak boleh bergantung pada kedekatan dengan kekuasaan, melainkan pada kepercayaan, partisipasi, dan kesadaran politik Rakyat,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi

Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi

News | Senin, 12 Januari 2026 | 21:09 WIB

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Bertentangan dengan Putusan MK dan Semangat Reformasi

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Bertentangan dengan Putusan MK dan Semangat Reformasi

News | Senin, 12 Januari 2026 | 20:57 WIB

PDIP Kritik Pemotongan Anggaran Transfer, Desak Alokasi yang Adil untuk Daerah

PDIP Kritik Pemotongan Anggaran Transfer, Desak Alokasi yang Adil untuk Daerah

News | Senin, 12 Januari 2026 | 19:53 WIB

Terkini

Detik-detik Calvin Verdonk Cetak Sejarah dalam 12 Menit di Liga Champions

Detik-detik Calvin Verdonk Cetak Sejarah dalam 12 Menit di Liga Champions

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor Unri Periode 2026-2030

Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor Unri Periode 2026-2030

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:38 WIB

Relationship Burnout: Hubungan yang Harusnya Nyaman Justru Menguras Energi

Relationship Burnout: Hubungan yang Harusnya Nyaman Justru Menguras Energi

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Keamanan Timur Tengah Jadi Sorotan, PSSI Pertimbangkan Ganti Lawan Timnas Indonesia

Keamanan Timur Tengah Jadi Sorotan, PSSI Pertimbangkan Ganti Lawan Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:35 WIB

ISPA di Wilayah Karhutla Tembus 277 Ribu Kasus

ISPA di Wilayah Karhutla Tembus 277 Ribu Kasus

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Cemburu! Suami di Metro Tega Bakar Istri yang Sedang Hamil Saat Tidur Pulas

Cemburu! Suami di Metro Tega Bakar Istri yang Sedang Hamil Saat Tidur Pulas

Lampung | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Review The Pet Cemetery Murders: Hantu, Pembunuhan, dan Sejarah yang Kelam

Review The Pet Cemetery Murders: Hantu, Pembunuhan, dan Sejarah yang Kelam

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:30 WIB

4 Sepeda Lipat Murah di Bawah Rp2 Juta untuk Kerja, Praktis Dibawa ke Kantor

4 Sepeda Lipat Murah di Bawah Rp2 Juta untuk Kerja, Praktis Dibawa ke Kantor

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Tertibkan Kawasan Hutan, Satgas PKH Setor Rp57,1 Triliun ke Kas Negara

Tertibkan Kawasan Hutan, Satgas PKH Setor Rp57,1 Triliun ke Kas Negara

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Pakistan Desak AS dan Iran Patuhi MoU Islamabad di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Pakistan Desak AS dan Iran Patuhi MoU Islamabad di Tengah Ketegangan Timur Tengah

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:27 WIB

×