'Mundur atau Situasi Makin Parah,' Ultimatum Buat Ahmad Saroni, Eko Patrio, Uya Kuya dan Nafa Urbach

Chandra Iswinarno Suara.Com
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 23:56 WIB
'Mundur atau Situasi Makin Parah,' Ultimatum Buat Ahmad Saroni, Eko Patrio, Uya Kuya dan Nafa Urbach
Kolase Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Nafa Urbach, Uya Kuya. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Analis desak Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Nafa Urbach, dan Uya Kuya mundur dari DPR.
  • Pengunduran diri dinilai sebagai ujian nasionalisme dan bentuk empati.
  • Kericuhan saat ini adalah puncak dari kegagalan komunikasi publik pejabat.

Suara.com - Desakan agar 4 Anggota DPR meletakan jabatannya kian santer disuarakan. Mereka yang didesak untuk mundur, yakni Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Nafa Urbach, dan Uya Kuya.

Analis komunikasi politik, Hendri Satrio menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan pilihan strategis yang tidak hanya akan meredam gejolak di masyarakat, tetapi juga menjadi ujian bagi rasa nasionalisme mereka.

"Kini nasionalisme mereka diuji. Mereka harusnya mendengarkan rakyat dengan mundur dari kursi mereka, atau selamanya akan terus terjadi situasi seperti saat ini, aksi di mana-mana," kata Hensa, sapaan Hendri Satrio, Sabtu (30/8/2025).

Ia menekankan bahwa pengunduran diri dari jabatan legislatif juga akan menjadi bentuk empati yang kuat terhadap kondisi masyarakat yang resah.

"Pilihannya tinggal mundur mendengarkan rakyat, atau bertahan sampai situasinya makin panas dan parah," katanya.

Lebih jauh, Hensa menganalisis bahwa rentetan aksi dan kericuhan yang terjadi belakangan ini merupakan puncak dari kegagalan komunikasi publik para pejabat.

Menurutnya, aksi-aksi ini sebagian besar diawali oleh komunikasi yang dianggap tidak bisa dimengerti oleh masyarakat.

"Akibatnya jelas, tingkat kepercayaan atau trust kepada pemerintah dan institusi legislatif terlihat menurun. Ini adalah alarm serius," tegasnya.

Hensa kemudian mengingatkan pejabat dan wakil rakyat lainnya agar selalu berhati-hati dalam menyampaikan pesan politik.

Baca Juga: Uya Kuya Akhirnya Minta Maaf: Beri Saya Kesempatan Lagi untuk Lebih Baik

Menurutnya, kericuhan yang masih berlangsung adalah bukti nyata dari komunikasi bermasalah figur publik seperti Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio, dan Uya Kuya.

"Aksi masyarakat yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat agar kelak pejabat dan wakil rakyat lebih berhati-hati dalam menyampaikan pesan politik," ujar Hensa.

"Sampai keluar kata-kata yang tak diinginkan oleh masyarakat itu sudah kelewatan. Maka, ini bisa jadi pelajaran buat yang lainnya agar tak sembarangan dalam berkomunikasi kepada publik."

Hensa meyakini para legislator yang telah memicu kekisruhan ini memahami situasi genting yang sedang terjadi, dan menyarankan mereka kembali ke profesi awal.

"Ini kan sekadar saran, demi bangsa dan negara. Sahroni adalah pengusaha sukses sebelumnya, sementara Nafa, Eko, dan Uya juga selebriti sukses."

"Mungkin lebih baik kembali saja ke profesi sebelumnya, dan saya yakin sekarang mereka paham akan situasinya," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?