Benteng DPR Jebol Dini Hari! Hujan Petasan Balas Imbauan Damai Polisi

Andi Ahmad S Suara.Com
Minggu, 31 Agustus 2025 | 01:25 WIB
Benteng DPR Jebol Dini Hari! Hujan Petasan Balas Imbauan Damai Polisi
Tangkapan Layar Benteng DPR Jebol Dini Hari, Minggu 30 Agustus 2025 [Ist]
Baca 10 detik
  • Detik-detik Runtuhnya Gerbang Parlemen
  • Imbauan Terakhir Polisi yang Tak Digubris

Suara.com - Garis pertahanan terakhir di jantung demokrasi Indonesia akhirnya runtuh. Setelah bersitegang selama berjam-jam, massa aksi yang bertahan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, berhasil menjebol pagar Gedung DPR RI pada Minggu (31/8/2025) dini hari.

Momen dramatis yang menandai eskalasi puncak dari gelombang unjuk rasa di ibu kota ini terekam dalam sebuah video yang seketika viral di media sosial.

Tepat pada pukul 00:25 WIB, sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @dhimassaputra mulai menyebar cepat.

Rekaman tersebut memperlihatkan dengan jelas detik-detik saat pagar utama Gedung DPR RI berhasil dirobohkan oleh kekuatan massa.

Terdengar suara gemuruh dan teriakan massa saat gerbang besi itu ambruk.

Tanpa ragu, gelombang massa langsung tumpah ruah, mulai memasuki halaman dalam kompleks parlemen yang selama ini dijaga ketat.

Aksi ini diwarnai perlawanan sengit, di mana massa secara konstan mengarahkan letusan petasan ke arah barikade aparat yang bertahan di dalam.

Sesaat sebelum dan selama gerbang dijebol, terdengar suara aparat kepolisian melalui pengeras suara. Bukan makian atau ancaman, melainkan sebuah imbauan terakhir yang memohon kerja sama dan berusaha meredam situasi.

Suara petugas itu terdengar berusaha menenangkan, menunjukkan bahwa pihak keamanan telah memberikan toleransi yang luar biasa.

Baca Juga: Malam Horor di Kwitang: Bentrokan Pecah, Lampu Dipadamkan, Massa Kocar-kacir

"Mohon kerjasamanya, kami menghimbau untuk sama-sama menjaga, kami tidak ingin bentrok, kami sudah memberikan ruang untuk memberikan aspirasi." imbau petugas polisi.

"Kami memberikan toleransi waktu yang panjang." imbaunya lagi

Namun, imbauan damai itu seolah menjadi angin lalu. Alih-alih mereda, massa justru meresponsnya dengan serangan yang lebih gencar setelah berhasil menerobos masuk.

Peringatan aparat sama sekali tidak mempan, menandakan bahwa batas kesabaran massa telah habis.

Jebolnya pagar Gedung DPR bukan sekadar kerusakan fisik. Peristiwa ini menjadi simbol kuat dari runtuhnya dialog antara rakyat dan para wakilnya.

Rumah Rakyat yang seharusnya menjadi tempat aspirasi disalurkan, kini menjadi target amuk massa yang merasa suaranya tidak lagi didengar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?