Analis Politik Cium Ancaman 'Jawa Spring', Sebut Protes Pati Jadi Pemicunya

Bangun Santoso

Minggu, 31 Agustus 2025 | 18:53 WIB
Analis Politik Cium Ancaman 'Jawa Spring', Sebut Protes Pati Jadi Pemicunya
Boni Hargens di ILC (YouTube/Indonesia Lawyers Club)
Baca 10 detik
  • "Jawa Spring", sebuah gelombang aksi massa yang berawal dari protes di Pati
  • Pemerintah dan institusi negara diminta menerapkan kebijakan berbasis intelijen
  • Boni memperingatkan adanya bahaya penyusup atau "penumpang gelap"

Suara.com - Analis politik senior, Boni Hargens, melontarkan peringatan keras terkait gelombang demonstrasi kolosal yang melanda berbagai kota di Indonesia. Menurutnya, aksi massa ini bukan sekadar luapan amarah sesaat, melainkan bisa menjadi cikal bakal dari sebuah gerakan masif yang ia sebut sebagai “Jawa Spring”.

Istilah ini sengaja ia adopsi dari "Arab Spring", fenomena gelombang demokratisasi besar-besaran yang mengguncang Timur Tengah pada dekade lalu. Boni melihat ada benang merah antara rentetan aksi saat ini dengan gerakan penolakan kenaikan pajak yang sebelumnya meletus di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

“Sejak peristiwa Pati, sebetulnya sudah terlihat ada potensi terjadinya gelombang aksi besar yang bisa melahirkan gerakan kolosal yang boleh kita sebut “Jawa Spring” (Musim Semi Jawa),” ujar Boni Hargens dalam rilis persnya, Minggu (31/8/2025).

Menurutnya, pemilihan Pati sebagai titik awal analisis bukan tanpa alasan. Ia mengingatkan bahwa wilayah tersebut memiliki DNA perlawanan dan sejarah pembangkangan terhadap rezim kolonial di masa lalu.

Boni khawatir, jika tidak dimitigasi dengan benar, sejarah perlawanan itu bisa terulang dalam konteks kekinian.

“Pati di tanah Jawa memiliki sejarah yang istimewa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Mereka memulai pembangkangan terhadap rezim kolonial Belanda pada masa lalu. Kita tidak ingin itu terjadi di Indonesia hari ini,” ujar dia.

Untuk mencegah skenario terburuk, Boni mendesak seluruh institusi negara terkait untuk segera melakukan evaluasi mendalam dan menerapkan apa yang disebutnya sebagai “intelligence-led policy”.

Artinya, setiap kebijakan publik yang diambil harus berbasis pada data intelijen yang akurat dan objektif, bukan berdasarkan kepentingan sesaat.

Boni juga mengapresiasi sikap Presiden Prabowo Subianto yang meminta pejabat publik untuk rendah hati, serta mengingat kembali ekspresi kemarahan Wapres Gibran Rakabuming Raka saat melihat anggota DPR merayakan kenaikan tunjangan. Menurutnya, hal itu menunjukkan adanya kesadaran di level pimpinan eksekutif.

baca juga

“Kita harus jujur bahwa kontekstur gerakan rakyat hari ini menunjukkan bahwa ini bukan gerakan sentimentil yang dipicu oleh kemarahan sesaat melainkan sebuah ledakan dari akumulasi keresahan dan kemarahan yang berlangsung lama,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga memperingatkan adanya ancaman "penumpang gelap" atau free riders yang berpotensi menyusup ke dalam gerakan massa. Kelompok inilah yang menurutnya paling berbahaya karena memiliki agenda untuk membenturkan rakyat dengan aparat keamanan, yang dapat memicu bencana lebih besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cium Bahaya Penumpang Gelap, Boni Hargens: Hindari Upaya Benturkan Rakyat dengan Aparat

Cium Bahaya Penumpang Gelap, Boni Hargens: Hindari Upaya Benturkan Rakyat dengan Aparat

News | Minggu, 31 Agustus 2025 | 18:11 WIB

Polda Metro Jaya Kerahkan 324 Personel dalam Patroli Skala Besar untuk Amankan Jakarta

Polda Metro Jaya Kerahkan 324 Personel dalam Patroli Skala Besar untuk Amankan Jakarta

News | Minggu, 31 Agustus 2025 | 17:41 WIB

Pesan Jay Idzes Soal Demonstrasi di Indonesia: Saling Jaga

Pesan Jay Idzes Soal Demonstrasi di Indonesia: Saling Jaga

Bola | Minggu, 31 Agustus 2025 | 17:36 WIB

Presiden Prabowo: Merusak Fasilitas Umum dan Menjarah Rumah Termasuk Pelanggaran Hukum

Presiden Prabowo: Merusak Fasilitas Umum dan Menjarah Rumah Termasuk Pelanggaran Hukum

News | Minggu, 31 Agustus 2025 | 17:24 WIB

Kocak! Eks Persija Jakarta Dibully Netizen Dikira Ahmad Sahroni

Kocak! Eks Persija Jakarta Dibully Netizen Dikira Ahmad Sahroni

Bola | Minggu, 31 Agustus 2025 | 16:48 WIB

Huru-hara di Indonesia, Jay Idzes Ikut Terdampak

Huru-hara di Indonesia, Jay Idzes Ikut Terdampak

Bola | Minggu, 31 Agustus 2025 | 16:35 WIB

BPBD: 4 Orang Meninggal Selama Demonstrasi di Makassar

BPBD: 4 Orang Meninggal Selama Demonstrasi di Makassar

News | Minggu, 31 Agustus 2025 | 13:27 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×