Misteri Kematian Iko Juliant Mahasiswa Unnes Usai Demo: Wajah Lebam dan Igauan 'Jangan Dipukuli'

Bangun Santoso | Suara.com

Selasa, 02 September 2025 | 12:36 WIB
Misteri Kematian Iko Juliant Mahasiswa Unnes Usai Demo: Wajah Lebam dan Igauan 'Jangan Dipukuli'
Misteri Kematian Iko Juliant Mahasiswa Unnes Usai Demo: Wajah Lebam dan Igauan 'Jangan Dipukuli'
Baca 10 detik
  • Iko Juliant Junior dilaporkan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar
  • katan Alumni FH Unnes yang mendampingi keluarga menemukan sejumlah kejanggalan
  • Polda Jawa Tengah menyatakan akan menyelidiki peristiwa tersebut

Suara.com - Kabar duka menyelimuti civitas academica Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyusul meninggalnya salah satu mahasiswanya, Iko Juliant Junior. Kematian Iko pada Minggu (31/8) menyisakan duka mendalam sekaligus misteri besar bagi keluarga, yang kini didampingi oleh Pusat Bantuan Hukum (PBH) Ikatan Alumni Fakultas Hukum (IKA FH) Unnes untuk menguak tabir kejanggalan yang menyelimuti peristiwa tragis tersebut.

Iko dilaporkan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Namun, informasi awal yang diterima keluarga mengenai penyebab kematian dinilai tidak sesuai dengan kondisi fisik jenazah, memicu kecurigaan adanya tindak kekerasan.

Advokat dari PBH IKA FH Unnes, Nauval Sebastian, pada Selasa (2/9/2025), mengungkapkan bahwa pihak keluarga saat ini masih dalam kondisi berduka sehingga belum bisa memberikan banyak keterangan. Mereka telah memberikan kepercayaan penuh kepada tim hukum untuk melakukan investigasi mendalam.

Menurut Nauval, informasi yang pertama kali sampai ke telinga keluarga adalah bahwa Iko meninggal akibat kecelakaan.

"Dari informasi yang diterima keluarga, almarhum meninggal akibat kecelakaan," kata Nauval sebagaimana dilansir kantor berita Antara, Selasa (2/9/2025).

Namun, informasi tersebut langsung goyah ketika pihak keluarga dan tim hukum melihat langsung kondisi jenazah Iko. Nauval membeberkan adanya sejumlah kejanggalan serius yang mengarah pada dugaan lain.

Salah satu yang paling mencolok adalah kondisi wajah korban yang ditemukan dalam keadaan lebam. Luka tersebut, menurutnya, tidak seperti luka yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas pada umumnya.

Kejanggalan ini diperkuat oleh kesaksian mengenai kondisi Iko saat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Dalam kondisi setengah sadar, Iko sempat mengigau dan mengucapkan kalimat yang membuat bulu kuduk merinding.

"Selain itu, korban dilaporkan sempat mengigau dan bilang 'jangan dipukuli' saat dirawat di rumah sakit," tambah Nauval. Ucapan ini menjadi petunjuk kuat bagi tim hukum bahwa Iko kemungkinan besar merupakan korban penganiayaan.

Tim PBH IKA FH Unnes kini tengah menyusun kronologi lengkap dari rangkaian peristiwa yang menimpa Iko. Berdasarkan keterangan awal, Iko pada Sabtu (30/8) siang, berpamitan kepada keluarganya di kawasan Ngaliyan, Kota Semarang, untuk mengikuti sebuah aksi demonstrasi dengan membawa jaket almamater kebanggaannya.

Hingga kini, lokasi pasti di mana Iko mengikuti demonstrasi tersebut masih belum diketahui secara jelas. Misteri semakin pekat ketika Iko sempat kembali ke rumah pada Sabtu malam.

Tak lama di rumah, ia kembali berpamitan pergi dengan alasan hendak membantu membebaskan rekan-rekannya sesama mahasiswa yang dikabarkan ditahan oleh aparat kepolisian pasca-aksi.

Momen itu menjadi kali terakhir keluarga melihat Iko dalam keadaan hidup. Setelah kepergiannya yang kedua kali itu, keluarga putus kontak dan tidak lagi menerima kabar dari Iko. Kabar buruk baru datang kemudian, menginformasikan bahwa Iko sudah berada di rumah sakit dan meninggal dunia setelah menjalani tindakan operasi.

Upaya investigasi yang dilakukan PBH IKA FH Unnes masih terus berjalan. Namun, proses ini sedikit terhambat karena saksi kunci, yakni rekan almarhum yang berangkat bersama pada hari nahas itu, juga belum dapat dimintai keterangan.

"Rekan almarhum yang saat itu berangkat bersama juga belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat di rumah sakit," jelas Nauval.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demo Berdarah di Indonesia Jadi Sorotan Dunia, PBB Desak Investigasi Brutalitas Aparat

Demo Berdarah di Indonesia Jadi Sorotan Dunia, PBB Desak Investigasi Brutalitas Aparat

News | Selasa, 02 September 2025 | 12:24 WIB

Kesaksian Mahasiswa Unisba Ditembaki Gas Air Mata di Kampus, Polisi Sebut Dipicu Bom Molotov

Kesaksian Mahasiswa Unisba Ditembaki Gas Air Mata di Kampus, Polisi Sebut Dipicu Bom Molotov

News | Selasa, 02 September 2025 | 11:27 WIB

Demo 2 September Tetap Menyala! BEM SI Jakarta Batal, Ini Daftar Lengkap Lokasi Aksi di Daerah

Demo 2 September Tetap Menyala! BEM SI Jakarta Batal, Ini Daftar Lengkap Lokasi Aksi di Daerah

News | Selasa, 02 September 2025 | 11:13 WIB

BEM SI Mendadak Batalkan Aksi Demo 2 September Hari Ini, Ada Apa?

BEM SI Mendadak Batalkan Aksi Demo 2 September Hari Ini, Ada Apa?

News | Selasa, 02 September 2025 | 10:58 WIB

Demo DPR 'Adem Ayem': Mahasiswa Tinggalkan Lokasi, Apa Pesan Mereka?

Demo DPR 'Adem Ayem': Mahasiswa Tinggalkan Lokasi, Apa Pesan Mereka?

News | Senin, 01 September 2025 | 20:52 WIB

Pastikan Gelar Demo 2 September 2025, BEM SI Bawa 11 Tunturan 'Indonesia Cemas', Ini Isinya

Pastikan Gelar Demo 2 September 2025, BEM SI Bawa 11 Tunturan 'Indonesia Cemas', Ini Isinya

News | Senin, 01 September 2025 | 16:45 WIB

BEM SI Pastikan Turun Lagi, Demo 2 September 2025, Istana Siaga Penuh

BEM SI Pastikan Turun Lagi, Demo 2 September 2025, Istana Siaga Penuh

News | Senin, 01 September 2025 | 14:43 WIB

Terkini

Kawal Dunia Santri, Fraksi PKB DPR RI Sabet Penghargaan 'Peduli Pesantren'

Kawal Dunia Santri, Fraksi PKB DPR RI Sabet Penghargaan 'Peduli Pesantren'

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:30 WIB

Hasto PDIP: Dukung Palestina Bukan Sekadar Politik, Tapi Mandat Hukum Semangat Bandung

Hasto PDIP: Dukung Palestina Bukan Sekadar Politik, Tapi Mandat Hukum Semangat Bandung

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:16 WIB

Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?

Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:06 WIB

11 Ilmuwan Nuklir AS, Termasuk Penemu Antigravitasi, Tewas dan Hilang Misterius

11 Ilmuwan Nuklir AS, Termasuk Penemu Antigravitasi, Tewas dan Hilang Misterius

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:01 WIB

Gudang Pangan Ilegal di Pontianak Diobrak-abrik Bareskrim, 23 Ton Bawang Disita

Gudang Pangan Ilegal di Pontianak Diobrak-abrik Bareskrim, 23 Ton Bawang Disita

News | Sabtu, 18 April 2026 | 12:43 WIB

Gencar Lontarkan Isu Ketahanan Pangan, Firman Soebagyo Raih KWP Award 2026

Gencar Lontarkan Isu Ketahanan Pangan, Firman Soebagyo Raih KWP Award 2026

News | Sabtu, 18 April 2026 | 12:34 WIB

Singgung Kritik Dibalas Laporan Polisi, Hasto PDIP: RI Dibangun Atas Dialektika, Bukan Bungkam Suara

Singgung Kritik Dibalas Laporan Polisi, Hasto PDIP: RI Dibangun Atas Dialektika, Bukan Bungkam Suara

News | Sabtu, 18 April 2026 | 12:22 WIB

Sebut Iran Mampu Mempraktikkan Ajaran Trisakti Bung Karno, PDIP: Bagaimana dengan Pemerintah?

Sebut Iran Mampu Mempraktikkan Ajaran Trisakti Bung Karno, PDIP: Bagaimana dengan Pemerintah?

News | Sabtu, 18 April 2026 | 12:06 WIB

Kotak Pandora UFO dan Alien Bakal Dibuka Trump, Politikus AS: Publik Bakal Geleng-geleng

Kotak Pandora UFO dan Alien Bakal Dibuka Trump, Politikus AS: Publik Bakal Geleng-geleng

News | Sabtu, 18 April 2026 | 11:44 WIB

Gebrakan Baru Donald Trump: Pentagon Bakal Buka-bukaan Soal Alien dan UFO

Gebrakan Baru Donald Trump: Pentagon Bakal Buka-bukaan Soal Alien dan UFO

News | Sabtu, 18 April 2026 | 11:31 WIB