DPR Semakin Jauh dari Rakyat, Lebih Lengket dengan Istana

Selasa, 02 September 2025 | 20:24 WIB
DPR Semakin Jauh dari Rakyat, Lebih Lengket dengan Istana
CSIS menilai DPR kini semakin menjauh dari rakyat dan lebih melayani pemerintah sebagai tukang stempel. Foto: Salah satu aksi vandalisme sisa kericuhan di depan Gedung DPR dalam seminggu terakhir, Senin (1/9/2025). [Suara.com/Faqih]
Baca 10 detik
  • DPR semakin jauh dari rakyat sebagai bosnya dan malah jadi tukang stempel pemerintah.
  • Akibat koalisi gendut Prabowo.
  • DPR didominasi kelompok elite.

Suara.com - Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies atau CSIS, Edbert Gani menyebut bahwa unjuk rasa yang berlangsung sejak 28 Agustus 2025 salah satunya disebabkan oleh semakin jauhnya DPR dari rakyat 

"Saya mau garis bawahi bahwa DPR fungsinya adalah merepresentasikan aspirasi masyarakat, tapi semakin menguat tendensinya untuk mendekatkan diri dengan eksekutif dalam beberapa periode terakhir," kata Edbert dalam media briefing CSIS, "Wake Up Call dari Jalanan: Ujian Demokrasi dan Ekonomi Kita" di Jakarta, Selasa (2/9/2025). 

Menurutnya DPR yang seharusnya menjalankan fungsi check and balance, justru menjadi tukang stempel dalam berbagai kebijakan pemerintah. 

"Seperti menjadi support system dari kekuasaan eksekutif. Nah ini sebenarnya adalah dampak yang kita lihat," kata Edbert. 

Semakin dekatnya relasi antara pemerintah dengan DPR tak bisa dipisahkan dari koalisi gemuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hampir seluruh partai politok di DPR RI, merupakan partai pendukung pemerintahannya. 

Bersamaan dengan semakin lengketnya relasinya dengan pemerintah, hubungan antara DPR yang merupakan wakil rakyat semakin renggang dengan masyarakat. 

"Jadi jaraknya semakin besar antara aspirasi masyarakat dengan apa yang DPR lakukan," ujar Edbert. 

Relasi DPR yang lengket dengan pemerintah, dan semakin berjarak rakyat menjadi persoalan struktural dalam demokrasi pemerintah saat ini. 

"Nah ini sebenarnya ada gejala panjang dalam lembaga perwakilan kita dan juga partai politik kita sendiri dalam konteks struktur politik kita saat ini di Indonesia," katanya. 

Baca Juga: Jengkel, Prabowo Ungkap Para Perusuh di Aksi Demo DPR Dibiayai Koruptor

Persoalan ini pun semakin berkelindan dengan permasalahan institusi keterwakilan di DPR. Dalam beberapa studi, kata Edbert,  komposisi anggota DPR didominasi oleh kalangan elite. 

"Atau didominasi oleh mereka dengan latar belakang kelas atas  Jadi tentu saja kalau ada yang melihat ini semacam ada disconnect kelas ya mungkin itu juga yang kita lihat saat ini," katanya. 

Anggota DPR yang didominasi oleh para elit atau kalangan kelas atau membuat keterwakilan di parlemen menjadi semakin timbang. 

Pada akhirnya persoalan struktural dan keterwakilan institusi itu menjadi penyebab terjadinya disconnect. Dampaknya aspirasi masyarakat tidak lagi diwakilkan oleh anggota DPR di parlemen. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI