Presiden Buruh Soal Geger PHK Gudang Garam, Netizen Pertanyakan Janji Gibran 19 Juta Lapangan Kerja

Bangun Santoso

Minggu, 07 September 2025 | 12:10 WIB
Presiden Buruh Soal Geger PHK Gudang Garam, Netizen Pertanyakan Janji Gibran 19 Juta Lapangan Kerja
Ilustrasi PHK
Baca 10 detik
  • Ancaman PHK di Industri Rokok
  • Ujian Janji Lapangan Kerja
  • Potensi PHK ini tidak hanya berdampak pada karyawan pabrik

Suara.com - Janji penciptaan 19 juta lapangan kerja yang digaungkan dalam kampanye Prabowo-Gibran kini ramai dipertanyakan di media sosial. Sebuah video haru yang merekam perpisahan puluhan karyawan PT Gudang Garam di Tuban, Jawa Timur, viral di media sosial, memicu kekhawatiran akan terjadinya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di salah satu raksasa industri rokok nasional.

Menanggapi kabar yang meresahkan ini, Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, angkat bicara. Meski menyatakan akan melakukan verifikasi terlebih dahulu, Iqbal melihat potensi PHK ini sebagai cermin dari masalah ekonomi yang lebih dalam, terutama soal anjloknya daya beli masyarakat.

"Kami baru dapat kabar, telah terjadi PHK buruh di PT Gudang Garam. Kami akan cek dulu," kata Iqbal dalam pernyataannya di Jakarta, dilansir Antara, Sabtu (6/9/2025).

Dalam video viral berdurasi 1 menit 17 detik itu, tampak puluhan karyawan yang mengenakan seragam berlogo khas Gudang Garam saling berjabat tangan, diselimuti suasana penuh haru layaknya sebuah perpisahan. Pemandangan ini menjadi pukulan telak di tengah optimisme ekonomi dan janji penyerapan tenaga kerja oleh pemerintahan baru.

Menurut Iqbal, jika PHK ini benar terjadi, penyebabnya bukan tunggal. Ia menunjuk beberapa faktor krusial yang menekan industri padat karya ini.

Selain daya beli yang melemah, pasokan tembakau yang terbatas dan kurangnya inovasi produk menjadi tantangan internal. Namun, beban terberat datang dari kebijakan pemerintah sendiri.

"Ditambah pajak cukai rokok makin mahal," ujarnya lagi.

Kombinasi berbagai tekanan ini, menurut Iqbal, menciptakan efek domino yang mengerikan dan berpotensi mengancam stabilitas sosial. Ia mengingatkan bahwa dampak PHK di industri rokok tidak hanya menimpa pekerja di pabrik. Rantai pasok yang panjang membuat ancamannya meluas secara eksponensial.

Iqbal memperkirakan, selain ribuan pekerja langsung, puluhan ribu hingga ratusan ribu nasib lainnya ikut dipertaruhkan. Mulai dari buruh tani tembakau, pekerja di sektor logistik, sopir, pedagang kecil di sekitar pabrik, hingga para pemilik kontrakan yang menggantungkan hidup dari para pekerja.

baca juga

"Bisa jadi ratusan ribu buruh berpotensi kehilangan pekerjaan," katanya pula.

Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk tidak tinggal diam dan segera memberikan solusi konkret. Iqbal secara khusus menyoroti agar penanganan kasus ini tidak menjadi sekadar janji manis, merujuk pada kasus PHK massal di Sritex di mana hak-hak pekerja seperti Tunjangan Hari Raya (THR) bahkan disebut masih terabaikan.

Di tengah desakan untuk menyelamatkan industri dan nasib para buruh, Iqbal tetap menekankan pentingnya menjaga kampanye kesehatan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.

"Selamatkan industri rokok nasional, selamatkan puluhan ribu buruh yang terancam PHK, sambil tetap dijaga kampanye kesehatan," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Gudang Garam belum memberikan pernyataan resmi untuk mengonfirmasi atau membantah kabar PHK massal tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejarah Panjang Gudang Garam yang Kini Dihantam Isu PHK Massal Pekerja

Sejarah Panjang Gudang Garam yang Kini Dihantam Isu PHK Massal Pekerja

News | Minggu, 07 September 2025 | 00:24 WIB

Dugaan Badai PHK Gudang Garam, Benarkah Tanda-tanda Keruntuhan Industri Kretek?

Dugaan Badai PHK Gudang Garam, Benarkah Tanda-tanda Keruntuhan Industri Kretek?

News | Sabtu, 06 September 2025 | 21:34 WIB

Hartanya Lenyap Rp 94 Triliun? Siapa Sebenarnya 'Raja Kretek' di Balik Gudang Garam

Hartanya Lenyap Rp 94 Triliun? Siapa Sebenarnya 'Raja Kretek' di Balik Gudang Garam

News | Sabtu, 06 September 2025 | 18:41 WIB

Bos Gudang Garam Orang Kaya Nomor Berapa di Indonesia versi Forbes? Isu PHK Massal Viral

Bos Gudang Garam Orang Kaya Nomor Berapa di Indonesia versi Forbes? Isu PHK Massal Viral

News | Sabtu, 06 September 2025 | 18:11 WIB

Kekayaan Bos Gudang Garam Terjun Bebas, Video Badai PHK Massal Viral!

Kekayaan Bos Gudang Garam Terjun Bebas, Video Badai PHK Massal Viral!

News | Sabtu, 06 September 2025 | 16:44 WIB

Gudang Garam Lakukan PHK Massal, KSPI: Selamatkan Industri Rokok!

Gudang Garam Lakukan PHK Massal, KSPI: Selamatkan Industri Rokok!

Bisnis | Sabtu, 06 September 2025 | 15:16 WIB

Viral PHK Massal Gudang Garam di Tuban, Isak Tangis Karyawan Pecah dan Soroti Kondisi Dunia Kerja

Viral PHK Massal Gudang Garam di Tuban, Isak Tangis Karyawan Pecah dan Soroti Kondisi Dunia Kerja

News | Sabtu, 06 September 2025 | 15:01 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×