Kekayaan Bos Gudang Garam Terjun Bebas, Video Badai PHK Massal Viral!

Riki Chandra

Sabtu, 06 September 2025 | 16:44 WIB
Kekayaan Bos Gudang Garam Terjun Bebas, Video Badai PHK Massal Viral!
Bos Gudang Garam, Susilo Wonowidjojo. [Dok. Istimewa]
Baca 10 detik

Suara.com - Jagat maya dihebohkan dengan video yang memperlihatkan PHK massal Gudang Garam. Kondisi ini memicu perhatian warganet dan menyoroti situasi finansial perusahaan di tengah tekanan industri rokok.

Video ini pertama kali viral setelah diunggah akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall, dan kini menuai ribuan komentar dari publik.

Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat ratusan karyawan, pria dan wanita, berkumpul di sebuah aula pabrik di Tuban, Jawa Timur.

Suasana haru begitu kental terasa. Banyak karyawan yang menangis, terutama para ibu, saat harus mengucapkan salam perpisahan kepada rekan kerja mereka.

Salah satu keterangan dalam video menyebutkan seorang karyawan telah bekerja selama 14 tahun. "Dunia Kerja Sedang Tidak Baik-baik Saja," tulis caption pada unggahan tersebut, mencerminkan keresahan banyak pekerja yang kehilangan mata pencaharian.

Dampak sosial dari PHK ini cukup signifikan. Setiap pekerja yang kehilangan pekerjaan berarti ada keluarga yang ikut terdampak, mulai dari anak hingga istri. Warganet menyoroti tanggung jawab perusahaan dan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja, termasuk janji 19 juta lapangan kerja yang pernah digaungkan pemerintah.

Sektor industri hasil tembakau (IHT) memang sedang menghadapi tekanan berat. Dari kenaikan cukai rokok, kampanye anti-rokok, hingga otomatisasi produksi sigaret kretek tangan (SKT) yang menggantikan tenaga manusia, semua menjadi faktor yang memengaruhi keberlangsungan pabrik seperti Gudang Garam.

Hingga kini, PT Gudang Garam Tbk belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait video viral dan kabar PHK massal Gudang Garam di Tuban. Namun, peristiwa ini menjadi sorotan publik sekaligus pengingat bahwa kekayaan bos Gudang Garam Susilo Wonowidjojo tidak lepas dari dinamika bisnis yang sedang menantang.

Harta Kekayaan Bos Gudang Garam

Harta kekayaan bos Gudang Garam Susilo Wonowidjojo terus merosot dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini sejalan dengan melemahnya kinerja bisnis PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang kini menghadapi tantangan berat di industri rokok nasional.

Dalam laporan keuangan 2024, Gudang Garam mencatat penurunan laba bersih sekitar 82 persen menjadi Rp981 miliar dari Rp5,3 triliun pada 2023.

Situasi makin pelik setelah perusahaan menghentikan pembelian tembakau dari petani di Temanggung, Jawa Tengah, yang diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap perekonomian daerah.

Menurut data Forbes, kekayaan bos Gudang Garam ini sudah mengalami tren penurunan sejak 2019. Pada 2018, Susilo tercatat memiliki kekayaan sebesar USD9,2 miliar atau setara Rp149,9 triliun. Setahun kemudian turun menjadi USD6,6 miliar, lalu berlanjut ke USD5,3 miliar pada 2020.

Pada 2021, hartanya kembali menyusut menjadi USD4,8 miliar, kemudian anjlok ke USD3,5 miliar pada 2022. Meski sempat naik tipis ke USD3,6 miliar pada 2023, angka tersebut kembali turun menjadi USD2,9 miliar atau setara Rp47,2 triliun pada 2024.

Meski demikian, kekayaan bos Gudang Garam tersebut tetap menempatkan Susilo dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2024 dengan menduduki peringkat ke-23.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PHK Massal 8.000 Karyawan, Perusahaan Ini Beri Pesangon Rp13 Miliar

PHK Massal 8.000 Karyawan, Perusahaan Ini Beri Pesangon Rp13 Miliar

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Isu PHK Massal Netflix, 800 Karyawan Mungkin Terdampak

Isu PHK Massal Netflix, 800 Karyawan Mungkin Terdampak

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Bos Gudang Garam Ungkap Beratnya Cukai Rokok: Jual Rp26.000, Setor ke Negara Rp19.000

Bos Gudang Garam Ungkap Beratnya Cukai Rokok: Jual Rp26.000, Setor ke Negara Rp19.000

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:03 WIB

Gudang Garam Raup Laba Rp2,9 Triliun Meski Pendapatan Anjlok 7,2 Persen

Gudang Garam Raup Laba Rp2,9 Triliun Meski Pendapatan Anjlok 7,2 Persen

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 13:19 WIB

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:51 WIB

TikTok - Tokopedia Bantah Isu PHK Massal Pegawai Usai Bertemu DPR dan Menaker

TikTok - Tokopedia Bantah Isu PHK Massal Pegawai Usai Bertemu DPR dan Menaker

Video | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:03 WIB

Nyaris 10.000 Karyawan Tokopedia Kena PHK Massal, Bermula dari Akusisi Tiktok

Nyaris 10.000 Karyawan Tokopedia Kena PHK Massal, Bermula dari Akusisi Tiktok

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:53 WIB

PHK Massal Buruh Pabrik: Benarkah Up-skilling Hanya Ilusi?

PHK Massal Buruh Pabrik: Benarkah Up-skilling Hanya Ilusi?

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 12:00 WIB

Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK

Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:57 WIB

Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam Ditunda, Ancaman PHK Massal Ribuan Buruh Mereda

Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam Ditunda, Ancaman PHK Massal Ribuan Buruh Mereda

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:25 WIB

Terkini

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

×