KPAI Ungkap 'Filisida Maternal' di Balik Tragedi Ibu Racuni 2 Anak, Desak Polisi Usut Wasiat Pilu

Bangun Santoso

Senin, 08 September 2025 | 11:05 WIB
KPAI Ungkap 'Filisida Maternal' di Balik Tragedi Ibu Racuni 2 Anak, Desak Polisi Usut Wasiat Pilu
Komisioner KPAI Diyah Puspitarini (kanan). (Suara.com/Lilis Varwati)
Baca 10 detik
  • KPAI mengklasifikasikan kasus ibu meracuni dua anaknya lalu bunuh diri di Bandung sebagai filisida maternal
  • KPAI mendesak kepolisian untuk tetap melanjutkan proses hukum
  • Dugaan motif utama di balik tragedi ini adalah tekanan ekonomi

Suara.com - Tragedi memilukan yang merenggut nyawa seorang ibu dan dua anaknya di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendapat sorotan tajam dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Lembaga negara ini secara tegas mengkategorikan peristiwa tersebut sebagai kasus 'filisida maternal', sebuah istilah yang merujuk pada tindakan seorang ibu yang dengan sengaja membunuh anaknya sendiri.

Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah rumah kontrakan di Banjaran, Kabupaten Bandung, pada Jumat (5/9/2025). Seorang ibu berinisial EN (34) ditemukan tewas dalam posisi gantung diri.

Sementara itu, dua buah hatinya yang masih berusia 9 tahun dan 11 bulan ditemukan tergeletak tak bernyawa di dalam rumah, diduga kuat akibat diracun oleh sang ibu sebelum ia mengakhiri hidupnya.

Anggota KPAI, Diyah Puspitarini, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dan menemukan indikasi kuat motif di balik tindakan nekat tersebut. Menurutnya, tekanan ekonomi menjadi pemicu utama yang mendorong sang ibu ke jurang keputusasaan.

"Itu termasuk filisida maternal, yakni pembunuhan anak oleh ibu. Kami sudah berkoordinasi, memang faktornya karena masalah ekonomi," kata Anggota KPAI Diyah Puspitarini, sebagaimana dilansir kantor berita Antara, Senin (8/9/2025).

Filisida sendiri didefinisikan sebagai tindakan orang tua yang membunuh anaknya dalam keadaan sadar. Kasus ini menjadi alarm keras mengenai pentingnya kesehatan mental dan dukungan sosial bagi para orang tua yang menghadapi tekanan hidup yang berat.

Meskipun pelaku utama dalam kasus ini telah meninggal dunia, KPAI mendesak aparat kepolisian untuk tidak menghentikan proses hukum.

Menurut Diyah, penyelidikan mendalam mutlak diperlukan untuk memastikan penyebab kematian kedua anak tersebut secara yuridis dan mengungkap faktor-faktor kompleks yang melatarbelakangi tragedi ini. Hal ini penting untuk menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

"Sekalipun ini filisida, kami tetap berharap bahwa proses hukum tetap berjalan agar anak ini diketahui penyebab kematiannya secara jelas karena apa. Ya memang dibunuh oleh ibunya, tapi kan faktor utamanya kenapa ibu sampai melakukan demikian juga perlu diungkap," kata Diyah Puspitarini.

baca juga

Kisah tragis ini pertama kali terungkap saat YS, suami dari EN, pulang kerja pada Jumat (5/9) subuh. Ia menemukan pemandangan mengerikan di mana istrinya sudah tergantung di tiang pintu, sementara kedua anak mereka telah tiada.

Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan sebuah surat wasiat yang ditinggalkan oleh EN. Surat tersebut berisi curahan hati yang pilu, mengungkapkan penderitaan hidup dan kekesalan mendalam yang ia rasakan terhadap suaminya.

Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa ada tekanan batin luar biasa yang dialami sang ibu sebelum mengambil keputusan fatal tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Encuy 'Preman Pensiun' Ditemukan Tewas, Istri Histeris Lihat Suami Tergantung Kain Sarung

Kronologi Encuy 'Preman Pensiun' Ditemukan Tewas, Istri Histeris Lihat Suami Tergantung Kain Sarung

News | Minggu, 07 September 2025 | 14:19 WIB

Tragedi Preman Pensiun, Benarkah Aktor Encuy Meninggal Gantung Diri di Garut?

Tragedi Preman Pensiun, Benarkah Aktor Encuy Meninggal Gantung Diri di Garut?

News | Minggu, 07 September 2025 | 13:42 WIB

Kronologi Penemuan Jenazah Nandi Juliawan, Pemeran Encuy Preman Pensiun

Kronologi Penemuan Jenazah Nandi Juliawan, Pemeran Encuy Preman Pensiun

Entertainment | Minggu, 07 September 2025 | 13:15 WIB

Pelatih Kiper Persib Bandung Ungkap Kondisi Terkini Adam Przybek

Pelatih Kiper Persib Bandung Ungkap Kondisi Terkini Adam Przybek

Bola | Minggu, 07 September 2025 | 16:00 WIB

Marc Klok Semringah Kembali Tampil bersama Timnas Indonesia

Marc Klok Semringah Kembali Tampil bersama Timnas Indonesia

Bola | Minggu, 07 September 2025 | 15:10 WIB

Eliano Reijnders Diplot Jadi Bek Kanan Utama Persib Bandung, Siapa yang Tersingkir?

Eliano Reijnders Diplot Jadi Bek Kanan Utama Persib Bandung, Siapa yang Tersingkir?

Your Say | Sabtu, 06 September 2025 | 12:24 WIB

Thom Haye dan Eliano Reijnders Mendarat, Persib Tim Indonesia Rasa Eropa

Thom Haye dan Eliano Reijnders Mendarat, Persib Tim Indonesia Rasa Eropa

Bola | Jum'at, 05 September 2025 | 17:25 WIB

Terkini

Apakah Aman Menaruh Microwave di Atas Kulkas? Hati-Hati, 4 Bahaya Ini Mengintai Dapur

Apakah Aman Menaruh Microwave di Atas Kulkas? Hati-Hati, 4 Bahaya Ini Mengintai Dapur

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 15:33 WIB

Rajin Sikat Gigi tapi Masih Bisa Berlubang? Ini yang Mungkin Terlewat

Rajin Sikat Gigi tapi Masih Bisa Berlubang? Ini yang Mungkin Terlewat

Health | Kamis, 17 September 2026 | 15:33 WIB

Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja

Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja

Jogja | Kamis, 17 September 2026 | 15:33 WIB

Koleksi Terbatas BRIZZI x Arkiv Wajib Dimiliki Kolektor

Koleksi Terbatas BRIZZI x Arkiv Wajib Dimiliki Kolektor

Bri | Kamis, 17 September 2026 | 15:31 WIB

94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, DPR Desak Audit Besar-besaran

94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, DPR Desak Audit Besar-besaran

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:29 WIB

Nabung Rp200 Ribu, Bisa Dapat Cashback Spesial dari BRI, Begini Caranya

Nabung Rp200 Ribu, Bisa Dapat Cashback Spesial dari BRI, Begini Caranya

Bri | Kamis, 17 September 2026 | 15:27 WIB

Pakar UGM Buka Suara Soal Bakteri 'Tahan Panas' di Kasus Keracunan MBG

Pakar UGM Buka Suara Soal Bakteri 'Tahan Panas' di Kasus Keracunan MBG

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:26 WIB

Sensai Berkendara Mobil Listrik Toyota bZ4X Touring saat Harus Melibas Jalur Off-Road

Sensai Berkendara Mobil Listrik Toyota bZ4X Touring saat Harus Melibas Jalur Off-Road

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 15:25 WIB

Kemesraan Prabowo-Pramono di Peresmian LRT, Gerindra: Pintu Kerja Sama untuk 2029 Terbuka Lebar!

Kemesraan Prabowo-Pramono di Peresmian LRT, Gerindra: Pintu Kerja Sama untuk 2029 Terbuka Lebar!

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:25 WIB

Udara Palembang Hari Ini Berbahaya, PM2.5 Sempat Tembus 681,6 g/m

Udara Palembang Hari Ini Berbahaya, PM2.5 Sempat Tembus 681,6 g/m

Sumsel | Kamis, 17 September 2026 | 15:24 WIB

×