Menhan Ungkap Pertemuan Prabowo dan Tokoh Oposisi: Apa yang Dibahas?

Vania Rossa

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:38 WIB
Menhan Ungkap Pertemuan Prabowo dan Tokoh Oposisi: Apa yang Dibahas?
Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menginformasikan pertemuan Presiden Prabowo dengan tokoh oposisi nasional.
  • Pertemuan tersebut membahas pentingnya pengelolaan negara yang lebih baik guna mengatasi persoalan fundamental bangsa.
  • Presiden mengajak berbagai pihak terlibat dalam pembenahan karena adanya dugaan kebocoran anggaran negara signifikan.

Suara.com - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sempat menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh nasional yang selama ini kerap dipersepsikan sebagai pihak oposisi.

Pernyataan itu disampaikan Sjafrie saat memberi materi kepada peserta retreat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan SDM Pertahanan, Cibodas, Kabupaten Bogor, Sabtu (31/1).

“Tadi malam Bapak Presiden bertemu beberapa tokoh nasional yang tanda kutip disebut oposisi,” ujar Sjafrie.

Menurut dia, pertemuan tersebut membahas kondisi bangsa serta pentingnya pengelolaan negara yang lebih baik dengan melibatkan semua elemen. Ia menilai masih ada berbagai persoalan mendasar yang membuat negara belum sepenuhnya diuntungkan, mulai dari pengelolaan sumber daya alam hingga perputaran keuangan.

Sjafrie juga menyinggung adanya praktik-praktik yang merugikan negara, baik dari pihak swasta yang tidak patuh regulasi demi keuntungan pribadi, maupun dugaan kebocoran anggaran.

“Bahkan saya menerima laporan kurang lebih Rp5.777 triliun dari bank-bank Himbara yang disalurkan ke korporasi. Padahal APBN kita sekitar Rp300 sekian triliun. Ke mana kebocoran itu?” katanya di hadapan peserta.

Ia mengakui kemungkinan adanya oknum di pemerintahan yang turut berperan dalam persoalan tersebut. Karena itu, kata dia, Presiden Prabowo mengajak berbagai pihak, termasuk mereka yang selama ini berada di luar barisan pemerintah, untuk bersama-sama membenahi kondisi negara.

“Kita harus realistis melihat situasi. Jangan menutup-nutupi keadaan yang bisa membuat negara kita kesulitan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sjafrie juga meminta insan pers ikut berperan melalui pemberitaan yang informatif dan berpihak pada kepentingan rakyat. Menurut dia, ketika negara berada dalam kondisi sulit, masyarakatlah yang paling terdampak.

baca juga

“Kalau negara sulit, yang paling sulit itu rakyat. Keberpihakan kita terhadap rakyat harus ditunjukkan secara moral dan tindakan,” kata dia.

Usai acara, awak media kembali menanyakan detail pertemuan Presiden dengan tokoh-tokoh yang disebut sebagai oposisi tersebut. Namun, Sjafrie mengaku tidak mengingat nama-nama yang hadir.

“Saya tidak tahu namanya, lupa. Yang pasti tokoh-tokoh nasional itu sudah menyatakan tidak ada oposisi. Ini soal komunikasi dan komunikasi itu sudah terjalin,” ucapnya.

Ia juga enggan membeberkan lokasi pertemuan tersebut.

“Di suatu tempat. Saya kira kalian (media) lebih tahu,” kata Sjafrie singkat.

Pertemuan itu pun memunculkan tanda tanya publik, terutama di tengah dinamika politik nasional yang masih cair pasca pemilu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aktivis 98 Kritik Pernyataan 'Titik Darah Penghabisan' Kapolri: Siapa yang Mau Dihadapi?

Aktivis 98 Kritik Pernyataan 'Titik Darah Penghabisan' Kapolri: Siapa yang Mau Dihadapi?

News | Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:51 WIB

Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu

Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu

News | Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:32 WIB

Prabowo Batal Hadiri Puncak Harlah 1 Abad NU di Istora, Rais Aam Juga Tak Hadir

Prabowo Batal Hadiri Puncak Harlah 1 Abad NU di Istora, Rais Aam Juga Tak Hadir

News | Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:09 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×