Ditodong Prabowo Ekonomi 8 Persen, Menkeu Purbaya Pede: 2-3 Tahun Tercapai, Ini Jurusnya!

Budi Arista Romadhoni

Senin, 08 September 2025 | 20:38 WIB
Ditodong Prabowo Ekonomi 8 Persen, Menkeu Purbaya Pede: 2-3 Tahun Tercapai, Ini Jurusnya!
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan selepas acara pelantikan dirinya dan beberapa menteri, wakil menteri baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9/2025). [ANTARA/Andi Firdaus]
Baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya targetkan ekonomi 8% dalam 2-3 tahun.
  • Prabowo minta target pertumbuhan dicapai secepatnya.
  • Strategi awal benahi pengelolaan uang negara.

Suara.com - Gebrakan langsung terasa dari Kementerian Keuangan di bawah komando Purbaya Yudhi Sadewa. Baru beberapa jam dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru ini langsung tancap gas, membeberkan keyakinan dan strateginya untuk mengejar target ambisius: pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Purbaya mengaku mendapat perintah keras dan langsung dari Presiden Prabowo untuk tidak berlama-lama membawa ekonomi Indonesia berlari kencang.

Target yang dipatok bukan main-main, yakni mencapai angka pertumbuhan 8 persen, sebuah level yang sudah lama tidak tersentuh oleh PDB nasional.

Menghadapi permintaan tersebut, Purbaya memberikan pandangan realistis namun tetap optimistis kepada Presiden.

"Saya bilang (kepada Presiden) bertahap Pak, kita capai yang 8 persen itu. (Presiden) dia bilang jangan lama-lama, secepatnya! Ya kita cobalah," ungkap Purbaya saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin.

Peta Jalan Menuju Pertumbuhan 8 Persen

Sebagai seorang ekonom kawakan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya memiliki kalkulasi matang.

Menurutnya, target fantastis tersebut bukan mimpi di siang bolong, namun membutuhkan proses dan waktu. Ia memproyeksikan target tersebut paling cepat bisa direalisasikan dalam 2 hingga 3 tahun ke depan.

Langkah pertama yang akan diambil adalah membalikkan tren perlambatan ekonomi yang kini terjadi. Prioritasnya adalah mengembalikan laju pertumbuhan ke level 6 persen terlebih dahulu dalam waktu singkat.

"Kalau sebagai ekonom ya, tahun ini 8 persen mungkin agak sulit. 2 tahun, 3 tahun ke depan ada peluangnya dicapai. Kita balikin arah ekonomi yang melambat menjadi lebih cepat dulu, let say ke arah 6 persen, 6 persen lebih dalam waktu tidak terlalu lama. Habis itu, kita bangun yang lain biar pertumbuhannya bisa lebih cepat lagi," ujar Purbaya menjelaskan.

Jurus Cepat Benahi Mesin Ekonomi yang Timpang

Purbaya menegaskan, Indonesia tidak bisa terus menerus berpuas diri dengan pertumbuhan di level 5 persen jika ingin keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap).

Ia berkaca pada negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, dan China yang pernah mengalami periode panjang pertumbuhan di atas dua digit.

Menurut diagnosisnya, salah satu akar masalahnya adalah mesin ekonomi Indonesia yang timpang selama dua dekade terakhir. Untuk itu, ia telah menyiapkan jurus cepat yang akan dieksekusi dalam 2-3 bulan ke depan.

Fokus utamanya adalah memperbaiki pengelolaan uang negara yang dinilainya belum optimal.

"Kalau saya lihat masih ada pengelolaan uang yang masih belum optimal, kita akan perbaiki itu. Jadi, walaupun anggarannya, misalnya terserap, kita akan pastikan dananya tidak mengganggu sistem perbankan kita. Itu yang kita kerjakan nanti. Jadi tidak usah khawatir," kata Purbaya.

Ia juga menekankan bahwa pertumbuhan 8 persen adalah sebuah keharusan yang harus diperjuangkan.

"Itu bukan sesuatu yang mustahil. Itu yang mesti dikejar. Kalau tumbuh 5 (persen) terus, kita gak bisa jadi negara maju. Untuk negara maju itu kaya Jepang, Korea (Selatan), China, ada periode yang panjang tumbuhnya double digit. 8 persen itu kelihatannya optimis, terlalu optimis, tetapi kalau didesain dengan baik masih bisa, karena selama 20 tahun terakhir ini, mesin kita timpang," jelasnya.

Menunjukkan keseriusannya, selepas pelantikan, Purbaya Yudhi Sadewa tidak menunda waktu dan langsung bergerak menuju kantor Kementerian Keuangan untuk menggelar rapat perdana dengan jajaran wakil menteri dan para direktur jenderal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Baru: Sukar Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Tahun Ini, Pak Presiden

Menkeu Baru: Sukar Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Tahun Ini, Pak Presiden

Bisnis | Senin, 08 September 2025 | 20:27 WIB

Daftar Lengkap Reshuffle Kabinet: Prabowo Tunjuk 5 Menteri Baru dan Bentuk Kementerian Haji

Daftar Lengkap Reshuffle Kabinet: Prabowo Tunjuk 5 Menteri Baru dan Bentuk Kementerian Haji

Your Say | Senin, 08 September 2025 | 20:15 WIB

Menkeu Purbaya Punya Kekayaan Rp 39 Miliar, Koleksi 4 Mobil Mewah

Menkeu Purbaya Punya Kekayaan Rp 39 Miliar, Koleksi 4 Mobil Mewah

Bisnis | Senin, 08 September 2025 | 19:55 WIB

Terkini

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:31 WIB

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:27 WIB

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:20 WIB

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:17 WIB

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:14 WIB

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:02 WIB

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:55 WIB

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:44 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat di Bali Dikebut, Gus Ipul Tekankan Akselerasi

Pembangunan Sekolah Rakyat di Bali Dikebut, Gus Ipul Tekankan Akselerasi

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:39 WIB

Biar Keadilan Tak Macet, Komnas Perempuan Minta Polri Rekrut Polwan Disabilitas

Biar Keadilan Tak Macet, Komnas Perempuan Minta Polri Rekrut Polwan Disabilitas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:39 WIB