Duduk Perkara Mahasiswa RI Meninggal saat Dampingi Pejabat ke Austria, EO Diduga Tutupi Fakta

Yasinta Rahmawati, Dita Alvinasari

Selasa, 09 September 2025 | 13:33 WIB
Duduk Perkara Mahasiswa RI Meninggal saat Dampingi Pejabat ke Austria, EO Diduga Tutupi Fakta
Ilustrasi orang meninggal dunia (Freepik)
Baca 10 detik
  • Athaya, mahasiswa Indonesia di Belanda, meninggal saat dampingi pejabat RI di Wina akibat dugaan heatstroke.
  • PPI Belanda menolak keras pelibatan mahasiswa dalam kegiatan pejabat tanpa perlindungan jelas.
  • Keluarga disebut tak mendapat pertanggungjawaban dari EO, sementara KBRI bantu pemulangan jenazah.

Suara.com - Kabar duka meninggalnya Muhammad Athaya Helmi Nasution, mahasiswa Indonesia di Belanda, menyita perhatian publik. Ia berpulang saat mendampingi rombongan pejabat RI dalam kunjungan kerja ke Wina, Austria.

Informasi mengenai wafatnya Athaya pertama kali diumumkan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda melalui akun Instagram resmi mereka @ppibelanda pada Senin, 8 September 2025.

"PPI Belanda menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Muhammad Athaya Helmi Nasution, anggota PPI Groningen," demikian keterangan dalam unggahan tersebut, dikutip Selasa, 9 September 2025.

Lewat unggahan yang sama, PPI Belanda menekankan agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka juga menolak keterlibatan mahasiswa dalam praktik pemfasilitasan kunjungan pejabat tanpa perlindungan hukum yang jelas.

"Kami menegaskan sikap menolak keras pelibatan mahasiswa dalam praktik pemfasilitasan kunjungan pejabat publik yang berisiko, tanpa perlindungan hukum dan mekanisme yang jelas," jelas mereka.

"Tragedi ini tidak boleh terulang. Kami menyerukan agar tragedi ini menjadi titik balik: hentikan praktik ini terhadap mahasiswa, tegakkan akuntabilitas, dan wujudkan perlindungan nyata bagi seluruh pelajar Indonesia di luar negeri," tegasnya.

Duduk Perkara Mahasiswa RI Meninggal saat Dampingi Pejabat ke Austria

Muhammad Athaya Helmi Nasution tercatat sebagai anggota PPI Groningen sekaligus mahasiswa Universitas Hanze, Groningen, Belanda. Ia meninggal dunia pada usia 18 tahun, tepatnya Rabu, 27 Agustus 2025.

Athaya ikut serta dalam sebuah kunjungan tertutup yang melibatkan pejabat publik, antara lain dari DPR, OJK, dan Bank Indonesia, pada 25–27 Agustus di Wina, Austria.

Berdasarkan hasil otopsi forensik, penyebab kematian Athaya diduga kuat akibat heatstroke atau sengatan panas.

Ia seharian bertugas sebagai pemandu, dari pagi hingga malam, dan mengalami dehidrasi, kekurangan nutrisi, serta kelelahan yang berujung pada ketidakseimbangan elektrolit dan turunnya kadar gula darah hingga di bawah normal, lalu memicu stroke.

PPI Belanda dalam keterangan tertulisnya menyebut, usai kepergian Athaya, tidak ada permintaan maaf maupun pertanggungjawaban dari pihak event organizer (EO) maupun koordinator liaison officer (LO). Hal ini bahkan berlanjut ketika keluarga datang ke Wina untuk mengurus jenazah.

"Alih-alih mengunjungi tempat penginapan saat Almarhum mengembuskan nafas terakhir, acara kunjungan kerja terus bergulir di mana pihak EO justru terus sibuk mengurus persiapan acara makan-makan bersama pejabat publik di restoran," keterangan tertulis PPI Belanda.

"Tidak ada upaya dari pihak EO, koordinator LO, maupun pejabat publik yang hadir untuk menemui keluarga. Pihak keluarga juga menyampaikan adanya indikasi penutupan keterangan kegiatan apa dan siapa yang dipandu Almarhum di Wina dari pihak EO," sambungnya.

Kementerian Luar Negeri Buka Suara

Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, menuturkan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Wina telah berkoordinasi dengan otoritas setempat terkait meninggalnya Athaya.

Ia menjelaskan, KBRI Wina juga menjalin komunikasi dengan keluarga Athaya dan memberikan bantuan kekonsuleran, mulai dari pengurusan dokumen, koordinasi dengan otoritas setempat, hingga pemulasaran jenazah bersama komunitas Islam di Wina.

Jenazah Athaya akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada 4 September 2025, sesuai dengan permintaan keluarga.

Disebutkan pula bahwa saat kejadian, Athaya tengah bertugas mendampingi Delegasi RI dalam rangkaian pertemuan dengan otoritas Austria.

Penugasan ini melibatkan panitia dari kalangan mahasiswa, sementara keseluruhan acara dikelola langsung oleh EO dari Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Djalu Ariel Fristianto Meninggal Dunia di Laga Timnas Indonesia vs Lebanon

Detik-detik Djalu Ariel Fristianto Meninggal Dunia di Laga Timnas Indonesia vs Lebanon

Bola | Selasa, 09 September 2025 | 09:18 WIB

Innalillahi Oyong Liza, Legenda Timnas Indonesia Meninggal Dunia

Innalillahi Oyong Liza, Legenda Timnas Indonesia Meninggal Dunia

Bola | Senin, 08 September 2025 | 18:29 WIB

Kasus Tewasnya Encuy Preman Pensiun, Polisi Sita Sarung dan Gantungan Baju

Kasus Tewasnya Encuy Preman Pensiun, Polisi Sita Sarung dan Gantungan Baju

Entertainment | Senin, 08 September 2025 | 18:16 WIB

Terkini

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:55 WIB

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB