Atasi BABS, Pemprov DKI Bangun Septic Tank Komunal dan Pasang Biopal di Permukiman Padat

Fabiola Febrinastri, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 12 September 2025 | 19:34 WIB
Atasi BABS, Pemprov DKI Bangun Septic Tank Komunal dan Pasang Biopal di Permukiman Padat
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan groundbreaking pembangunan Septic Tank Komunal Terintegrasi Teknologi Biogas di Rusunami Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin (28/7). (Dok: Pemprov DKI Jakarta)

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengupayakan penyediaan layanan sanitasi layak untuk warga, terutama di wilayah padat penduduk. Hal ini dilakukan demi mengatasi persoalan Buang Air Bersih Sembarangan (BABS) yang masih terjadi di Jakarta.

Belum lama ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung melakukan peletakan batu pertama alias groundbreaking septic tank komunal terintegrasi teknologi biogas di Rusunami Bidara Cina, Jakarta Timur.

Menurutnya, mewujudkan perilaku hidup sehat masyarakat di daerah kumuh tak bisa hanya lewat pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat.

“Persoalan buang air besar sembarangan masih menjadi perhatian serius Pemprov DKI Jakarta. Meskipun angkanya relatif rendah dibandingkan daerah lain, kami tetap berkomitmen untuk menuntaskan persoalan ini. Seperti yang kita lihat di Bidara Cina, Pemerintah Kota Jakarta Timur telah serius menyelesaikan isu sanitasi ini,” ujar Pramono saat meresmikan.

Pramono mengapresiasi dukungan sektor swasta, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga lembaga sosial seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam mempercepat program sanitasi melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

"Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Partisipasi CSR sangat penting, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang digunakan setiap hari,” katanya.

Menurut Pramono, keberadaan septic tank komunal berbasis biogas diharapkan dapat menyelesaikan praktik buang air besar sembarangan (BABS) sekaligus menciptakan energi ramah lingkungan.

Ia juga meminta para wali kota aktif melaporkan kondisi di wilayahnya agar penanganan sanitasi di kawasan padat bisa benar-benar tuntas.

“Sanitasi memang bersifat pribadi, tetapi karena kami terus berkomunikasi dengan masyarakat, RW, dan wali kota, maka persoalan seperti ini harus segera diselesaikan. Saya minta Wali Kota melaporkan dan memastikan penanganannya, terutama di wilayah padat penduduk, agar benar-benar tuntas,” tegas Pramono.

baca juga

Selain di Bidara Cina, Pemprov juga menghadirkan septic tank modern di Cideng, Jakarta Pusat.

Pramono juga meninjau langsung pemasangan tangki septik Biopal tipe 3A produksi Perumda Paljaya. Tangki ini dinilai ramah lingkungan karena mampu mengolah limbah cair rumah tangga melalui proses aerobik dan anaerobik.

“Banyak sekali warga yang tidak punya tempat untuk buang air besar. Oleh karena itu, hari ini kami mulai memasang Biopal Septik tipe 3A yang mudah-mudahan dapat membantu warga di sekitar tempat ini,” jelas Pramono.

Sebanyak sepuluh unit Biopal dipasang di sepuluh rumah dengan kapasitas 1,1 meter kubik untuk lima orang per rumah. Tangki ini tahan korosi, antibocor, tidak memerlukan lahan luas, dan dilengkapi pendampingan perizinan.

Langkah Pemprov DKI tersebut mendapat apresiasi dari DPRD DKI Jakarta. Anggota Komisi D, Wa Ode, menilai program ini menjawab salah satu problem dasar sanitasi di Ibu Kota.

“Di Jakarta ini, salah satu problemnya adalah buang air besar sembarangan, yang salah satunya sekarang kita atasi. Selain itu, sekitar 25.000 warga memiliki jamban, tetapi tidak memiliki pembuangannya,” ujarnya.

Ketua RT 14 RW 16, Yono (61) menyambut baik pembuatan septic tank di Rusunami Bidara Cina. Selama ini, sarana yang ada sudah tidak berfungsi dengan baik.

“Tentunya bagus ya (septic tank) ini. Soalnya yang lama sudah nggak berfungsi karena mesinnya mati. Warga ngeluh karena mampet. Mau enggak mau pipa ya dibolongin agar lancar ke bawahnya,” tutur Yono.

Imbasnya, limbah yang dihasilkan dari aktivitas di Rusunami itu terbuang ke saluran air karena septic tank yang sudah tak berfungsi.

“Di penampungan kotorannya (septic tank), tapi karena penuh mungkin jadi sisanya meluap ke kali itu, kadang juga lewat ke got,” lanjutnya.

Pengamat Lingkungan Hidup, Trubus Rahadiansyah, menilai pembangunan septic tank komunal maupun tangki Biopal oleh Pemprov DKI merupakan langkah penting untuk menekan praktik BABS yang masih terjadi di sejumlah wilayah Jakarta.

“Pembangunan septic tank ini sangat krusial, terutama di kawasan padat penduduk yang selama ini minim akses sanitasi. Dengan adanya fasilitas seperti ini, masyarakat terdorong untuk beralih dari kebiasaan BABS menuju perilaku hidup bersih,” jelas Trubus.

Menurutnya, selain aspek kesehatan, penyediaan septic tank juga berdampak pada kualitas lingkungan kota. Air tanah dan badan air akan lebih terlindungi dari pencemaran, sehingga risiko penyakit berbasis lingkungan bisa ditekan.

“Sanitasi itu bukan sekadar soal infrastruktur, tapi menyangkut kesehatan publik. Kalau perilaku BABS tidak dihentikan, maka biaya sosial dan ekonomi akibat penyakit akan jauh lebih besar daripada membangun septic tank,” pungkasnya.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pramono Anung Bicara Kasus Campak di Jakarta, Ada Peningkatan?

Pramono Anung Bicara Kasus Campak di Jakarta, Ada Peningkatan?

News | Jum'at, 12 September 2025 | 13:48 WIB

Sesumbar Kasus Campak di Jakarta Tak Naik, Pramono: Tak Seperti yang Dikhawatirkan!

Sesumbar Kasus Campak di Jakarta Tak Naik, Pramono: Tak Seperti yang Dikhawatirkan!

News | Jum'at, 12 September 2025 | 12:17 WIB

Gubernur DKI Jakarta Beri Penjelasan Wacana Kenaikan Tarif Parkir Mobil dan Motor

Gubernur DKI Jakarta Beri Penjelasan Wacana Kenaikan Tarif Parkir Mobil dan Motor

Otomotif | Kamis, 11 September 2025 | 21:05 WIB

Pramono Anung Ungkap Reaksi Spontan Pasca Ojol Affan Tewas Dilindas Rantis Brimob

Pramono Anung Ungkap Reaksi Spontan Pasca Ojol Affan Tewas Dilindas Rantis Brimob

News | Kamis, 11 September 2025 | 19:17 WIB

Dikritik Tak Turun Saat Rusuh, Gubernur Pramono: Saya Mantan Demonstran, Tak Mau Ambil Panggung

Dikritik Tak Turun Saat Rusuh, Gubernur Pramono: Saya Mantan Demonstran, Tak Mau Ambil Panggung

News | Kamis, 11 September 2025 | 18:39 WIB

Tunjangan DPRD DKI Rp70 Juta Dikaji Ulang: Pramono Anung Lempar Bola ke DPRD

Tunjangan DPRD DKI Rp70 Juta Dikaji Ulang: Pramono Anung Lempar Bola ke DPRD

News | Kamis, 11 September 2025 | 17:44 WIB

Terkini

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:30 WIB

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

×