Rocky Gerung Bongkar Borok Sistem Politik!

Dythia Novianty | Suara.com

Sabtu, 20 September 2025 | 12:38 WIB
Rocky Gerung Bongkar Borok Sistem Politik!
Pengamat Politik, Rocky Gerung. [Tangkapan layar/YouTube Tempodotco]
  • Demokrasi Indonesia dinilai belum tuntas pascareformasi, masih dibayangi mentalitas feodal dan korup
  • Diperlukan publik deliberatif serta reformasi partai agar nilai rakyat tidak dikalahkan aturan elite
  • Pendidikan politik dianggap kunci untuk membentuk masyarakat sebagai subjek demokrasi yang matang

Suara.com - Demokrasi Indonesia disebut tak pernah benar-benar selesai sejak kejatuhan Orde Baru. 

Demokrasi yang diharapkan membawa perubahan, justru dikuasai oleh elite yang tidak punya komitmen memperkuat republik.

“Jadi dari awal kualitas perubahan itu tidak dihasilkan melalui percekapan lengkap, percekapan total. Nah kita cuman mencicil akhirnya nilai demokrasi," ujar Pengamat Politik Rocky Gerung dalam Podcast di akun YouTube Tempodotco, Rabu (17/9/2025.

Sehingga, apakah kita sudah pindah dari reformasi ke demokrasi? 

"Belum. Kita baru keluar dari otoritarianisme tetapi belum masuk ke demokrasi. Kan transisi itu dua langkah. Langkah keluar dari, langkah masuk ke itu,” tegasnya.

Menurutnya, karena kemampuan kita untuk, sebut aja  memaksakan ide masyarakat sipil ini, tidak dihasilkan secara kimiawi itu. 

"Nah itu akibatnya ya mental feodal, mental corrupt  carry over ke dalam sistem yang sekarang. Jadi kita memang harus lepaskan itu.,” lanjut Rocky Gerung.

Pengamat Politik, Rocky Gerung dan Pakar Hukum dan Tata Negara Bivitri Susanti. [Tangkapan layar/YouTube Tempodotco]
Pengamat Politik, Rocky Gerung dan Pakar Hukum dan Tata Negara Bivitri Susanti. [Tangkapan layar/YouTube Tempodotco]

Alih-alih membangun sistem politik yang sehat, mentalitas lama justru diperkuat. Hal ini membuat rakyat semakin tidak percaya pada proses politik dan mudah kecewa terhadap pemerintahan.

Untuk mencegah Indonesia mengalami krisis seperti Nepal, dibutuhkan langkah yang lebih mendasar daripada sekadar mengganti pejabat. 

Sementara itu, Prof. Dr. Robertus Robet, Dosen FISH Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menekankan pentingnya membangun publik yang deliberatif, yakni masyarakat yang mampu berpikir rasional, mendiskusikan ide, dan menyuarakannya dengan efektif.

“Satu publik itu punya tiga ciri. Satu deliberatif. Dia deliberatif. Dia mendiskusikan. Pertama-tama dia mengandalkan rasionalitas. Reason. Bukan rasio. Tapi reason. Itu beda ya. Kalau rasio kan kemampuan kalkulatif. Tapi kalau reason itu kan dia kemampuan untuk memikirkan alternatif yang terbaik untuk kehidupan publik secara umum. Nah itu reason. Public use of reason. Yang kedua ciri dari publik itu adalah baru yang namanya kemampuan deliberatif. Jadi reason itu selalu diturunkan dalam kemampuan deliberatif. Nah yang bentuk praktisnya adalah kapabilitas retori. Republik itu harus punya tiga itu," beber Dosen itu.

Selain itu, reformasi partai politik menjadi hal mendesak untuk memastikan demokrasi berjalan sehat dan mencegah nilai-nilai publik terpinggirkan.

“Jangan sampai publik atau people's value itu kalah terhadap elite rules, jadi aturan elite itu, akhirnya mengalahkan nilai-nilai people ini kan nilai people ini nggak bisa di upload ditindas terus secara hegemonik,” jelas Rocky Gerung.

Selain itu, Prof Dr. Robertus Robet mengingatkan pentingnya pendidikan politik pendidikan politik agar rakyat dapat menjadi subjek demokrasi yang matang. 

Ia merujuk pada pemikiran tokoh bangsa seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir, yang percaya bahwa kesadaran politik harus dibangun dari basis masyarakat, bukan hanya mengandalkan elite.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berani Mundur Tanpa Diperintah Partai, Sikap Keponakan Prabowo 'Tampar' Anggota DPR Bermasalah

Berani Mundur Tanpa Diperintah Partai, Sikap Keponakan Prabowo 'Tampar' Anggota DPR Bermasalah

News | Kamis, 11 September 2025 | 12:39 WIB

Langka! Rocky Gerung Puji Mundurnya Keponakan Prabowo, Sebut Standar Etika Baru Politisi

Langka! Rocky Gerung Puji Mundurnya Keponakan Prabowo, Sebut Standar Etika Baru Politisi

News | Kamis, 11 September 2025 | 11:12 WIB

Sadar Diri Sakiti Rakyat, Rocky Gerung Puji Nyali Keponakan Prabowo Mundur dari DPR: Sikap Otentik!

Sadar Diri Sakiti Rakyat, Rocky Gerung Puji Nyali Keponakan Prabowo Mundur dari DPR: Sikap Otentik!

News | Kamis, 11 September 2025 | 10:55 WIB

Fenomena 'NepoKids' Bikin Murka Gen Z Nepal, Ini 5 Fakta Demo Brutal yang Paksa PM Mundur

Fenomena 'NepoKids' Bikin Murka Gen Z Nepal, Ini 5 Fakta Demo Brutal yang Paksa PM Mundur

News | Rabu, 10 September 2025 | 14:36 WIB

Nepal Mencekam: 20 Tewas dan PM Mundur, Sekjen PBB Antonio Guterres Turun Tangan

Nepal Mencekam: 20 Tewas dan PM Mundur, Sekjen PBB Antonio Guterres Turun Tangan

News | Rabu, 10 September 2025 | 17:15 WIB

Terkini

Mata Berkaca-kaca, Legislator Gerindra Jember Akui Khilaf Main Game Sambil Merokok saat Rapat

Mata Berkaca-kaca, Legislator Gerindra Jember Akui Khilaf Main Game Sambil Merokok saat Rapat

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:50 WIB

Tindak Lanjut Usai Kirab Budaya, KDM Bakal Tata Fasilitas Seni dan Budaya di Jabar

Tindak Lanjut Usai Kirab Budaya, KDM Bakal Tata Fasilitas Seni dan Budaya di Jabar

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:48 WIB

Guru Besar UMY Warning Pemerintah: Jangan Nekat Pindah ke IKN Kalau Belum Siap!

Guru Besar UMY Warning Pemerintah: Jangan Nekat Pindah ke IKN Kalau Belum Siap!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:43 WIB

Peringatan Terakhir! Gerindra Tak Segan Copot Achmad Syahri dari DPRD Jember Usai Viral Merokok

Peringatan Terakhir! Gerindra Tak Segan Copot Achmad Syahri dari DPRD Jember Usai Viral Merokok

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:38 WIB

Menakar Wacana Dedi Mulyadi: Mungkinkah Jawa Barat Hidup Tanpa Pajak Kendaraan?

Menakar Wacana Dedi Mulyadi: Mungkinkah Jawa Barat Hidup Tanpa Pajak Kendaraan?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:33 WIB

Jaksa Agung Setor Rp10,2 Triliun ke Negara, Legislator PDIP: Bukti Nyata Selamatkan Aset

Jaksa Agung Setor Rp10,2 Triliun ke Negara, Legislator PDIP: Bukti Nyata Selamatkan Aset

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:32 WIB

Plot Twist! Polisi Ciduk Tersangka Pencuri Laptop di Kalideres, Pelaku Ternyata Tetangga Korban

Plot Twist! Polisi Ciduk Tersangka Pencuri Laptop di Kalideres, Pelaku Ternyata Tetangga Korban

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:17 WIB

Disidang Usai Viral Main Game dan Merokok di Rapat, Begini Tampang Anggota DPRD Jember Achmad Syahri

Disidang Usai Viral Main Game dan Merokok di Rapat, Begini Tampang Anggota DPRD Jember Achmad Syahri

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:11 WIB

Mohamad Sobary Tegas Bantah Gus Dur Pernah Puji Prabowo Orang Paling Ikhlas: Tak Ada Kitabnya!

Mohamad Sobary Tegas Bantah Gus Dur Pernah Puji Prabowo Orang Paling Ikhlas: Tak Ada Kitabnya!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:09 WIB

Modus 'Fatherless', Kepala Sekolah SMK Pamulang Diduga Lakukan Child Grooming ke Siswi

Modus 'Fatherless', Kepala Sekolah SMK Pamulang Diduga Lakukan Child Grooming ke Siswi

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:54 WIB