Fenomena 'NepoKids' Bikin Murka Gen Z Nepal, Ini 5 Fakta Demo Brutal yang Paksa PM Mundur

Bangun Santoso

Rabu, 10 September 2025 | 14:36 WIB
Fenomena 'NepoKids' Bikin Murka Gen Z Nepal, Ini 5 Fakta Demo Brutal yang Paksa PM Mundur
Para demonstran melakukan aksi pembakaran di depan gedung parlemen Nepal. (Foto: AFP via Getty Images/BBC Indonesia)
Baca 10 detik
  • Perdana Menteri KP Sharma Oli mengundurkan diri setelah protes massal brutal
  • 'NepoKids' Sebagai Simbol Amarah
  • Protes ini merupakan fenomena baru di Nepal

Suara.com - Nepal dilanda gelombang protes paling brutal dalam beberapa dekade terakhir, sebuah gerakan massa yang didominasi oleh Generasi Z (Gen Z) yang berhasil memaksa Perdana Menteri KP Sharma Oli mengundurkan diri.

Kantor Perdana Menteri menyatakan pengunduran diri Oli adalah langkah untuk "membuka jalan bagi solusi konstitusional" setelah demonstrasi yang awalnya damai berubah menjadi lautan kekerasan.

Meski pemicu awalnya adalah larangan media sosial yang kontroversial, amarah kaum muda Nepal ternyata berakar lebih dalam pada kekecewaan terhadap praktik korupsi dan gaya hidup mewah para elite politik yang viral dengan sebutan 'NepoKids'.
Melansir laman BBC Indonesia, Rabu (10/9/2025), berikut adalah hal-hal penting yang perlu Anda ketahui tentang krisis yang mengguncang negara Himalaya itu:

1. Larangan Media Sosial yang Jadi Bumerang

Bagi masyarakat Nepal, media sosial adalah urat nadi kehidupan. Negara ini bahkan memiliki tingkat pengguna medsos per kapita tertinggi di Asia Selatan. Pekan lalu, pemerintah secara mengejutkan melarang 26 platform, termasuk raksasa seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook, dengan alasan gagal mendaftar ke kementerian terkait.

Langkah ini sontak dianggap sebagai upaya membungkam kampanye antikorupsi yang sedang marak. Meski larangan itu akhirnya dicabut pada Senin (08/09) malam, nasi sudah menjadi bubur. Aksi protes telah "meluas dan menjadi pintu masuk bagi para pengunjuk rasa untuk menyalurkan ketidakpuasan yang lebih mendalam terhadap pemerintah."

2. Ledakan Amarah Gen Z: 22 Tewas, Parlemen Dibakar

Apa yang dimulai sebagai protes damai dengan cepat berubah menjadi medan perang. Bentrokan antara demonstran dan polisi di Kathmandu serta kota-kota lain tak terhindarkan. Hingga kini, total korban tewas mencapai setidaknya 22 orang, dengan hampir 200 lainnya terluka.

Aparat keamanan menggunakan segala cara untuk membubarkan massa, mulai dari gas air mata, meriam air, hingga peluru tajam. Namun, kegigihan para pengunjuk rasa tak terbendung. Pada Selasa (09/09), mereka berhasil "membakar gedung Dewan Perwakilan Rakyat, markas besar Partai Kongres Nepal, dan rumah mantan perdana menteri Sher Bahadur Deuba."

baca juga

Panglima Angkatan Darat Nepal, Jenderal Ashok Raj Sigdel, menuduh para demonstran telah merusak properti publik dan pribadi. Ia memperingatkan jika kerusuhan berlanjut, "semua lembaga keamanan, termasuk Angkatan Darat Nepal, berkomitmen untuk mengendalikan situasi."

3. Siapa Sebenarnya Para Demonstran?

Berbeda dari gerakan politik sebelumnya, protes kali ini murni digerakkan oleh anak-anak muda melalui media sosial. Mereka bangga menyebut diri sebagai Gen Z, sebuah identitas yang menjadi simbol persatuan.

Tanpa pemimpin tunggal yang jelas, berbagai kelompok pemuda dan mahasiswa dari universitas besar seperti di Kathmandu dan Pokhara menjadi motor penggerak utama, mengorganisir massa secara daring. Video yang beredar bahkan menunjukkan pelajar sekolah ikut turun ke jalan.

4. Akar Masalah: Korupsi dan Tren 'NepoKids'

Tuntutan utama para demonstran ada dua: pencabutan larangan media sosial (yang telah dipenuhi) dan penghentian "praktik korupsi". Isu korupsi ini menjadi semakin personal dengan viralnya tren #NepoBaby dan #NepoKids di media sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Brutalitas Polisi Nepal Urai Massa Demo, Perempuan Ikut Dihajar saat Berusaha Melerai Temannya

Brutalitas Polisi Nepal Urai Massa Demo, Perempuan Ikut Dihajar saat Berusaha Melerai Temannya

News | Rabu, 10 September 2025 | 13:58 WIB

Video Massa Demo Diduga Geruduk Rumah Presiden Nepal, Foto Wajahnya Langsung Dilempar ke Lantai

Video Massa Demo Diduga Geruduk Rumah Presiden Nepal, Foto Wajahnya Langsung Dilempar ke Lantai

News | Rabu, 10 September 2025 | 13:06 WIB

Protes Gen Z di Nepal: Refleksi Kritis tentang Empati dan Keadilan Sosial

Protes Gen Z di Nepal: Refleksi Kritis tentang Empati dan Keadilan Sosial

Your Say | Rabu, 10 September 2025 | 12:58 WIB

Pusat Pemerintahan Nepal Resmi Kosong Usai Presiden dan Perdana Menteri Mundur

Pusat Pemerintahan Nepal Resmi Kosong Usai Presiden dan Perdana Menteri Mundur

News | Rabu, 10 September 2025 | 12:56 WIB

Tragis! Detik-detik Menkeu Nepal Ditelanjangi, Dipukuli, Dikejar Pendemo Sampai Masuk Sungai

Tragis! Detik-detik Menkeu Nepal Ditelanjangi, Dipukuli, Dikejar Pendemo Sampai Masuk Sungai

News | Rabu, 10 September 2025 | 11:49 WIB

Terinspirasi Indonesia? 7 Fakta Demo Nepal Dipicu Pejabat Korupsi Gila-gilaan dan Doyan Flexing

Terinspirasi Indonesia? 7 Fakta Demo Nepal Dipicu Pejabat Korupsi Gila-gilaan dan Doyan Flexing

Lifestyle | Rabu, 10 September 2025 | 11:47 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×