Alarm Darurat Program MBG: Ribuan Siswa Jadi Korban, Dapur Jorok dan Dugaan Vendor Fiktif Terkuak

Bangun Santoso

Senin, 22 September 2025 | 15:57 WIB
Alarm Darurat Program MBG: Ribuan Siswa Jadi Korban, Dapur Jorok dan Dugaan Vendor Fiktif Terkuak
Ilustrasi siswa keracunan MBG
baca 10 detik
  • Ribuan siswa di berbagai daerah menjadi korban keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) menemukan banyak dapur penyiapan makanan (SPPG) yang tidak memenuhi standar kebersihan
  • Muncul desakan kuat dari berbagai pihak, termasuk FKBI dan DPR, agar pemerintah segera melakukan audit total terhadap penyedia makanan

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi solusi masalah gizi anak bangsa kini justru berubah menjadi sumber bencana nasional.

Insiden keracunan massal yang menimpa ribuan siswa penerima manfaat program ini disebut sebagai bukti adanya kegagalan sistemik dari pemerintah dalam menjalankan program unggulannya.

Data dari lembaga pemantau pendidikan bahkan mencatat, hingga pertengahan September 2025, sebanyak 5.360 siswa telah menjadi korban keracunan makanan akibat program ini.

Kritik tajam datang dari Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) yang menyoroti amburadulnya pelaksanaan program di lapangan.

Ketua FKBI, Tulus Abadi, mengungkapkan temuan mengejutkan dari investigasi pihaknya yang menunjukkan sejumlah dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi di bawah standar kebersihan minimum, membahayakan kesehatan jutaan anak sekolah.

"Dapur SPPG di berbagai daerah ditemukan tidak memenuhi standar kebersihan minimum. Proses penyiapan makanan dilakukan di lantai, tanpa alat penangkal serangga, dan dengan jeda waktu distribusi yang terlalu panjang," ungkap Tulus dalam pernyataannya, Senin (22/9/2025).

Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa proses memasak, kebersihan bahan pangan, hingga transportasi dan penyimpanan menjadi titik kritis yang berpotensi menyebabkan kontaminasi dan keracunan.

Masalah ini bukan hanya isapan jempol, kasus keracunan massal telah dilaporkan terjadi di berbagai daerah, salah satunya di Kabupaten Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah, yang membuat lebih dari 250 siswa harus dilarikan ke rumah sakit.

Lebih jauh, FKBI juga menyoroti ketiadaan data publik terkait vendor MBG, hasil audit dapur, maupun uji laboratorium makanan.

baca juga

Tulus juga menyinggung adanya dugaan ribuan dapur fiktif dalam program tersebut, yang mengindikasikan adanya potensi penyelewengan anggaran besar-besaran.

Selain itu, mekanisme pelaporan insiden keracunan dinilai tidak terstruktur dan tidak inklusif. Komunitas sekolah serta orang tua siswa sama sekali tidak dilibatkan dalam pemulihan korban.

Gelombang kritik yang semakin deras membuat berbagai pihak mendesak adanya evaluasi menyeluruh.

Pimpinan Komisi IX DPR RI bahkan mengusulkan agar pengelolaan program MBG dialihkan ke pihak sekolah yang dinilai lebih memahami kondisi siswa dan dapat menjaga higienitas makanan.

Atas kondisi darurat ini, FKBI mendesak pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan audit publik atas seluruh penyedia makanan MBG.

Transparansi menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik yang sudah terlanjur tercoreng.

"FKBI meminta agar seluruh penyedia makanan MBG diaudit secara independen dan hasilnya dipublikasikan secara terbuka," tegasnya.

FKBI juga menuntut adanya skema ganti rugi dan pemulihan korban yang jelas.

Pemerintah, menurut Tulus, wajib menyediakan kompensasi medis, psikologis, sekaligus dukungan hukum bagi siswa terdampak dan keluarganya.

Tak berhenti di situ, FKBI menekankan perlunya reformasi total dalam tata kelola MBG. Pengawasan program, kata Tulus, seharusnya melibatkan komunitas sekolah, organisasi orang tua, dan lembaga perlindungan anak agar tidak elitis dan eksklusif.

Selain itu, FKBI mendorong diterapkannya sistem pelaporan berbasis komunitas dan early warning system untuk deteksi dini.

"Penyusunan SOP Terbuka dan Partisipatif Evaluasi Model Distribusi. Pertimbangkan opsi desentralisasi penyediaan makanan melalui kantin sekolah atau pemberian dana langsung kepada orang tua," ujarnya memberi saran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Purbaya Ancam Tarik Anggaran Program Makan Gratis jika Penerapannya Tidak Efektif

Menkeu Purbaya Ancam Tarik Anggaran Program Makan Gratis jika Penerapannya Tidak Efektif

Your Say | Senin, 22 September 2025 | 14:58 WIB

Pusing hingga Muntah, Dinkes Garut Ungkap 600 Siswa Keracunan MBG: Alhamdulillah Semua Sudah Sehat

Pusing hingga Muntah, Dinkes Garut Ungkap 600 Siswa Keracunan MBG: Alhamdulillah Semua Sudah Sehat

News | Senin, 22 September 2025 | 14:10 WIB

Ribuan Siswa Keracunan, FKBI Nilai Program MNG Telah Langgar Hak Konsumen Anak

Ribuan Siswa Keracunan, FKBI Nilai Program MNG Telah Langgar Hak Konsumen Anak

News | Senin, 22 September 2025 | 13:00 WIB

Anak-Anak Keracunan, Belatung Ditemukan, Mengapa Program MBG Tak Juga Dihentikan?

Anak-Anak Keracunan, Belatung Ditemukan, Mengapa Program MBG Tak Juga Dihentikan?

News | Senin, 22 September 2025 | 12:49 WIB

Banyak Siswa Keracunan MBG, FKBI Menuntut Adanya Skema Ganti Rugi dan Pemulihan Korban

Banyak Siswa Keracunan MBG, FKBI Menuntut Adanya Skema Ganti Rugi dan Pemulihan Korban

News | Senin, 22 September 2025 | 12:26 WIB

Ribuan Anak Keracunan Gegara MBG, Anggaran Rp71 T Mengendap, DPR: Serahkan Saja ke Sekolah

Ribuan Anak Keracunan Gegara MBG, Anggaran Rp71 T Mengendap, DPR: Serahkan Saja ke Sekolah

News | Senin, 22 September 2025 | 11:58 WIB

Solusi dari Sri Sultan Soal Ratusan Anak di Jogja Keracunan MBG: Perbanyak Juru Masak!

Solusi dari Sri Sultan Soal Ratusan Anak di Jogja Keracunan MBG: Perbanyak Juru Masak!

Your Say | Senin, 22 September 2025 | 09:47 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Smartwatch Android Terbaik yang Cocok Dipakai di iPhone

3 Rekomendasi Smartwatch Android Terbaik yang Cocok Dipakai di iPhone

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 13:46 WIB

Mengawal Asa Siswa Penyintas Kebakaran Kebayoran Lama

Mengawal Asa Siswa Penyintas Kebakaran Kebayoran Lama

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:46 WIB

Apa Saja Model Setrika Panasonic? Ini 5 Pilihan dari Dry Iron hingga Cordless

Apa Saja Model Setrika Panasonic? Ini 5 Pilihan dari Dry Iron hingga Cordless

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:45 WIB

Menkeu Suahasil Proyeksi Insentif Pajak Tembus Rp 576 T di 2025, Setara 2,2% PDB

Menkeu Suahasil Proyeksi Insentif Pajak Tembus Rp 576 T di 2025, Setara 2,2% PDB

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 13:43 WIB

Siswa SD Meninggal Tersedak Biji Kelengkeng MBG, DPR Desak BGN Investigasi

Siswa SD Meninggal Tersedak Biji Kelengkeng MBG, DPR Desak BGN Investigasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:43 WIB

Serum Tranexamic Acid yang Bagus untuk Flek Hitam Apa? Ini 5 Rekomendasinya

Serum Tranexamic Acid yang Bagus untuk Flek Hitam Apa? Ini 5 Rekomendasinya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:42 WIB

Siswi SMK di Bengkulu Terancam 7 Tahun Penjara karena Bunuh Anak Kandung

Siswi SMK di Bengkulu Terancam 7 Tahun Penjara karena Bunuh Anak Kandung

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:41 WIB

Mobil Bekas Murah Saat BBM Sulit: 5 Pilihan Irit, Bandel, dan Masih di Bawah Rp100 Juta

Mobil Bekas Murah Saat BBM Sulit: 5 Pilihan Irit, Bandel, dan Masih di Bawah Rp100 Juta

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 13:40 WIB

11 Day Cream Ber-SPF yang Tidak Bikin Dempul dan Kusam, Mulai Rp25 Ribuan

11 Day Cream Ber-SPF yang Tidak Bikin Dempul dan Kusam, Mulai Rp25 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:40 WIB

Sungai Batanghari Jambi Surut Akibat Kemarau, Ramai Diobok-obok Pemburu Benda Antik

Sungai Batanghari Jambi Surut Akibat Kemarau, Ramai Diobok-obok Pemburu Benda Antik

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:39 WIB

×