Macet TB Simatupang Berkurang! Tol FatmawatiPondok Indah Tetap Gratis sampai Oktober

Vania Rossa, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 24 September 2025 | 12:30 WIB
Macet TB Simatupang Berkurang! Tol FatmawatiPondok Indah Tetap Gratis sampai Oktober
Macet di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta, Rabu (10/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Tol Fatmawati 2 hingga Exit Pondok Indah digratiskan setiap Senin–Jumat pukul 17.00–20.00 WIB hingga akhir Oktober 2025.

  • Evaluasi uji coba menunjukkan kecepatan kendaraan naik 15,9% dan volume lalu lintas lebih terkendali.

  • Pemprov DKI menilai kebijakan ini efektif mengurangi kemacetan parah di Jalan TB Simatupang saat jam pulang kerja.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memastikan rekayasa lalu lintas dengan membuka satu lajur di Gerbang Tol Fatmawati 2 hingga Exit Tol Pondok Indah secara gratis diperpanjang hingga akhir Oktober 2025.

Kebijakan ini diambil setelah uji coba sebelumnya dinilai mampu menekan kemacetan di kawasan Jalan TB Simatupang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, pihaknya sudah mendapat restu dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk melanjutkan rekayasa lalu lintas tersebut. Ia memastikan pelaksanaannya sudah kembali berjalan sejak Senin (22/9/2025).

"Sudah (dapat persetujuan Kementerian PU dan BPJT), karena sudah langsung dieksekusi kemarin sore," kata Syafrin kepada wartawan, Rabu (23/9/2025).

Rekayasa lalu lintas ini berlaku setiap Senin hingga Jumat, mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB. Selama periode tersebut, kendaraan roda empat bisa melintas tanpa dikenakan tarif di ruas tol yang dibuka.

Syafrin memaparkan, evaluasi uji coba menunjukkan adanya perbaikan signifikan pada arus lalu lintas.

Volume kendaraan per kapasitas di Jalan RA Kartini meningkat 18,6 persen, sedangkan kecepatan rata-rata kendaraan naik 15,9 persen. Sementara itu, kapasitas jalan yang tersedia bertambah 26 persen setelah pembukaan lajur tambahan di tol.

"Artinya dengan volume lalu lintas, kemudian perhitungan secara matematis tadi, itu keseluruhannya membaik," ujar Syafrin.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menilai uji coba rekayasa tol gratis tersebut cukup efektif. Menurutnya, langkah itu berhasil mengurangi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di TB Simatupang pada jam pulang kerja.

baca juga

"Jadi, saya sudah melakukan rapat secara khusus dengan Dinas Perhubungan, Asisten Pembangunan, yang mereka sudah memberikan data. Data terakhir kemarin, mobil yang masuk itu lebih dari 750 (unit)," kata Pramono di Jakarta, Ahad (21/9/2025).

Pramono menyebut, jumlah kendaraan yang memanfaatkan jalur tol gratis itu cukup tinggi. Kondisi tersebut secara langsung membuat volume kendaraan di jalur arteri menurun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaim Turunkan Kemacetan Jalan TB Simatupang, Pramono Pastikan GT Fatmawati 2 Gratis hingga Oktober

Klaim Turunkan Kemacetan Jalan TB Simatupang, Pramono Pastikan GT Fatmawati 2 Gratis hingga Oktober

News | Minggu, 21 September 2025 | 11:40 WIB

Jalur Tol Gratis dari Gerbang Tol Fatmawati 2 Kurangi Macet 24 Persen, Bakal Dibuka hingga Oktober?

Jalur Tol Gratis dari Gerbang Tol Fatmawati 2 Kurangi Macet 24 Persen, Bakal Dibuka hingga Oktober?

News | Jum'at, 19 September 2025 | 15:08 WIB

Pernyataan Terkini Kejagung Soal Dugaan Korupsi Tol Cawang-Pluit Seret Anak 'Raja Tol' Jusuf Hamka

Pernyataan Terkini Kejagung Soal Dugaan Korupsi Tol Cawang-Pluit Seret Anak 'Raja Tol' Jusuf Hamka

News | Kamis, 18 September 2025 | 18:54 WIB

Terkini

Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja

Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja

Jogja | Selasa, 29 September 2026 | 17:37 WIB

AI Bikin Produk Digital Makin Cepat, Tapi Berguna bagi Bisnis?

AI Bikin Produk Digital Makin Cepat, Tapi Berguna bagi Bisnis?

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:37 WIB

BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba

BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:36 WIB

Sempat Tembus Rp18.000, Rupiah Ditutup di Rp17.981 per Dolar AS

Sempat Tembus Rp18.000, Rupiah Ditutup di Rp17.981 per Dolar AS

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 17:34 WIB

Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar

Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 17:34 WIB

Tak Hanya Fasilitas Mewah, Ombudsman Juga Temukan Indikasi Pungli di Lapas Cibinong

Tak Hanya Fasilitas Mewah, Ombudsman Juga Temukan Indikasi Pungli di Lapas Cibinong

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:32 WIB

Kuota LPG 3Kg Dikurangi, Pemerintah Harus Hati-hati

Kuota LPG 3Kg Dikurangi, Pemerintah Harus Hati-hati

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:31 WIB

ASN Gugur di Latsarmil, Masih Perlukah Bela Negara Gaya Militeristik?

ASN Gugur di Latsarmil, Masih Perlukah Bela Negara Gaya Militeristik?

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:31 WIB

IHSG Masih Tertekan, Saham Teknologi Masih Jadi Beban

IHSG Masih Tertekan, Saham Teknologi Masih Jadi Beban

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:30 WIB

Ruang Penguatan Sempit, Rupiah Berpotensi Permanen di Level Rp18.000

Ruang Penguatan Sempit, Rupiah Berpotensi Permanen di Level Rp18.000

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:30 WIB

×