Cara Ikut Daftar Komunitas Ojol Kamtibmas, Rekam Kejahatan Bonusnya Rp500 Ribu Per Orang

Farah Nabilla

Sabtu, 27 September 2025 | 19:06 WIB
Cara Ikut Daftar Komunitas Ojol Kamtibmas, Rekam Kejahatan Bonusnya Rp500 Ribu Per Orang
Ilustrasi ojol kamtibmas

Suara.com - Jajaran Polda Metro Jaya bersama Polres Jakarta Pusat dan Polsek Gambir meluncurkan komunitas Ojol (Ojek Online) Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) sebagai wadah kemitraan polisi dengan pengemudi ojol di Jakarta.

Peresmian tersebut digelar di Stasiun Juanda, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat, 27 September 2025 kemarin, bersamaan dengan peluncuran Gerai Rakyat Mart. Peresmian ini juga dihadiri langsung oleh Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono.

“Ojol Kamtibmas ini adalah bentuk kemitraan Kapolda Metro Jaya dengan teman-teman ojol, di mana mereka diharapkan bisa menjadi mitra Polri untuk menjaga kamtibmas di wilayah Jakarta,” ujar Dekananto.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono juga menyampaikan pesan khusus dari Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri kepada komunitas Ojol Kamtibmas ini.

Bonus untuk Pengemudi Ojol yang Berhasil Rekam Kejahatan

Kapolda akan menyiapkan hadiah bagi pengemudi ojol yang berhasil merekam aksi kejahatan di jalanan dan melaporkannya kepada pihak kepolisian.

“Bapak Kapolda menyampaikan kalau ada teman-teman ojol di jalan merekam pelaku kejahatan, lalu melaporkan ke pembina ojol di Polsek atau Polres, maka akan diberikan bonus atau reward,” ujar Dekananto pada sambutannya di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Jumat (26/09/2025) kemarin.

Meski diiming-imingi bonus atau reward, Dekananto mengingatkan agar hal tersebut tidak disalahgunakan.

“Jangan sampai ada yang pura-pura menyuruh temannya melakukan kejahatan hanya untuk direkam, lalu dilaporkan supaya dapat bonus atau reward, itu enggak boleh,” tegasnya kemudian.

baca juga

Dekananto juga menegaskan bahwa pemberian bonus atau reward tersebut bukan tujuan utama, melainkan sebagai bentuk motivasi dari Kapolda kepada para pengemudi ojol yang hampir 24 jam berada di jalanan.

“Ini hanya penyemangat dari Bapak Kapolda. Saya yakin, ke depan, tanpa ada bonus pun teman-teman ojol tetap akan memberikan informasi karena ini bagian dari tanggung jawab bersama,” ujarnya lebih lanjut.

Menurutnya, Polri menyadari bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa dilakukan sendirian saja. Karenanya, keterlibatan komunitas, terasuk para pengemudi ojol, turut memegang peran penting.

“Bukan karena Polri tidak mampu, tapi karena kami ingin melibatkan masyarakat. Keamanan adalah tanggung jawab bersama, bukan hany kepolisian,” ucapnya.

Ojol Kamtibmas: Berperan Menjaga Keamanan dan Saluran Aspirasi

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono juga menyampaikan dalam kesempatan tersebut bahwa ‘Ojol Kamtibmas’ ini tidak dimaksudkan untuk menyingkirkan komunitas ojol lain yang sudah terbentuk.

Komunitas ini akan dikembangkan di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya dengan sistem kepengurusan presidium atau kolektif-kolegial. Tidak hanya berperan untuk menjaga keamanan, komunitas ini juga akan menjadi wadah atau saluran bagi pengemudi ojol, termasuk jika mereka mengalami perlakuan dikriminatif.

“Semua kedudukannya sama, sejajar antara Polri dengan mitra ojol,” ujarnya.

Polri menggandeng ojol untuk saling bekerja sama dan bersinergi bukannya tanpa alasan. Dekananto menyebut hal tersebut karena jumlah pengemudi ojol yang sangat besar dan perannya yang penting dalam kehidupan sosial.

“Kalau dulu ojol masih side job, sekarang sudah jadi pekerjaan utama. Jumlahnya banyak dan ada persoalan sosial yang mereka hadapi. Itu sebabnya Polri merasa perlu bermitra,” ujarnya.

Harapannya, banyaknya ojol yang tersebar di Jakarta bisa menjadi sumber daya potensi luar biasa untuk turut menjaga keamanan Jakarta yang lebih baik. Wadah ini nantinya mungkin akan bisa berkembang dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi.

Seluruh pengemudi ojol, tanpa membeda-bedakan komunitasnya, bisa bergabung menjadi bagian dari Ojol Kamtibmas.

Pembentukan komunitas Ojol Kamtibmas yang bersamaan dengan peresmian Gerai Rakyat Mart di Stasiun Juanda ini membawa angin segar bagi para pengemudi ojol. Gerak Rakyat Mart sendiri diproyeksikan menjadi posko ojol sekaligus pusat penyaluran sembako murah, termasuk beras Bulog.

Gerai ini juga akan disiapkan sebagai ruang komunitas bagi pengemudi ojol untuk berkoordinasi dengan kepolisian dalam rangka menjaga keamanan wilayah.

Kontributor : Rizky Melinda

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iming-imingi Ojol Uang Rp500 Ribu jika jadi Mata-mata Polisi, Polda Metro: Tantangan Makin Berat

Iming-imingi Ojol Uang Rp500 Ribu jika jadi Mata-mata Polisi, Polda Metro: Tantangan Makin Berat

News | Sabtu, 27 September 2025 | 10:59 WIB

Pengedar Sabu Jaringan Malaysia Diringkus, Puluhan Kilogram Barang Haram Disita

Pengedar Sabu Jaringan Malaysia Diringkus, Puluhan Kilogram Barang Haram Disita

News | Sabtu, 27 September 2025 | 07:37 WIB

Polisi soal Video Kendaraan Mati Pajak Tak Bisa Isi BBM di SPBU: Hoaks, Tak Ada Larangan Itu!

Polisi soal Video Kendaraan Mati Pajak Tak Bisa Isi BBM di SPBU: Hoaks, Tak Ada Larangan Itu!

News | Jum'at, 26 September 2025 | 17:57 WIB

Ojol Maxride Terancam Dilarang Beroperasi Imbas Masalah Izin, Ini Sosok Pemiliknya

Ojol Maxride Terancam Dilarang Beroperasi Imbas Masalah Izin, Ini Sosok Pemiliknya

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 13:56 WIB

Terkini

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

×