2 Cucu Mahfud MD Jadi Korban Keracunan MBG di Jogja: Muntah-muntah Sampai Dirawat 4 Hari di RS

Farah Nabilla, Rosiana Chozanah

Rabu, 01 Oktober 2025 | 12:09 WIB
2 Cucu Mahfud MD Jadi Korban Keracunan MBG di Jogja: Muntah-muntah Sampai Dirawat 4 Hari di RS
Mahfud MD (YouTube/Mahfud MD Official)
baca 10 detik
  • Dua cucu Mahfud MD termasuk dalam 1.000 siswa yang mengalami keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Yogyakarta.

  • Hasil laboratorium menunjukkan kontaminasi bakteri pada makanan MBG, diduga akibat pengelolaan dapur yang tidak higienis dan distribusi yang tidak sesuai standar.

  • Pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional berjanji akan memperketat pengawasan serta memperbaiki sistem dapur MBG agar kejadian serupa tidak terulang.

Suara.com - Dua cucu mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD, rupanya menjadi salah satu korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Yogyakarta.

Dalam siniarnya baru-baru ini, Mahfud MD menceritakan bagaimana kedua cucu dan teman sekelasnya muntah-muntah setelah mengonsumsi MBG.

"Cucu saya juga keracunan MBG di Jogja. Cucu ponakan ya. Saya punya keponakan, keponakan saya punya anak namanya Ikhsan. Makan Bergizi Gratis, lalu satu kelas itu 8 orang langsung muntah-muntah," kata Mahfud MD, dikutip pada Rabu (10/1/2025).

Sebanyak 8 siswa, termasuk dua cucunya, langsung dilarikan ke rumah sakit. Setelah mendapat penanganan, tujuh siswa diperbolehkan pulang, sementara satu cucunya tetap dirawat selama empat hari.

"Nah, yang enam dan kakaknya, kakak yang masih dirawat di rumah sakit itu habis muntah-muntah sehari, disuruh pulang, bisa dirawat di rumah. Tapi yang ini sampai 4 hari di rumah sakit," sambungnya.

Mahfud MD menjelaskan ulang, "Dua bersaudara, beda kelas, di sekolah yang sama. Dirawat sampai kemarin saya di Jogja. Sekarang, mungkin hari ini sudah keluar."

Menurut Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) itu, keracunana MBG memang sudah menjadi isu nasional dan membutuhkan investigasi khusus untuk mengetahui akar masalahnya.

"Memang itu menjadi isu nasional meskipun betul, itu cuma 0,0017 persen dari segi total. Tapi kan, juga jutaan pesawat terbang di dunia ini, lalu lalang setiap hari, kecelakaan satu aja tidak sampai 0,001 persen orang sudah ribut karena itu menyangkut nyawa. Jadi bukan persoalan angka, ini harus diteliti lagi masalahnya," pungkasnya.

Hampir 1000 Orang Jadi Korban Keracunan MBG di Jogja

baca juga

Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Yogyakarta menjadi sorotan nasional setelah hampir 1.000 siswa mengalami gejala keracunan dalam kurun waktu satu bulan, tepatnya pada Juli hingga Agustus 2025.

Kronologi dan Lokasi Kejadian

1. Kulon Progo (30 Juli 2025): Sebanyak 497 siswa dari dua SD dan dua SMP mengalami gejala seperti muntah, diare, dan sakit perut setelah menyantap makanan MBG. Satu siswa sempat dirawat inap di RSUD Wates.

2. Sleman (13 Agustus 2025): Sebanyak 379 siswa dari empat SMP di Kapanewon Mlati mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG, diduga berupa rawon. Hasil lab menunjukkan kontaminasi bakteri Escherichia coli, Clostridium, dan Staphylococcus. 18 siswa dirawat inap.

3. Sleman (27 Agustus 2025): Di SMP Negeri 3 Berbah, 137 siswa dan beberapa guru mengalami gejala serupa. Dua siswa dirujuk ke puskesmas, namun tidak ada yang dirawat inap.

Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kontaminasi bakteri pada makanan, muntahan, dan feses siswa. Diduga kuat penyebabnya adalah pengelolaan makanan yang tidak higienis, penyimpanan terlalu lama, dan proses distribusi yang tidak sesuai standar.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyebut bahwa katering MBG terpaksa memasak sejak dini hari karena beban pesanan yang melebihi kapasitas.

Hal ini menyebabkan makanan basi saat dikonsumsi di pagi hari. Ia menekankan perlunya penambahan tenaga masak dan pengawasan ketat dari pemerintah daerah.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana juga berjanji akan memperbaiki tata kelola dapur MBG dan meningkatkan pengawasan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makanan Berlendir dan Bau, Ini Kronologi Dugaan Keracunan 21 Siswa SDN 01 Gedong Usai Santap MBG

Makanan Berlendir dan Bau, Ini Kronologi Dugaan Keracunan 21 Siswa SDN 01 Gedong Usai Santap MBG

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 11:16 WIB

Kronologi Cucu Mahfud MD Keracunan MBG hingga Dirawat 4 Hari di RS: Ini Menyangkut Nyawa!

Kronologi Cucu Mahfud MD Keracunan MBG hingga Dirawat 4 Hari di RS: Ini Menyangkut Nyawa!

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 11:12 WIB

Parah! Bikin Siswa SDN 01 Pasar Rebo Keracunan Massal, Menu MBG Ternyata Bau dan Berlendir!

Parah! Bikin Siswa SDN 01 Pasar Rebo Keracunan Massal, Menu MBG Ternyata Bau dan Berlendir!

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 11:12 WIB

Terkini

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 01:16 WIB

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:55 WIB

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:55 WIB

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

×