Krisis Keracunan MBG, Ahli Gizi Ungkap 'Cacat Fatal' di Dalam Struktur BGN

Chandra Iswinarno | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 01 Oktober 2025 | 16:00 WIB
Krisis Keracunan MBG, Ahli Gizi Ungkap 'Cacat Fatal' di Dalam Struktur BGN
Kepala BGN Dadan Hindayana (kiri) saat meninjau kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa anak-anak penerima manfaat di SPPG wilayah Jabar, beberapa waktu lalu. [ANTARA/HO-BGN]
  • Pakar soroti tak adanya ahli gizi di jajaran pimpinan BGN.

  • Absennya ahli gizi hambat lahirnya kebijakan keamanan pangan by design.

  • Mendesak adanya posisi director of nutrition untuk tetapkan standar menu.

Suara.com - Merebaknya kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Tak hanya kasusnya saja, kini struktur internal Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai penyelenggara MBG juga jadi perhatian.

Pakar kesehatan masyarakat, Dicky Budiman, menilai ada cacat fatal yang fundamental dalam kasus keracunan MBG, yakni tidak adanya pakar dengan latar belakang gizi atau kesehatan masyarakat di level pengambil kebijakan.

Menurutnya, absennya figur tersebut menjadi salah satu akar masalah yang menghambat lahirnya sistem keamanan pangan yang solid sejak awal.

Dicky Budiman berpendapat bahwa kehadiran seorang ahli gizi di pucuk pimpinan BGN sangat krusial.

Sebab hal tersebut untuk mendorong kebijakan berbasis nutrition safety by design, sebuah konsep di mana keamanan pangan sudah dirancang sejak tahap perencanaan, bukan sekadar respons saat insiden terjadi.

“Harus ada kebijakan yang menetapkan daftar positif dan negatif bahan makanan, spesifikasi menu nasional, termasuk kandungan kalori, protein, mineral, vitamin, serta spesifikasi keamanan. Termasuk aturan bahwa makanan tidak boleh dipanaskan berulang kali, serta adanya batasan konsumsi,” kata Dicky kepada Suara.com, Rabu (1/10/2025).

Solusi Konkret

Apabila penempatan di level tertinggi sulit, Dicky mengusulkan setidaknya harus ada jabatan setingkat director of nutrition dalam struktur BGN.

Posisi ini harus diberi mandat penuh untuk menetapkan standar menu, memastikan keamanan, hingga memiliki wewenang untuk menghentikan distribusi saat terjadi insiden.

Figur inilah yang menurutnya bisa memastikan menu MBG memprioritaskan bahan-bahan yang lebih aman dan rendah risiko.

"Ahli yang ada dalam posisi itu bisa memastikan, memrioritaskan sumber protein dengan rendah risiko, seperti telur matang, ayam dimasak tuntas, tempe, tahu, juga menghindari menu yang butuh pendinginan lambat atau berulang."

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman. [Ist]
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman. [Ist]

"Atau juga kita harus menghindari penggunaan bahan dengan risiko toksin alami, termasuk spesifikasi itu," ucapnya.

Dengan menempatkan ahli gizi di posisi strategis, risiko keracunan dapat ditekan secara sistematis melalui pengawasan ketat dan standar yang jelas, jauh sebelum makanan sampai ke tangan para siswa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cecar Kepala BGN di Rapat Soal MBG, Legislator PDIP: Tugas Kami Memang Menggonggong

Cecar Kepala BGN di Rapat Soal MBG, Legislator PDIP: Tugas Kami Memang Menggonggong

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 15:02 WIB

Akhirnya Terungkap! Menkes Budi Gunadi Beberkan 3 Penyebab Utama di Balik Krisis Keracunan MBG

Akhirnya Terungkap! Menkes Budi Gunadi Beberkan 3 Penyebab Utama di Balik Krisis Keracunan MBG

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 14:45 WIB

Korban Keracunan MBG di SDN Gedong Jadi 22 Siswa, Komnas PA Kritik Guru Jadi Pencicip Makanan

Korban Keracunan MBG di SDN Gedong Jadi 22 Siswa, Komnas PA Kritik Guru Jadi Pencicip Makanan

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 14:42 WIB

Terkini

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:21 WIB

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:04 WIB

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:56 WIB

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:49 WIB

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:08 WIB

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:02 WIB

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:29 WIB

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:16 WIB