Dosen Filsafat Ungkap: Media Sosial Jadi Arena Politik Baru Generasi Z

Vania Rossa

Selasa, 07 Oktober 2025 | 08:50 WIB
Dosen Filsafat Ungkap: Media Sosial Jadi Arena Politik Baru Generasi Z
Kuliah terbuka “Demokrasi, Agonisme, dan Oposisi Permanen”. (Suara.com/Nur Saylil Inayah)
baca 10 detik
  • Gen Z aktif di media sosial bisa menggerakkan aksi politik nyata, bukan sekadar tren.
  • Fenomena seperti “Garuda Biru” menunjukkan efektivitas ruang digital untuk konsolidasi massa.

  • Dosen Setyo menekankan media sosial menjadi arena agonistik bagi ekspresi politik ketika jalur formal terbatas.

 
 

Suara.com - Maraknya generasi Z yang menyuarakan isu politik di media sosial menimbulkan pertanyaan terkait kedalaman pemahaman politik mereka. Di sisi lain, fenomena mobilisasi massa seperti “Garuda Biru” memperlihatkan bahwa ruang digital kini menjadi arena efektif untuk konsolidasi politik dan ekspresi demokrasi.

Fenomena ini menjadi topik bahasan dalam kuliah terbuka bertajuk “Demokrasi, Agonisme, dan Oposisi Permanen” di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat.

Hilma, seorang peserta yang juga guru madrasah, mempertanyakan apakah gelombang aktivisme digital oleh Gen Z benar-benar lahir dari pemahaman politik yang mendalam.

“Apakah generasi muda yang aktif di media sosial hari ini benar-benar terlibat dengan politik, atau hanya mencari pengakuan diri lewat postingan dan tren sesaat?” tanyanya.

Menanggapi hal ini, Dosen Filsafat dan pembicara, Augustinus Setyo Wibowo, memberikan contoh nyata bagaimana ruang digital mampu menjadi sarana konsolidasi politik yang efektif. Ia merujuk pada fenomena protes massa “Garuda Biru” yang meledak di media sosial pada Agustus 2024.

“Jam 6 sore, narasi ‘Garuda Biru’ mulai tersebar. Tengah malam sudah ramai, dan keesokan paginya aktivis, dosen, mahasiswa, semua bergerak ke MK dan DPR,” ujar Setyo, menjelaskan bagaimana aksi itu terjadi secara spontan tanpa rapat persiapan, hanya melalui koordinasi digital.

Setyo juga menyoroti serangkaian aksi massa pada 28-29 Agustus 2025 sebagai bukti nyata kekuatan media sosial dalam menggerakkan aksi dunia nyata. “Bagaimana bisa mengumpulkan orang sebanyak itu hanya lewat ruang digital? Itu karena kita makhluk sosial, relasi yang terbentuk di dunia maya mendorong keterlibatan nyata,” tambahnya.

Menurut Setyo, media sosial telah menjadi arena politik baru, karena menyediakan wadah untuk mengekspresikan perbedaan nilai, identitas, dan aspirasi ketika jalur formal seperti partai dan parlemen tidak lagi efektif. “Dimensi politik tak pernah hilang; ketika jalur resmi tertutup, ia akan mencari jalannya sendiri,” ujarnya.

Kondisi ini membuat rakyat menyalurkan aspirasi melalui platform digital seperti Twitter, X, Instagram, dan TikTok. Meski bentuknya sering kasar, spontan, dan emosional, Setyo menekankan media sosial tetap menjadi arena agonistik yang relevan bagi ekspresi politik saat ini.

baca juga

Reporter : Nur Saylil Inayah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat Medsos Jadi Cermin Kepribadian: Siapa Paling Rentan Stres Digital?

Saat Medsos Jadi Cermin Kepribadian: Siapa Paling Rentan Stres Digital?

Your Say | Sabtu, 04 Oktober 2025 | 19:28 WIB

Fenomena "Salam Interaksi": Mengapa Facebook Pro Diminati Banyak Emak-Emak?

Fenomena "Salam Interaksi": Mengapa Facebook Pro Diminati Banyak Emak-Emak?

Your Say | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 08:15 WIB

Perang Tweet: Perselisihan Nicki Minaj dan Cardi B Pecah di Media Sosial

Perang Tweet: Perselisihan Nicki Minaj dan Cardi B Pecah di Media Sosial

Your Say | Kamis, 02 Oktober 2025 | 14:30 WIB

Terkini

Temuan Granat Asap Gegerkan Warga Cempaka Putih, Polisi Pastikan Sudah Tidak Aktif

Temuan Granat Asap Gegerkan Warga Cempaka Putih, Polisi Pastikan Sudah Tidak Aktif

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:37 WIB

Lonjakan Biomassa Jepang Bikin Indonesia Alami Deforestasi Lebih Parah, Mengapa?

Lonjakan Biomassa Jepang Bikin Indonesia Alami Deforestasi Lebih Parah, Mengapa?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:35 WIB

Powder Foundation Make Over Tahan Berapa Lama? Ini 2 Varian dan Perbedaan Formulanya

Powder Foundation Make Over Tahan Berapa Lama? Ini 2 Varian dan Perbedaan Formulanya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 17:35 WIB

PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026

PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 17:31 WIB

Dari Indonesia ke Dunia: Bayan Resources & Kemitraan Strategis Prabowo-Trump Sektor Mineral Kritis

Dari Indonesia ke Dunia: Bayan Resources & Kemitraan Strategis Prabowo-Trump Sektor Mineral Kritis

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 17:30 WIB

Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah

Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:25 WIB

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:24 WIB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:17 WIB

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Video | Rabu, 16 September 2026 | 17:10 WIB

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 17:09 WIB

×